Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
di rumah Tami


__ADS_3

tak terasa waktu berlalu,,,sudah Satu bulan lebih umur Baby Vita,,Tami yang saat ini merasa sangat menikmati peran mama mudanya.


" bun,,Kabar Kirana bagaimana?" tanya Tami mereka berkumpul di rumah Tami sore ini


" sudah mendingan...katanya hanya sesekali mengalami mual,, kehamilan nya sudah memasuki bulan kedua.." jawab Arini sambil mengupas apel untuk Daffa


" kalau di lihat-lihat Rangga sudah banyak berubah ya bun,sudah lebih dewasa" ucap intan


" ya,,masa' terus-menerus seperti remaja Ntan,apa lagi dia akan mempunyai anak,aku hanya sedikit khawatir kalau Kirana tak bisa menahan cemburu, Secara Kirana masih muda dan tak pernah mengenal cinta" ungkap Arini


" semua orang tak kan bisa menahan cemburu nya bun kalau berurusan dengan milik nya di ganggu,kini dari Rangga nya yang harus bisa menjaga jarak dan hati, jangan sampai terulang kembali hal yang dulu-dulu" sahut Naura


" tapi kecemburuan itu bisa di atasi ra kalau kita percaya diri,,dulu awal-awal nya aku juga begitu, lama-lama aku merasa percaya diri mendampingi papi sehingga bisa menghempaskan pelakor di luar sana"

__ADS_1


" beda lah bun,,Kirana dan kamu jauh berbeda,,apa lagi dia merasa datang dari keluarga biasa dan yatim piatu,tak ada yang bisa di andalkan nya,,kalau ada yang lebih dari nya bisa saja dia minder" jawab Tami


" itu yang aku takut kan,aku harus sedikit menatar nya agar sebelum berperang sudah punya peluru" ucap Arini terkekeh...


" aku tidak menyangka ya kita yang dulu nya pecicilan,,bisa menjadi mama muda,dan menikah dengan lelaki matang" ucap Intan menggelengkan kepala


" sebenarnya yang paling aku tak percaya yaitu Tami,bisa menikahi kak Vino,yang jelas-jelas dulu sering melihat nya menangis gara-gara drakor" ejek Naura


tawa mama muda ini pecah seketika mengingat masa-masa SMA mereka dan saat ini mereka sudah menjelma menjadi perempuan cantik dengan sejuta pesona,,


" kalian pernah menyangka tidak kehidupan kita akan begini?" tanya Arini


" aku malah menyangka kamu akan kepincut dengan Tama bun,ingat kan cowok cupu yang selalu memperhatikan mu,bahkan sering mengikuti mu" ucap Intan

__ADS_1


" aku memang tak menyukai nya dari awal" potong Arini


" kalau Farel??" tanya Naura mengingatkan pada lelaki yang menjadi sahabat Rangga dia juga menyukai Arini


Arini menggelengkan kepalanya


" aku memang tak pernah tertarik pada lelaki yang ada di sekolah kita,,kamu tau ra sejak mengenal papi aku tak mengerti mengapa bisa langsung menyukai nya,mungkin ini yang di namakan cinta pandangan pertama" ucap Arini tersenyum mengingat pertemuan pertama nya dengan papi Bagas


" tapi aku malah tak menyangka kalian mengikuti jejak ku menyukai lelaki matang,,"


" kalau aku dan Arkan tidak beda jauh bun hanya beberapa tahun,kalau kamu dan papi beda 18 tahun" ucap Naura


" biar lah berbeda jauh,usia tak masalah buat ku yang jelas kami saling mencintai,dan biarkan maut yang menjadi pemisah" ujar Arini

__ADS_1


" iya bun... semoga kita semua di berikan umur panjang dan bisa menua dengan pasangan masing-masing" lanjut Tami


" amiinnn....." sahut mereka berbarengan


__ADS_2