Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
ketemu


__ADS_3

" mana bunda mu Ra??" tanya Bagas saat melihat Naura pulang sendirian


" bukan nya sudah pulang pih..!!" ucap Naura cemas


" tidak ada,ponselnya pun dihubungi tidak diangkat,satu jam yang lalu dia masih mengabari papi kalau akan pulang bersamamu"ucap Bagas Khawatir


"ada apa?" tanya oma baru datang melihat papi dan Anak ini tampak cemas


" Arini ma,,dia belum pulang,dan ponselnya tidak diangkat" jawab Bagas


" tadi dia bilang apa pada mu ra??"tanya Bagas lagi


" chat terakhir nya bilang nunggu di parkiran Pih,tetapi saat aku keluar dia sudah tidak ada,kelas ku tadi ada pembagian kelompok jadi sedikit lama keluar" jelas Naura


" cepat cari Arini,lapor ke kantor polisi,aku tidak ingin terjadi apa-apa pada menantu ku "marah Oma


Bagas dan Naura segera menuju mobil untuk mencari Arini,sudah masuk magrib,tidak biasanya Arini belum pulang...dan ponselnya pun belum di angkat-angkat


" cek lokasi terakhir Ra" pinta Bagas


" kampus pih, ponselnya masih di kampus "pekik Naura


Bagas memarkirkan mobilnya di halaman kampus,terlihat sepi dan sedikit menyeramkan suasana kampus pada malam hari,hanya beberapa titik lampu yang di hidupkan


Bagas segera bertanya pada pelayan penunggu kampus tersebut,


" tidak ada lagi jam pembelajaran pak,sudah pulang semua,mungkin saja istri bapak sudah pulang" jawab pelayan tersebut

__ADS_1


" tidak,,ponselnya masih berada di sini" sanggah Naura


" pih,,,arah Toilet" pekik Naura


Bagas dan Naura serta pelayan tersebut berlari kearah toilet,benar saja tas Arini ada di sudut ruangan tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Arini


Naura mengambil tas Arini


" sayang.....kamu di mana?" pekik Bagas


" bunda" teriak Naura


" tolong batu cek pak toilet nya" ucap bagas


pintu toilet di buka satu-satu dan pada saat akan membuka pintu terakhir pintunya terkunci


" Arini.... sayang...kamu di dalam....ini aku sayang,buka" pekik Bagas


" kunci cadangan nya mana pak??" tanya Bagas panik


" tunggu saya ambil sebentar pak" ucap nya berlari keluar toilet


" dobrak aja pih,mana tau bunda terkurung di dalam" usul Naura


Bagas mendorong kuat,tetapi pintu tidak bisa di buka,beruntung pelayanan tersebut cepat datang membawa kunci cadangan nya,kalau saja Bagas mendobrak pintu nya otomatis pintu akan mengenai tubuh Arini yang tergolek di lantai....


" bunda...." pekik Naura saat melihat tubuh Arini terbaring lemah di lantai

__ADS_1


Bagas langsung menggendong nya dan membawa nya menuju mobil


" sayang.....bangun...ini aku,sayang...jangan membuat ku cemas,apa yang terjadi...."Bagas menepuk lembut pipi Arini


" bun,,,,,bangun bun" Naura mulai menangis


" ayo pih,,kita bawa kerumah sakit,,biar aku yang nyetir" ucap Naura


Bagas memangku Arini di belakang


" Sayang dengar aku,,bangun sayang..jangan membuat ku cemas,,tubuh ku melemah melihat mu begini,tolong bangun" bisik Bagas tak kuasa lagi menahan air matanya,melihat tubuh pucat Arini seperti tidak ada lagi darah yanga mengalir


" ra...lebih cepat" pinta Bagas


" iya pih" jawab Naura yang sudah terisak menangis


Naura memasukan mobilnya kearah rumah sakit, langsung menuju UGD


" dok...tolong....tolong dok" pekik Bagas menggendong Arini kearah Dalam


Perawatan dan Dokter segera sigap memberikan pertolongan gawat darurat pada pasien....


selang oksigen dan infus segera dipasang,Bagas berada di sisi kiri Arini sedangkan Naura di bawah


" hubungi oma ra?" pinta Bagas


Naura segera mengabari oma untuk datang kerumah sakit..

__ADS_1


__ADS_2