Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kemarahan karin


__ADS_3

tak terasa hari berganti hari semua persiapan pernikahan Naura dan Arkan hampir 90%,undangan pun sudah selesai di cetak hanya tinggal membagikan nya saja...


" poh,ini undangan nya,yang untuk Arkan sudah di bawanya" Ucap Naura menyodorkan setumpuk undangan


" Ambil berapa yang kamu butuhkan ra,untuk mami mu,kamu saja yang memberikan nya" ujar Bagas sambil bersiap berangkat ke kantor


" iya,,Nanti sore aku akan kerumah mami" ucap Naura mengambil beberapa buah undangan


****


" apa-apaan kamu ra" Karin membanting undangan yang di berikan oleh Naura


" bukan kah kamu sudah berjanji akan memberi tau pada mami saat kamu sudah tau hari pernikahan mu" bentak Karin


" iya mi,sekarang aku sudah menepatinya,ini undangan dan tanggal pernikahan ku sudah tertera di sana beberapa hari lagi,jadi aku sudah menepati janjiku mi" jawab Naura santai


" tapi kamu tidak bisa begini ra,mami juga harus ikut andil untuk mengurus proses nya,mami ini orang tua kandung mu,tolonglah hargai mami sedikit saja" ucap Karin dengan emosi


" mi,kapan aku tidak menghargai mami,mami minta aku untuk datang di acara ulang tahun pernikahan mami,aku datang,mami minta bertemu aku temui, walaupun mami sudah meninggal kan ku dari kecil bersama papi tetapi aku masih menghormati mami sebagai ibu ku,untuk itu aku datang membawa undangan ini,tapi kalau mami minta lebih dari itu maaf aku tidak bisa mi,karena Keluarga ku lebih berharga dari pada seorang ibu yang meninggalkan anak nya untuk bersama laki-laki lain" ucap Naura lalu berdiri hendak keluar rumah Karin

__ADS_1


" jangan kurang ajar kamu ra,mami sudah melahirkan mu bertaruh nyawa,kalau tidak ada mami kamu tidak akan lahir ke dunia ini" pekik Karin


" iya,aku berterimakasih karena mami sudah melahirkan ku ke dunia,dan aku juga berterima kasih karena mami sudah meninggal kan ku sewaktu kecil,karena kalau tidak aku tidak akan bisa mempunyai ibu sambung seperti Arini yang lebih mengerti dan mengenal ku lebih dalam dari pada seorang ibu seperti mami,aku permisi mi,kalau mau datang ke acara ku silahkan kalau pun tidak,tidka jadi masalah karena di sana juga sudah ada papi dan bunda" Naura segera melangkahkan kaki nya keluar dari rumah Karin


" ya...allah maaf kan dosa ku karena telah melawan pada ibu kandung ku sendiri,karena kalau tidak begini dia bisa meneror ku terus-menerus untuk menguras harta papi" batin Naura


Naura masuk kedalam mobilnya dan segera pergi..


" arggg....brengsek kamu Arini,karena ajaran dan hasutan mu Naura berani melawan ku" maki Karin


" tidak bisa melalui Naura aku akan cari cara lain untuk masuk dalam rumah tangga kalian,aku tidak akan pernah ikhlas Bagas bahagia, sedangkan aku menderita" batin Karin


****


" ma,,Naura mana?" tanya Bagas tiba-tiba


" ada di dalam kamar nya baru pulang dari rumah Karin" jawab oma masih bermain bersama Daffa


" Arini mana ma?"

__ADS_1


" Sholat Ashar" jawab Oma singkat


Bagas segera melangkah kan kaki nya ke kamar Naura


" ra.." panggil Bagas lirih sambil mengetuk pintu kamar Naura


" iya pih,ada apa?" tanya Naura membuka pintu kamarnya


" apa yang terjadi saat kamu di rumah mami mu?" tanya Bagas langsung


" kenapa??dari mana papi tau?"


" tadi Karin menghubungi papi marah"ungkap Bagas


" mami menginginkan dia yang mengurus semua pernikahan ku,dan memintaku untuk meminta uang pada Papi lalu di serahkan padanya,tapi aku tidak mau,jadi dia marah padaku" jelas Naura jujur


" ck.. perempuan itu,dulu sudah hidup nikmat bersama ku,malah pergi pada kekasih nya, sekarang di rasa kan susah ingin kembali lagi,tidak tau malu" umpat Bagas


" pantas saja dia marah-marah,tidak usah di pikirkan sayang,fokus saja pada acara mu,soal mami biar papi yang urus" ujar Bagas menggosok lembut kepala Naura

__ADS_1


" iya pih,aku juga tak ambil pusing" jawab Naura tersenyum manis


" papi turun dulu,mau bersih-bersih baru pulang" Bagas segera keluar dari kamar anak gadis nya ini


__ADS_2