Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kumpul pagi


__ADS_3

"pih..bagaimana kabar Arya?" tanya Arini tiba-tiba saat mereka hendak tidur


"kemarin dokter menghubungi ku bun,katanya sudah membaik dan sudah di izinkan untuk pulang, seminggu yang lalu saat aku menjenguk nya dia ingin bertemu Naura untuk meminta maaf,tapi belum aku izin kan karena kondisi Naura yang hamil besar aku takut terjadi apa-apa" jelas Bagas panjang lebar


" iya pih,aku juga tidak setuju kalau Naura bertemu nya saat ini,yang penting Arya sudah sembuh jadi Naura sudah merasa tidak bersalah lagi..."


" dia sudah lama sembuh bun,hanya masih menjalani terapi saja beberapa minggu belakangan ini,dan saat ini sudah sembuh total"


" kalau dia mau berikan saja dia pekerjaan pih,agar tidak menjadi pengangguran dan sedikit membantu nya" ucap Arini


" bun,aku selidiki kalau Arya itu dari keluarga berada hanya saja korban broken home...papa dan mama nya bercerai saat dia masih SMP,sejak itu kenakalan nya terjadi..."


"mama nya di mana pih?"tanya Arini penasaran


"mama nya salah satu pemimpin perusahaan bun,tetapi tidak memperhatikan nya karena terlalu sibuk bekerja,papa Arya sudah menikah lagi dan menetap di luar kota"


" ternyata kisah hidupnya cukup memprihatinkan ya pih"


" iya bun,itu lah dampak dari perceraian kalau anak sudah beranjak dewasa,dia melampiaskan kekesalan orang tua nya pada pergaulan yang salah,untung dulu saat aku bercerai dari Karin Naura masih belum mengerti dan mendapatkan sahabat seperti dirimu yang bisa membimbing nya jadi lebih baik,aku harus berterima kasih pada mu bun, karena kamu sudah hadir di keluarga ku, terutama diri ku" ucap Bagas memeluk erat Arini dan mencium seluruh wajah nya


" pih....geli..." desah Arini karena tangan Bagas sudah bergerilya kemana-mana


***

__ADS_1


pagi ini suasana rumah sangat Ramai karen kedatangan Rindu dan keluarga nya


Syifa yang sudah mulai bisa bicara dengan bahasa cadelnya membuat setiap yang melihat nya tak henti-hentinya tertawa..


" tumben pagi-pagi kesini?" tanya Bagas yang baru keluar kamar


" kangen dengan mama,dan Daffa" jawab Rindu sambil menyesap teh bikinan Arini


" sama aku nggak Tante" tanya Naura pura-pura merajuk


" paling Kangen sama bumil yang paling cantik sejagat raya" goda Rindu


" tapi sayang masih manja dan bawel"


" jangan merajuk gitu,bentar lagi mau jadi mama,nggak malu apa sama tu perut" tunjuk Rindu


" tambah pintar ya Syifa nya" ujar Arini yang melihat Syifa mengajarkan Daffa mewarnai di tengah rumah


"Iya Rin... sekarang semua mau di warnai oleh nya, sampai-sampai tembok rumah penuh dengan hasil karya Syifa" ucap Rindu yang mengingat kalau tembok di rumah nya sudah tak semulus dulu lagi


" nama nya juga anak kecil Rin, lagi aktif-aktif nya" sela Bagas


" iya mas,di biarkan saja dengan papa nya,katanya kalau di cat lagi juga percuma bakal banyak hasil karya syifa lagi,nunggu Lebaran saja baru di cat ulang...."

__ADS_1


" Zyin mana Rin?" tanya Bagas tak melihat adik ipar nya


" dikantor mas,kami tadi sekalian belanja mampir kesini,sudah lama mama tidak datang kerumah"


" iya...Mama takut meninggalkan Naura sendiri,nanti dia melahirkan tidak ada yang menemani,kalau ada mama kan bisa menjaga nya,biarpun tenaga mama sudah tidak ada setidaknya bisa menemani Naura" jelas Oma


" kan ada Arini ma?" ucap Rindu


" terkadang bayi besar nya ini manja,jadi susah di ajak kompromi" tunjuk Oma pada Bagas


" ck.... mentang-mentang dapat daun muda mau di kekep terus,,berbagi lah mas...Naura juga butuh bantuan Arini" ketus Rindu


" enak saja,Naura sudah ada Arkan suami nya,Arini bukan pengasuh...dia nyonya di rumah ini, jadi memang seharusnya mengurusi segala kebutuhan ku" kekeh Bagas


" sama anak saja nggak mau ngalah apa lagi sama tante" ujar Naura kesal melihat tingkah papi nya ini melebihi Remaja yang sedang jatuh cinta tidak mau terpisah kan


" sudah lah ra,,mana bisa menang lawan papi mu itu,dia mau nya enak sendiri" cebik Arini


" hey....mulai main keroyokan kalian ya,kamu juga bun,bukan nya membela suami malah memojokkan ku,mau jadi istri durhaka kamu" ancam Bagas


" hehehehe...maaf pih,,ini Naura memancingku" alasan Arini


" kok aku bun,ini nih kalau sudah sama-sama bucin parah" ucap Naura jengah melihat sepasang suami istri tersebut

__ADS_1


__ADS_2