
hari ini weekend telah tiba,pagi ini Bagas dan Arkan olahraga mengelilingi kompleks
" kan ini rumah yang papi bilang" tunjuk Bagas saat mereka melintasi nya
memang rumah itu tidak begitu jauh dari rumah Bagas hanya berjarak beberapa rumah,mereka masuk kedalam pekarangan nya..
Bagas yang memang kenal dengan pemilik rumah segera bertanya
" kenapa di jual pak Hendra?" tanya Bagas
" anak saya pindah tugas di Kalimantan pak,jadi saya dan istri berniat ikut ke sana" jelas pemilik nama pak Hendra ini
"mau di lepas berapa?" tanya Bagas lagi
" cek dulu saja pak,kalau memang tertarik bisa di runding harga"
Bagas dan Arkan mengecek seisi rumah Ada tiga kamar, satu kamar utama berada di bawah dan dua lagi berada di atas...
untuk kamar pembantu ada satu di belakang,rumah nya tidak begitu besar tetapi pekarangan nya luas...
" seperti nya cocok pih,tidak begitu besar,hanya perlu direnovasi sedikit saja untuk taman belakang nya,Naura suka duduk di taman kalau sore hari" jelas Arkan
.
" iya memang taman nya nggak keurus lagi nak,karena kami sudah tua,ibu nya sakit-sakit,biasanya dulu ibunya yang suka ngurusin bunga" terang pak Hendra
" iya pak,,, seperti nya saya suka..nanti teras depan nya saja di tambah biar lebih lapang lagi " ujar Arkan
__ADS_1
" jadi mau di lepas berapa pak?" tanya Arkan
" berapa ya,saya juga bingung pak Bagas,soalnya yang beli anak pak Bagas"
" bilang saja pak,biar enak sama enak" ucap Bagas
" saya buka 600 juta pak,kalau masih mau di tawar silahkan, kalau cocok saya lepas" ujarnya
" Gimana kan,kamu mau tawar berapa?"tanya Bagas menatap Arkan
"kalau untuk harga segitu sudah termasuk murah pak karena tanah nya luas,karena ingin ikut anak saya saja makanya saya jual" ucap Pak Hendra
" iya pih, sudah lah pih nggak usah di tawar lagi hitung-hitung bantu pak Hendra,jadi kapan saya bisa bayar pak?" tanya Arkan
" terserah pada nak Arkan,saya mengikut saja"
" terimakasih nak Arkan mungkin dalam 3 atau 4 hari ini kami pindah...sekali lagi terimakasih" ucap Pak Hendra menyalami Arkan dan Bagas
" ya sudah kami pamit dulu ya pak Hendra" pamit Bagas
****
" bun,,,kemana Suami ku?" tanya Naura sambil meminum susu nya yang sudah terletak di atas meja makan
" lagi joging tadi sama papi" jawab Arini yang sedang menyiapkan sarapan mereka
" assalamu'alaikum" ujar Bagas dan Arkan saat masuk
__ADS_1
" waalaikumsalam..nah panjang umur" ujar Arini
" kenapa bun?" tanya Bagas langsung mengecup pipi Arini
" Arkan baru di tanya in Naura" jawab Arini sambil menyodorkan air putih pada Bagas
" kenapa yank? " tanya Arkan
" nggak cuma nanya aja by,kira in kamu kemana"
" habis lari pagi dengan papi di komplek depan,aku mandi dulu yank,gerah" ucap Arkan berjalan menuju kamar mereka
" kamu nggak mandi dulu pih,baru makan..!!" ujar Arini
" nggak bun,aku sudah keburu lapar,mau makan dulu,habis itu baru mandi,siang ini mau ajak kalian jalan"
" kemana pih?" tanya Arini penasaran
" mau nya bunda kemana?" tanya Balik Bagas
" main ke rumah Tante Rindu aja pih,rindu Syifa" ucap Arini sambil mengambil kan masi goreng untuk Bagas
" tapi pulang-pulang jangan minta anak kaya' Syifa ya,kalau buat nya aku mau..." seru Bagas semangat
" buat aja mau nya,,hasilnya nggak mau..kan kasihan pih capek-capek di keluarin tapi nggak ada hasilnya" goda Arini
" biar saja yang ngeluarin kan aku kamu tinggal nikmatin saja" celetuk Bagas
__ADS_1
obralan unfaedah suami istri ini berhenti saat Bik Sumi mengantarkan Daffa karena menangis ingin menyusu....