
tidak ada lagi pilihan untuk Karin saat ini hanya dengan mengencani lelaki tua bisa melangsungkan kehidupan nya,,karena bertahan dengan kehidupan sekarang akan membuatnya mati kelaparan, sedang kan Naura tidak bisa lagi dia harapkan...
Umur nya tidak muda lagi,hanya lelaki tua lah yabg mau dengan nya,,kalau untuk seumur Bagas atau dirinya lebih memilih perempuan muda...
***
Bagas sampai di dalam rumah langsung mencari istri dan anak nya
" ma,,kemana Arini?" Bagas melihat Daffa yang di gendong oleh Omanya
" sedang pergi bersama Naura jalan-jalan ke mall" jawab Oma
" kenapa tidak memberitahu pada ku" tanya Bagas
" mungkin tidak mau mengganggu pekerjaan mu,lagian kenapa kamu pulang cepat sekali bukan nya dua hari kamu di Jakarta?" tanya Oma heran
" pekerjaan nya sudah selesai ma,aku ke kamar dulu" pamit Bagas
pupus sudah harapan nya,niat hati pulang ingin segera memeluk istri tercinta tetapi malah pergi bersama anak nya,Bagas segera membersihkan diri lalu sholat Ashar dan segera tidur semalam dia tidak tidur nyenyak karena memikirkan Arini
sedangkan Arini dan Naura terjebak macet karena ada kecelakaan di depan ...
" putar balik pak,cari jalan terdekat saja, perasaan ku tidak enak" ucap Arini pada sopirnya
" kenapa bun?"
" ntah lah, mungkin Daffa rewel" jawab Arini
akhirnya hampir dua jam perjalanan mereka tempuh dan sekarang sudah pukul setengah lima sore
__ADS_1
" aduh...Arkan sudah pulang nggak ya bun,ini pake acara macet lagi" gerutu Naura
" iya,,aku takut Daffa rewel" keluh Arini langsung berlari masuk kedalam rumah
" ma...mana Daffa?" tanya Arini
" husttt" oma memberi isyarat kalau Daffa tertidur
" kok jam segini tidur ma?" tanya Arini
" tadi asik bermain,sudah di mandikan sam bik Sumi langsung tidur" jawab Oma
" ya sudah aku mau sholat dulu ma,udah mau habis waktunya"
Arini melangkahkan kaki nya kedalam kamar,dia melihat seseorang yang di rindukan nya semalaman yang membuat nya tak bisa tidur...
" pih...kamu sudah pulang" ucap Arini tidak yakin dengan penglihatan nya
" pih..ini beneran kamu" tanya Arini mendekat
Bagas langsung menarik tangan istrinya ini dan Arini terjatuh kedalam pelukan Bagas
" kenapa pergi tidak izin padaku" ucap nya sambil mencium pipi Arini
" aku takut mengganggu pekerjaan mu pih,kenapa cepat pulang nya,bukan nya dua hari?" tanya Arini
" kamu mau aku lama-lama di sana?" tanya Balik Bagas dan di jawab gelengan cepat oleh Arini
" aku tidak bisa tidur sayang semalaman karena tidak memeluk mu" jujur Bagas
__ADS_1
" gombal...."
" aku serius,apa kamu tidak merasakan hal yang sama? berarti kamu tidur nyenyak semalam?" tanya Bagas
" tidak...bahkan aku bangun kesiangan tadi pagi karena memikirkan mu semalam,,,aku tidak ingin berjauhan lagi pih,kemana kamu pergi aku ikut" ujar Arini manja
" aku pikir juga begitu yank,tidak akan pergi bila tanpa kamu,karena kamu candu bagiku,kenapa lama sekali belanjanya?" tanya Bagas
" aku perawatan di salon pih,sudah lama tidak perawatan,oma juga mengizinkan,tadi aku pake kartu dari mu lumayan banyak" ungkap Arini
" hahaha....pakai saja sayang,itu kan memang khusus untuk kebutuhan mu,kalau tabungan Daffa sudah aku pisahkan,kamu jangan khawatir" jelas Bagas memeluk erat Arini
" terimakasih sayang" Arini mencium pipi Bagas mesra
" etss.....tapi itu tidak gratis yank"
" lalu....aku harus membayar nya,pake' apa pih??" ujar Arini sedikit terkejut
" aku tidak meminta pakai uang untuk membayar nya,pakai ini" tunjuk Bagas pada Dada Arini
" kan kamu habis perawatan,jadi aku harus mencobanya,apa kah salonnya bagus atau tidak,kalau tidak bagus besok jangan perawatan lagi di sana"
" alasan kamu saja,aku mau mandi dulu dan sholat ashar,ini sudah terlalu sore" Arini bangkit dari ranjang nya
" kamu sudah sholat pih?"
" sudah,pas datang aku langsung sholat,aku mengantuk sekali yank"
" tidur lah,aku sholat dulu" ucap Arini
__ADS_1
" tetapi malam nanti kamu harus janji ya yank,soalnya sudah pergi tanpa seizinku hari ini,jadi harus terima hukumannya" teriak Bagas saat Arini masuk kedalam kamar mandi
" alasan saja kamu saja" ucap Arini masuk kedalam kamar Mandi dengan tersenyum