
tak terasa hari ini hari keempat pernikahan mereka,,Arini sedikit banyak nya sudah tau kebiasaan dan kesukaan suaminya
pagi ini sepasang pengantin baru ini keluar dari dalam kamar,Bagas sudah rapi dengan stelan kemejanya,hari ini cuti menikahnya sudah habis biarpun dia pemilik perusahaan Bagas tidak boleh bersantai terlalu lama,banyak pekerjaan yang menumpuk menantinya..
setelah sarapan Arini mengantar Bagas hingga ke pintu depan
" hari ini aku pulang sedikit larut sayang,jangan menunggu ku..jika mengantuk tidur saja duluan" ucap nya memberi tau pada istri kecilnya ini
" jangan lupa makan dan sholat pih" ucap Arini sambil membenahi dasi suaminya yang sedikit miring karena dikamar tadi Bagas tak henti-hentinya menjahili Arini yang sedang memasang dasinya sehingga membuat Arini tergesa-gesa..
" iya sayang" satu kecupan di layangkan Bagas di kening Arini
setelah menyalami suaminya Bagas segera berangkat keluar dari rumah nya,Bagas jarang menggunakan jasa sopir dia lebih senang mengemudikan mobil sport nya sendiri,jika saat keluar kota saja dia menggunakan sopir.
Arini kembali lagi masuk kedalam rumah,dilihatnya meja makan sudah di bersihkan oleh bik Sumi..
" bik,,untuk makan siang dan malam nanti biar saya yang masak" ucap Arini lalu kembali masuk kedalam kamar untuk bersiap mandi
oma sedang duduk di halaman belakang,perempuan tua ini senang sekali berkebun,berbagai macam tanaman hias di koleksinya
sambil bersenandung kecil oma menyetek tanamannya,,setelah selesai dengan tanaman mawar nya oma berpindah pada kembang kertasnya..
__ADS_1
" oma itu diapakan?" tanya Naura yang ikut membantu
sejak dia libur Naura banyak menghabiskan waktu untuk membantu oma karena Arini sibuk dengan persiapan pernikahan nya kemarin
" dikawinkan..." jawab oma santai
" hahaha....aku kira hanya manusia dan hewan saja yang bisa kawin ternyata Tumbuhan juga bisa hihihi" kekeh Naura
pak udin mengangkat satu karung tanah hitam,pak udin adalah suami dari bik Sumi dia bertugas untuk bersih-bersih pekarangan rumah...
selesai mandi Arini keluar mencari oma dan Naura,dilihat nya Nenek dan cucu ini sedang tertawa renyah ntah apa yang di bicarakan nya
" oma sedang apa?" tanya Arini lembut
" ha,,,bagaimana cara nya oma?" tanya Arini penasaran
" ini...batangnya di potong dulu,lalu di belah dua,masukan pucuk yang muda lalu ikat,tutup dengan plastik.. jangan lupa disiram setiap hari dan beri pupuk yang bagus agar berkembang dengan sempurna" jelas oma
" sesimpel itu?" tanya Arini lagi
" iya....kalau cara nya benar pasti hasilnya bagus"jawab Oma
__ADS_1
"bunda nggak usah ikut deh bun,ntar papi marah,dia nggak suka kalau tangan bunda lecet,ini bermain dengan pisau dan duri" ucap Naura serius
" masak juga bermain dengan pisau" jawab Arini
" beda pun,masak kecil kemungkinan membuat seseorang luka,apa lagi bila sudah mahir,sedangkan ini,sudah pasti tergores oleh duri tanaman ini" tunjuk Naura pada sebuah mawar merah
" tidak ada hasil yang instan,masak pun juga ada resiko nya,selain luka bisa terciprat minyak panas,bahkan sampai melepuh tetapi semua nya butuh belajar begitu juga dengan menyambung tanaman" jelas Arini bijak
" kenapa kamu tidak tertarik untuk masak saja Ra?" tanya oma
" terlalu beresiko oma,lagi pula kan sudah ada bunda Arini...aku bisa terus masak enak tanpa harus memasak,hahaha"jawab Naura polos
" suatu saat kamu akan menjadi seorang istri ra,tidak bisa selalu bergantung pada Arini,suami mu akan meminta mu untuk dilayani,jadi dari sekarang belajar lah,suami itu bukan hanya menyenangkan di ranjang tetapi juga harus bisa memanjakan lidah dan matanya ad reagar dia selalu ingat jalan pulang" nasehat Oma
oma merasa Naura sudah cukup dewasa untuk mengetahui hal-hal yang berbau sensitif dalam rumah tangga
Arini sedikit menunduk mendengar nasehat mertuanya ini,bukan hanya untuk Naura tetapi bisa jadi pembelajaran untuk nya agar Bagas betah di rumah dan selalu merasa membutuhkan nya..
" iya..iya...tapi aku belum mau menikah sekarang oma?"
" saat ini kamu belum menemukan sosok yang bisa kamu jadikan sandaran,makanya bisa bicara seperti itu,dulu aku pun tak pernah berpikiran ingin menikah secepat ini,tetapi takdir berkata lain saat bertemu papi mu aku merasakan percaya untuk menyandarkan seluruh hidup ku padanya,jadi aku langsung memantapkan hati ku menerima pinangan seorang Bagas Atmaja" ucap Arini ikut menasehati Naura
__ADS_1
" benar...jodoh..maut...rezeky kita tidak akan pernah tau itu rahasia illahi" oma membenarkan ucapan Arini