Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
menyusul kekampus


__ADS_3

" maaf..." ucap Rangga membantu perempuan itu berdiri


" ya,,tidak masalah,tadi saya buru-buru" ucap perempuan itu lalu berjalan meninggalkan Rangga


Rangga segera masuk kembali kedalam ruangan mama nya


***


sore ini Vino sengaja menunggu Tami pulang dari kampus nya


" kenapa kemari?" tanya Tami


" tidak boleh seorang kekasih menjemput kekasih nya?" tanya Balik Vino


" aku bawa mobil kak,,tidak mungkin di tinggal" jelas Tami


saat mereka ingin menuju parkiran tiba-tiba gerimis, mereka memilih berteduh dulu di koridor kampus



" bagaimana keadaan mama Rangga?" tanya Vino


" sudah mulai membaik"


" jadi kapan kamu akan menjelaskan semuanya?"


" secepatnya kak,aku tak ingin menyakiti hati mamanya saat ini, bersabar sedikit lagi ya,aku tak kan lari" ujar Tami tersenyum sambil memainkan air hujan


" jangan nanti sakit" cegah Vino


" tidak akan sakit hanya dengan gerimis ini"

__ADS_1


" aku tidak ingin kau terserang sakit,karena melihat mu sakit membuat ku tak bersemangat untuk hidup" gombal Vino


" udah ah...jangan di gombalin mulu,jadinya aku nggak tau kapan kakak serius dan kapan sedang bercanda"


" dengan mu tak pernah ada kata bercanda Tam,,aku selalu ingin serius bahkan saat ini jika kamu mau aku bawa ke pelaminan akan aku tunjukan pada mu keseriusan ku" ucap Vino menatap Tami


" kamu suka hujan-hujanan?" tanya Vino mengalihkan ucapan nya karena melihat Tami yang salah tingkah dan gugup


" hmmm,,,hujan ini berkah kak,,dan tak akan ada pelangi kalau tak ada hujan, sewaktu kecil aku suka lihat pelangi kak,kata orang tua dulu ada bidadari yang turun saat ada pelangi"jawab Tami



Vino juga ikut mengadahkan tangan nya bermain rintikan hujan..


" aku juga suka hujan" ucap Vino


" kenapa?" tanya Tami


" memang benar kata orang tua dulu kalau ada pelangi berarti sedang ada Bidadari..!! kamu lihat itu" tunjuk Vino pada pelangi yang baru muncul karena hujan nya sudah selesai



" wah cantik..." seru Tami


" memang benar cantik,,,sangat Cantik..."Vino menatap wajah Tami


" mana bidadari nya kak" canda Tami


" ini yang sedang tersenyum di sebelah ku, bidadari cantik yang di kirimkan tuhan untuk ku" ucap Vino tersenyum membuat Tami malu


__ADS_1


" kenapa malu begitu?" tanya Vino


" hujan nya sudah reda jangan selalu menggoda ku kak"


" aku senang melihat pipi mu merona, membuat ku semakin gemas dan ingin cepat menghalalkan mu" bisik Vino


" sudah,,,kamu semakin ngaco...!!ayo cepat pulang" ajak Tami


" aku duluan" ucap Tami hendak pergi tapi di tahan Oleh Vino


" aku dulu" potong Vino


" kak...mengalah lah dengan wanita,di mana-mana ladies first" ujar Tami



" aku beda.....lelaki harus yang pertama karena aku ingin melindungi mu,biarkan aku melihat di depan sana apa ada bahaya atau tidak karena jika ada bahaya aku yang maju untuk melindungi mu,dan kamu hanya boleh berdiri tepat di belakang ku" ujar Vino


" wah.....wah.....bagus sekali cara anda melindungi seorang wanita" goda Tami bertepuk tangan


" hanya kamu dan keluarga ku"


" yakin??" tanya Tami menaikan alisnya


" sangat yakin nyonya....cuma anda" tegas Vino


" baiklah aku percaya,dan aku tidak perlu ragu lagi untuk menghadapi musuh di depan sana,karena lelaki ku ini sudah siap melindungi diri ku dari ancaman marabahaya"


" jangan pernah meragukan ku,jika sudah mencintai seseorang tidak pernah ragu untuk berkorban,ayo kita pulang sudah keburu malam" ajak Vino


akhirnya mereka pulang mengendarai mobil sendiri-sendiri tapi Vino mengikuti Tami sampai kerumah,dia harus memastikan pujaan hati nya ini sampai di rumah dengan selamat..

__ADS_1


__ADS_2