
mama Tami melamun mengenang kelahiran Tami dulu,karena dia mendapatkan Tami pun setelah menikah 2 tahun sampai di sangka mandul oleh mertua nya,dan proses kelahiran Tami pun cukup lama karena mama tami mempunyai panggul yang sempit sedangkan berat Tami 4 kg...
hampir satu jam mereka menunggu di luar akhirnya dokter yang menolong persalinan Tami keluar dengan gelengan kepala...
"bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya mama Tami berdiri
" pasien harus segera di operasi karena tak punya tenaga lagi untuk mengejan,,serta lingkar panggul pasien sempit sedangkan bayi nya cukup besar,tolong bantu do'a nya" ucap Sang Dokter dengan wajah lesu
mama Tami menutup mulutnya tak percaya dengan kondisi anak semata wayangnya sama persis dengan dirinya tetapi dia tak sampai di operasi karena mempunyai tenaga untuk mengejan...
Arini,Intan dan Naura berpegang tangan,, keringat dingin membasahi wajah cantik mereka karena cemas akan keadaan Tami..
suster berlarian menyiapkan segera tindakan operasi untuk Tami,,,
Mama Tami menangis,Vino yang berada di dalam ruang bersalin pun sudah tak sanggup menemani Tami lagi,,dia tak sanggup melihat kesakitan dari orang yang paling di sayang nya saat ini...
" kak...sakit" ucap Tami pelan menahan sakit di perut nya
" sabar yank.... sebentar lagi anak kita lahir" ucap Vino memberikan semangat dan mengusap dahi Tami yang berpeluh menahan sakit..
" kak...ak-u sudah tidak sang-gup lagi" ucap Tami semakin melemah
__ADS_1
" yank.....tolong bertahan demi aku dan anak kita" bisik Vino ketakutan melihat kondisi Tami yang semakin memucat
" dok...tolong istri saya segera" teriak Vino karena sang dokter telah keluar dari ruangan..
Vino terus menggenggam tangan Tami kuat,tak sedetikpun dia melepaskan nya..
Dokter dan perawat pun mengelilingi Tami..
" yank..... tolong bertahan demi ak-u" ucap Vino terbata sambil menitikkan air mata nya,baru kali ini Vino terlihat lemah di hadapan Tami,baru kali ini Vino menitikkan air mata nya...
" sus,,semua persiapan sudah selesai?" tanya sang dokter yang sedang memeriksa denyut nadi Tami semakin melemah...
" sudah dok"
" Yank.... bertahan" ucap Vino mengiringi tami yang sudah terdiam menutup mata nya
" buk...buka mata nya" perintah Sang perawat sambil mendorong brangkar Tami keluar dari ruangan tapi tak ada pergerakan dari Tami
" yank....sayang...jangan bercanda" teriak Vino menepuk pipi Tami yang terlihat pucat
belum sempat Brangkar di dorong keluar dokter sudah menghentikan langkah kaki perawat karena melihat Tami yang tak bergerak lagi....
__ADS_1
Dokter segera memeriksa denyut Nadi nya dan menggelengkan kepala,,,
" maaf sudah tak ada harapan" ucap Sang dokter lemah
" Tami...." tangis Vino pecah seketika
" Tidak.....Tami...." pekik Mama Tami tersentak kaget...
" ma.....kenapa? kamu melamun" ucap papa Tami menepuk pipi istrinya yang melamun,papa Tami baru datang,tadi dia harus menyelesaikan urusan nya dulu di kantor sebelum berangkat ke rumah sakit untuk melihat cucu pertama nya lahir...
" pa....Tami" ucap Mama nya memeluk kuat dan menangis di dada suaminya
" sudah...Tami dan cucu ku anak yang kuat,jangan terlalu khawatir...."
benar saja dokter keluar dari ruangan bersalin...
" bagaiman dok?" tanya Mama Vino
" Alhamdulillah,,,anak pertama mereka perempuan cantik,ibu dan bayi nya sehat....sekali lagi selamat dengan kedatangan Anggota baru kalian" ucap sang dokter yang cukup mengenal keluarga mereka,mulai dari persalinan Arini,Naura,dan Intan di tangani oleh dokter cantik ini.....
Dari Bagas,Arkan serta Bram memiliki dokter perempuan untuk menangani istri mereka begitu juga Vino atas rekomendasi dari Bagas Cs...
__ADS_1
semua tersenyum mendengar kabar dari Sang dokter,,,