
"percuma saja aku menggombali nya dari tadi tetapi tidak ada peka-peka nya,serba salah aku" batin Bagas
" bakalan nambah lagi jadwal puasaku" lanjutnya
waktu menunjukan pukul 11 malam,Arini tertidur dengan Daffa di sebelah nya,Bagas masih juga belum bisa tertidur
diambilnya Daffa dan di letakkan nya di box bayi mereka,di peluk nya Arini dari belakang,di gosok nya pelan Paha Arini,tetapi.tidak ada juga reaksi dari Arini sedangkan punya nya sudah mengeras dari tadi
" yank....bangun yank" bisik Bagas
" hmmmm" jawab Arini, sebenarnya Arini sudah merasakan dari bagas memindahkan Daffa tadi hanya dia pura-pura tertidur nyenyak dia ingin melihat Bagaimana Bagas membujuk nya.karena akhir-akhir ini Arini jadi lebih ingin Bagas bersikap romantis
" sayang,, bangun sebentar saja,aku audah tidak tahan"
" yank...." Bagas menggosok lengan Arini lembut
Arini mengeliatkan tubuh nya dan perlahan membuka mata,,
" mana baju mu pih?" tanya Arini yang melihat suaminya sudah bertelanjang dada,dan hanya memakai boxer
" yank,,janji mu siang tadi mana,aku sudah memberikan mu waktu tidur siang Lo" rajuk Bagas
" tapi kamu membuatku kesal"
" itu kan bukan mau ku, pengasuh sialan itu yang melihat wajah suami mu yang tampan ini" ucap Bagas narsis
" tapi kamu suka kan di lihatnya?" todong Arini
__ADS_1
" sumpah yank,,aku tidak suka" jawab Bagas menggeleng cepat
" aku cuma suka kalau kamu yang memandangiku,yang halal lebih enak yank" rayu Bagas
"boleh ya yank" bujuk Bagas dengan memeluk tubuh Arini dan menciumi wajah nya
" kalau aku bilang tidak boleh bagaimana?" goda Arini
" sudah terlambat yank,tidak bisa lagi di tawar,si boy ku sudah bangun dari tadi" Bagas meraih bibir Arini dan di lumatnya dengan rakus membuat Arini kewalahan mengimbangi nya,tangan Bagas sudah menjalar kemana-mana...
Bagas melucuti semua baju Arini dengan nafas yang memburu,mungkin karena sudah lama menahan hasratnya..
" aku sudah tidak kuat yang,langsung masuk sekarang ya" bisik Bagas mesra
" pelan pih" ucap Arini Lirih karena takut Daffa terbangun
Bagas menutup mulut Arini dengan bibirnya dan bermain pelan di bawah sana
Arini melingkar kan tangan nya di leher Bagas
huhu...huhu...
Deru nafas mereka saat sama-sama mendapatkan pelepasan,Bagas mencium kening Arini mesra
" sudah ya pih,," ucap Arini
" masa cuma sekali yank,aku kan masih kangen...sekali lagi ya" bujuk Bagas mengangkat Arini di atas tubuh nya
__ADS_1
mau tidak mau Arini menuruti kemauan suaminya ini,menolak juga percuma...
kali ini Arini yang memimpin permainan,membuat Bagas merem melek di bawah sana dengan tangan memainkan dua gunung kembar yang sudah di kuasai oleh Anak nya itu..
" huh......." desah Bagas saat mendapat kan pelepasan kedua
Arini segera bangkit dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
" pih...tolong ambilkan aku minum satu gelas" ucap Arini saat sudah keluar dari kamar mandi
Bagas segera meraih boxer nya tadi dan keluar untuk mengambil minum,Arini mengeluarkan beberapa pil KB yang di belinya
" apa itu yank?" tanya Bagas melihat Arini mengeluarkan banyak pil
" postcoital pill pih" jawab Arini sambil meneguk pil nya
Bagas mengerutkan alis nya tanda tidak mengerti
"Pil KB darurat (Pil Keluarga Berencana Darurat) aku beli buat jaga-jaga saja,soalnya belum sempat konsultasi ke kamu maunya KB apa,soalnya todak mungkin aku hamil dengan kondisi Daffa masih bayi" jawab Arini
" iya...aku lupa yank,besok aku temani kamu ke rumah sakit untuk konsultasi pemasangan KB,aku nggak mau kamu hamil lagi yank,takut.... ucap Bagas memeluk Arini
***
jangan terlalu di hayati ya....takut puasanya Batal.. Author aja nulisnya dag dig dug takut-takut mengkhayal yang tidak-tidak....hahahha 😂😂😂
selamat menunaikan ibadah puasa buat yang menjalankan
__ADS_1