
" maaf.....maaf kan aku" ucap Monica menunduk
" aku tak pernah menggangu milik mu,kau sudah mencampakkan nya dan aku yang memungut nya saat itu,dan saat ini kau menginginkan nya lagi" ucap Intan berapi-api
" yank..kau salah paham" Bram mencoba menenangkan Intan
" salah paham bagaimana,,coba kau jelaskan jika aku di peluk oleh lelaki lain apa kamu mau di berikan pengertian salah paham...!!" bentak Intan membuat Bram terdiam,Bram menyadari kalau dia memang tak pernah di buat cemburu oleh Intan bukan karena Intan tak mempunyai mantan pacar tetapi Intan sangat menjaga dirinya untuk bergaul dengan lawan jenis kalau bukan Vino,Arkan,Aska,Rangga dan Papi Bagas Intan tak memiliki teman bicara lelaki selain mereka..
Intan sangat menjaga dirinya karena dia seorang istri dari pengusaha besar...
selama mereka menikah baru kali ini intan meluapkan emosi nya, biasanya Intan selau santai menghadapi pelakor,tapi kesabaran nya telah habis melihat suaminya di peluk wanita lain dan tak menolak sedikit pun..
" aku bisa jelaskan yank" ujar Bram lembut
" aku hanya meminta maaf pada suami mu, tidak ada hal lain" jelas Monica mengiba
__ADS_1
" kau kira aku wanita bodoh,,kau meminta maaf lalu meminta belas kasihan suamiku agar bisa masuk kedalam keluarga kami,,,kau salah orang Nyonya,,aku bukan perempuan yang gampang kau kalah kan dan memberikan milik ku suka rela pada wanita lain....mati pun aku siap jika itu menyangkut keluarga ku,hak anak-anak ku" tekan Intan
Bram tersadar dengan ucapan Istrinya,dia memang salah tak menolak pelukan Monica hanya karena merasa iba,tapi dia tak menyangka rasa iba itu yang nantinya akan menjadi mala petaka untuk rumah tangga nya...
" saat ini aku tanya kan pada mu mas,pilih aku atau dia"tunjuk Intan pada Monica dengan tatapan membunuh
" kamu gila yank,jelas kamu lah" jawab Bram cepat
" kau dengar...aku tak ingin bermain-main dengan perempuan seperti mu karena kau bukan level ku"tegas Intan lalu menghentakkan kaki nya dan pergi dari hadapan Monica
" yank, dengar kan aku" ucap Bram mengejar Intan yang menuju kamar mereka
Vino sempat melihat Bram mengejar Intan,dan Vino ingin berlari menemui adik nya...dia sempat melihat raut wajah sedih Intan
" jangan..biarkan mereka menyelesaikan urusan rumah tangga nya sendiri,kita membantu jika di butuhkan.. mencampuri privasi orang lain tak baik, meskipun dia adikmu" ujar Bagas menarik tangan Vino
__ADS_1
" tapi Mas-"
" Bram lelaki dewasa,aku kenal dia jauh dari kalian mengenal nya,dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri" Bagas berusaha menyakini Vino
" kak...beri mereka waktu,aku tau kamu menyayangi Intan,tapi saat ini Intan adalah seorang istri,Om Bram lebih berhak dari pada kita, selagi Om Bram tak berbuat kasar dan main tangan kita tidak berhak ikut campur" ucap Tami mengingatkan suaminya
Akhirnya Vino lebih memilih mengalah membiarkan adiknya menyelesaikan masalah dengan cara mereka..
" yank...aku bisa jelas kan semua nya" mohon Bram saat mereka sampai di kamar hotel
" mas..aku kesini untuk liburan bukan ini yang aku inginkan" ucap Intan
" aku tau yank,,aku juga ingin kita bersenang-senang tapi aku juga tak bisa menebak apa yang terjadi kedepannya nya, kalau aku tau dia di sini,lebih baik menolak untuk pergi"
" jangan bicara apa pun pada ku,saat ini aku ingin menenangkan diri" ucap Intan masuk kedalam kamar mandi
__ADS_1
berendam salah satu cara yang di pilih Intan untuk menenangkan Fikiran nya sejenak...