Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
belum jodoh


__ADS_3

sedangkan pasangan pengantin lama ini sedang menikmati waktu berdua mereka menjelajahi tepi pantai.,becanda bermesraan berdua...



" bun.....aku terkadang masih tak percaya kalau bisa jatuh di pelukan remaja seperti mu,bahkan saat ini sudah ada Daffa di tengah-tengah kita" ucap Bagas merangkul Arini


" bukan hanya kamu yang tak percaya pih,aku juga,dulu aku punya cita-cita menikah setelah lulus kuliah,tapi saat mengenal mu aku sudah punya firasat bakal menikah muda" ujar Arini mengeratkan Pelukan nya di pinggang Bagas


" kuat sekali Firasat mu bun" cebik Bagas


" bagaimana tidak kuat setiap kali bertemu kamu selalu mencium ku,untung saja aku masih bisa tahan,,,,kalau tidak bisa tekdung duluan aku" kesal Arini melihat betapa agresif nya Bagas dulu


" aku masih kuat Iman bun,, tidak akan mungkin aku melakukan sebelum menikahi mu,dan lagi aku juga takut akan karma,aku mempunyai Naura yang harus aku jaga,aku tidak ingin Naura yang menanggung dosa yang tidak di perbuatanya"jelas Bagas


" ini lah yang membuat ku semakin mencintai mu pih,kamu pria bertanggung jawab, walaupun usia kita terpaut jauh itu bukan halangan untuk saling setia buat ku,pih aku hanya ingin di saat mata ku terpejam dan terbuka kau orang pertama dan terakhir yang selalu ada" bisik Arini pada Bagas


Perjalan mereka terhenti sejenak dan menepi di bawah pohon Rindang,Arini menyandarkan kepala nya di bahu Kekar Bagas


" saat ini kita sudah menjadi orang tua,bahkan opa dan oma untuk penerus keturunan kita,aku minta kamu jangan pernah berubah bun,selalu begini, selalu menjadi penenang dalam rumah tangga kita, selalu menjadi panutan untuk anak dan cucu kita" ucap Bagas menggosok pucuk kepala Istri tercinta nya ini


" selalu ingat kan aku kalau berbuat kesalahan pih, selalu bimbing aku untuk menjadi istri Sholeha"


" pasti...kita belajar sama-sama bun menjadi orang tua yang baik" cium Bagas di kening Arini


****


" kemana by?" tanya Naura


" yank,,selama ini kita tidak pernah makan romantis.....kali ini aku ingin hari ini spesial untuk kita berdua" ucap Arkan membawa Naura pada hamparan pasir luas yang sudah di hiasi taburan bunga...


__ADS_1


" kapan kau membuat nya by?" tanya Naura tersenyum tidak percaya


selama ini yang dia tau kalau suaminya ini tidak Romantis tapi kali ini berbeda


" bukan aku yang membuatnya yank tapi aku membayar orang " jawab Arkan jujur


" sudah ku duga" cebik Naura


" tapi tidak masalah kau sudah berusaha untuk berubah lebih romantis sekarang,terimakasih By" ucap Naura Tulus


" ya..apapun akan aku lakukan untuk mu dan Raka,karena kalian adalah harta paling berharga yang aku punya,semoga rumah tangga kita selalu aman dan damai yank tidak ada lagi perkara apa pun karena jujur aku tidak akan siap kehilangan mu" bisik Arkan memeluk Naura dan mengajaknya duduk di kursi yang sudah tersedia....


****


"aku masuk dulu,jangan terlalu lama di sini, tidak baik untuk kesehatan" ucap Vino yang akan meninggalkan Dinda


" tidak ada hubungan nya" cebik Dinda


Vino segera mandi karena cukup gerah dan lengket berada di luar,, setelah itu di berjalan menuju dapur mencari sesuatu yang bisa di makan...



" sedang apa?" tanya Vino yang melihat Tami juga berada di dapur


" membuat capuccino hangat,kakak mau?" tawar Tami


" boleh.....aku tunggu di sana..." tunjuk Vino pada sudut ruangan dan di angguki Tami


Tak lama tami memberikan satu gelas Capucino dan segera beranjak


" mau kemana Tam,di sini saja temani aku ngobrol sejenak" ujar Vino

__ADS_1


Tami duduk di sebuah sofa yang ada di sana


" kenapa tidak kepantai?" tanya Vino membuka Obrolan mereka



" sedang tak ingin kemana-mana kak" jawab Tami pelan


"kak,boleh aku tanya sesuatu?"


" boleh" jawab Vino singkat


" apa kakak pernah merasa kecewa pada pasangan?" tanya Tami


" hmmmm.....setiap orang pasti pernah merasakan kecewa,,aku juga sempat kecewa beberapa waktu lalu" jelas Vino " tapi bukan pada pasangan ku" lanjut nya


" lalu?"


" saat pulang ke kota kelahiran ku, kecewa karena seorang perempuan cantik yang dulu nya pernah menyukaiku sudah punya pasangan,tetapi aku lambat menyadari nya,intinya kecewa pada diri ku sendiri" ungkap Vino


" berarti belum jodoh kak" ucap Tami santai


" ya...mungkin,,,tapi sebelum janur kuning melengkung seperti nya masih bisa di perjuangkan" ujar Vino mengangkat alisnya


" semoga ya kak,,semoga mereka putus" ucap Tami asal


"aku tidak mendo'a mereka pisah tapi aku yakin dia jodoh ku....!! seru Vino menatap pada Tami tajam membuat Tami gugup dan salah tingkah di tatap sedemikan instens....


" hmmmm....." Intan berdehem melihat kakaknya dan Tami yang duduk terlalu dekat tanpa jarak


" mengagetkan ku saja kau nyonya" kesal Tami membuat Intan tertawa terbahak lalu pergi meninggalkan mereka yang sama-sama salah tingkah...

__ADS_1


__ADS_2