Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kumpul


__ADS_3

untuk yang tidak suka,yang suka Tami sama Vino monggo lanjut dibaca 🙏🙏🙏


****


" ngga lepas...." bentak Tami


" jangan melewati batas ngga,aku kesini karena masih menghargai mama mu,tolong jangan buat aku merasa risih" lanjut Tami


" Tam,aku tau kamu masih mencintaiku,ayo kita kembali bersama" mohon Rangga


"ck,, percaya diri sekali kamu,,apa perlu aku siap kan kaca supaya kamu bisa melihat diri mu,apa pantas lelaki seperti mu untuk aku cintai,apa pantas lelaki seperti mu untuk di di pertahankan?" ejek Tami


" tam,,aku tau aku salah,tapi setidak nya beri aku kesempatan tam untuk memperbaiki hubungan kita,aku akan melupakan Dinda sepenuhnya" ucap Rangga berusaha menyakinkan Tami


" kamu belum mengenal ku sepenuhnya ngga, tidak akan ada kesempatan kedua untuk seseorang yang bersalah di hidup ku,karena tidak menutup kemungkinan nantinya kau akan meminta kesempatan ketiga saat belum bisa mencintai ku sepenuh nya" tekan Tami


" tidak aku janji hanya kali ini saja" mohon Rangga


" maaf....aku tidak bisa ngga,,aku pulang" ujar Tami keluar dari ruangan mama Rangga


saat di depan rumah sakit ponsel Tami berbunyi


" assalamualaikum kak" jawab Tami tersenyum mengangkat telepon Vino

__ADS_1


"sudah..aku sedang di rumah sakit, tadi habis menjenguk mama Rangga,tapi saat ini sudah mau pulang,aku mau ke rumah bunda Arini dulu"


" jemput aku di sana saja saat makan siang jika kakak tidak sibuk" sahut Tami


" iya...aku tutup dulu assalamualaikum "Tami menutup ponselnya lalu mencari taksi untuk ke rumah Arini


***


Tami sampai di sana melihat Arini yang sedang bermain bersama Daffa di teras rumah


" Bun...kangen" pekik Tami turun dari taksi dan berjalan memeluk Arini


" sama,,,ayo salim tante tami sayang" ujar Arini mengajar kan Daffa untuk menyalami orang yang lebih tua saat bertemu


" pinter nya kak Daffa" puji Tami saat Daffa dengan menurut ucapan Arini untuk menyalami Tami


" hmmm...kangen aja bun"


" kangen apa mau Curhat? tebak Arini


" hehehe...kok kamu bisa tau bun" cengir Tami


" ekspresi mu mengatakan kalau sedang banyak masalah"

__ADS_1


" kamu sudah bisa jadi psikolog bun,salah jurusan kamu kuliah" canda Tami


" kenapa? mau balikan sama Rangga" olok Arini


" bukan,,,tapi"


" hey....sudah datang?" pekik Intan yang baru masuk ke rumah Arini dengan menenteng kantong makanan


" kok bisa tau tuh nyonya kalau kamu kesini?" tanya Arini


" tadi aku hubungi dia bun, bilang mau main kesini,aku suruh nyonya beliin makanan, sekali-kali palakin bini sultan" ucap Tami terkekeh


" sekali-kali apa nya,,baru kemarin pulang dari Bali,sudah rugi banyak aku...ne mau curhat pake' minta di bawa kan makanan,nggak modal banget datang ke rumah orang"oceh Intan


" hey ....nggak boleh marah-marah ntar cepat tua,kasihan Om Bram nikahin daun muda tapi malah cepat layu" ucap tami terkekeh


" enak aja... amit-amit" cebik Intan


" Naura mana bun?" tanya Intan


" masih di rumah nya,dia nggak tau kalian mau datang,nanti Arkan pergi ke kantor dia juga datang kesini" jawab Arini


" tiap hari dia kesini Bun?" tanya Tami

__ADS_1


" iya,,mana betah Naura di rumah,,"


" ayo masuk....."Ajak Arini menggendong Daffa dan mengajak dua sahabatnya ini masuk


__ADS_2