
beda suasana di kamar pengantin baru ini..
Tami mencoba menetralisir detak jantung nya karena saat ini Vino sedang berbaring di atas paha nya sambil menonton siaran televisi
" yank....kita akan tinggal satu kompleks dengan Mereka" ucap Vino sambil memainkan rambut Tami
" kamu beli rumah di sana kak?" tanya Tami
" tidak,,semalam mereka memberikan. hadiah untuk kita,rumah yang ada di depan Rumah Arkan,jadi kamu bisa tiap hari bertemu sahabat mu itu" jelas Vino
" benarkah?"tanya Tami bahagia
" awalnya aku juga ingin mencari di kompleks itu tetapi sudah keburu di berikan oleh mereka,besok kita akan pindah kesana" ucap Vino
" kamu senang?"
" ya,,sangat senang kak,,aku tak perlu merasa kesepian bila kamu tidak ada di rumah" jawab Tami
Vino menarik tengkuk Tami dan mengusap tangan nya di bibir Tami membuat tami salah tingkah merasakan gerah padahal suhu Ac sudah sangat dingin,Vino mendekat kan bibir mereka,,
__ADS_1
Vino mencium Tami lembut,bibir ini yang dari semalam dia ingin kan,,Tami tak menolak perlakuan Vino ,tangan Vino sudah menyusup masuk ke dalam kaos yang di pakai oleh Tami
Vino melepaskan Tautan nya dan mengangkat Tami pindah keranjang lalu membuka seluruh pakaian yang mereka kenakan...
" kak..." ucap Tami pelan
" jangan di tutup,kita sudah halal" ucap Vino mencium Tami sekilas lalu turun ke leher putih Tami membuat detak jantung Tami tak henti-hentinya berdegub kencang...
Ini kali pertama nya tanpa sehelai benang pun di lihat oleh lelaki,tapi Untungnya Vino sudah sah menjadi suaminya...
Tami sudah berusaha mati-matian menahan desahannya
Vino sambil menggigit pelan daun telinga Tami lalu turun ke leher
Tami menutup mata nya menahan sesuatu yang sedang berusaha menerobos di bawah sana..
" kalau sakit katakan,biar aku lepas kan" ucap Vino serak
"jangan di tahan ya yank,aku tak mau menyakiti diri mu"
__ADS_1
" hmmm" Tami berdehem kecil di cengkram nya sprei karena menahan rasa panas oleh ulah Vino
Ada rasa bangga baginya sudah bisa menjaga utuh hal yang paling berharga di dirinya dan saat ini di berikan pada suaminya yang dia cintai...
Vino menggerakkan pinggulnya pelan,agar Tami tak terlalu merasa kan sakit
desahan Tami menggema menahan rasa sakit yang lama kelamaan menjadi nikmat
Vino pun merasakan nya,,lalu sedikit mempercepat gerakan nya sambil terus menciumi bibir Tami, saat merasakan akan mengeluarkan sesuatu di bawah sana dia menekan dengan kuat
" ka-k...pelan...."sudah beberapa kali Tami tersentak kaget karena ulah vino
" maaf......." Vino menekan kuat miliknya yang sudah keluar
Vino ambruk di atas tubuh Tami dan menggigit pelan leher istrinya itu,,,akhirnya malam ini perjuangan nya berhasil tanpa gangguan tiga cecunguk tersebut....
"hilang sudah" batin Tami
" Cup" satu kecupan mendarat di kening Tami
__ADS_1
"kamu sangat cantik, terimakasih sudah memberikan nya untuk ku" ucap Vino menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan memeluk Tami....
sepasang pengantin baru ini tertidur lelap setelah aktivitas panas mereka...