Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
pernikahan


__ADS_3

" ma..aku sakit apa?" tanya Intan melihat mama nya masuk kedalam ruangan nya


" Om Bram..." panggil Arini melihat Bram berjalan di belakang mama Intan sedangkan Intan sendiri sempat bengong karena tidak tau kalau lelaki tampan yang beberapa hari ini membuat hidup nya tidak tenang datang bersama dengan mama nya


" dari mana om tau Intan di rawat?" tanya Arini


" dari suami mu,tadi dia menghubungi ku" jawab Om Bram lirih


" uupsss...maaf Ntan,mas Bagas mulai ember" gumam Arini kesal terhadap suaminya itu


" tidak masalah Rin, justru suami mu lah yang telah menyelamatkan situasi ini" ucap Mama Intan


Arini dan Intan saling berpandangan tidak mengerti maksud dari perkataan tersebut


"ma..aku sakit apa?" tanya Intan lagi


" sayang,,hanya ada masalah kecil di rahim mu" jelas Mama nya


" tetapi kenapa terasa sangat sakit sewaktu haid" ucap Intan pelan karena malu bila terdengar oleh Bram dan papa nya


" nanti akan di tangani oleh dokter" ujar mama nya lagi


" saat ini bagaimana rasa nya?" tanya Arini


" sudah mendingan" jawab intan Singkat


" kalau begitu aku sudah bisa pulang,besok akan kemari lagi,, kasihan Daffa aku tinggal terlalu lama" pamit Arini


" makasih ya bun,sudah mau jaga in aku tadi" ucap Intan lemah

__ADS_1


" iya...jangan lupa makan,dan obat nya di minum,semoga kamu cepat sembuh ya,kita bisa kumpul lagi,bentar lagi Naura mau melahirkan Lo ntan,nggak seru kalau kita nggak kumpul" seru Arini mengingat


" oke bun.... sekali lagi terimakasih" Arini memeluk Intan dan pamit pada mama dan papa nya serta Om Bram


"ntan...mama sama papa tinggal dulu,kalian selesai kan masalah nya,papa sudah memberikan restu" Bisik mama Intan membuat Intan tersenyum tak percaya kenapa secepat itu mendapat kan restu papa nya


ingin bertanya tetapi Bram sedang duduk memandang diri nya..


" ayo pa..." tarik mama Intan


" kenapa harus keluar ma,di dalam saja" tolak papa Intan


" jangan menarik lagi kata-kata mu tadi pa,ayo keluar temani mama mencari makanan" ucap Mama Intan memaksa


" ma....."


akhirnya kali ini papa Intan mengalah untuk keluar ruangan


" sayang....." panggil Bram lirih


" yank...." panggil nya lagi membuyarkan lamunan Intan


" hmmmm" jawab Intan malu karena sudah seminggu dia tidak bertemu dengan kekasih nya ini


" kenapa tidak memberitahu ku kalau kamu sedang sakit,aku benar-benar mencemaskan mu" ucap Bram mendekati Intan dan mencium tangan nya


" om....." ucap Intan menarik tangan nya dia takut kalau ada yang melihat


" jangan takut kita akan segera menikah"

__ADS_1


" dari mana om bisa bicara sebegitu yakin nya"


" ya..karena aku mencintaimu,jadi aku pastikan akan menikahi mu secepatnya..." jawab Bram yakin


" kenapa tidak mengabari ku seminggu ini,aku benar-benar tidak bisa tenang yank"


" om,,kenapa papa bisa memberikan mu restu begitu cepat,apa yang telah terjadi?" tanya Intan penasaran


" apa ada sesuatu yang serius terjadi pada ku?" lanjut nya


" tidak.....mungkin saja penyakitmu ada untungnya buat ku,karena itu kita bisa menikah secepatnya,tetapi setelah menikah kau harus berjanji harus mengikuti pengobatan nya yank"


" aku sakit parah om?"


" tidak,,hanya ada sedikit yang perlu di tangani...jangan cemas aku akan selalu ada di samping mu,aku akan selalu menemani mu kemana pun kau pergi" ucap Bram menarik Intan kedalam pelukannya


" jadi kapan kau ingin kita menikah?" tanya Bram


" kalau mama dan papa sudah merestui aku mengikut saja"


" bagaiman kalau minggu depan?" tanya Bram


" kenapa cepat sekali..!!" protes Intan terkejut


" aku tidak ingin berlama-lama lagi sayang,ijab qobul saja dulu, resepsi menyusul setelah Naura melahirkan,kau pasti ingin dia datang di hari penting mu kan?"


" baiklah...aku mengikut saja,semoga aku bisa keluar cepat dari rumah sakit ini"


" makan yang banyak dan minum obat nya,agar lusa sudah bisa keluar mempersiapkan pernikahan kita" peluk Bram erat

__ADS_1


__ADS_2