Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
di pecat


__ADS_3

" bik sumi.....bik....." pekik Bagas murka


" iya tuan..." jawab Bik Sumi gemetar melihat wajah Bagas yang memerah karena marah


" bantu dia menyusun bajunya,dan antar kan dia keluar menunggu taksi,pastikan dia keluar dari rumah ku hari ini juga,,,soal gaji nanti aku kirim kan ke yayasan mu" tegas Bagas tak mau ada yang membantah


" maaf kan saya pak...buk...tolong kasihani saya,saya tulang punggung keluarga di kampung buk" ucap Mayang memohon di kaki Arini


sebenarnya rasa iba Arini lebih besar dari pada rasa kesalnya,tetapi dia harus bersikap tegas,tidak ingin rumah tangga nya hancur berantakan,,dia masih muda....masih panjang perjalanan hidup nya dan Bagas...


" maaf aku tidak bisa mentolerir mu,awal kau masuk kerumah kami,aku masih bisa memaklumi mu karena baru pertama kali melihat dan langsung mengagumi suamiku tetapi makin kesini kau makin menjadi,sekarang tinggalkan rumah kami" ucap Arini berjalan mengambil Daffa dan masuk kedalam kamar


Mayang menangis sesenggukan,dan berjalan ke arah kamar nya untuk merapikan semua baju


" sudah....dari awal sudah aku peringatkan,jangan membuat Keluarga mu tidak bisa makan di kampung,kau masih juga tak mendengar sekarang kau harus terima konsekuensi dari semua perbuatan mu" ucap Bik Sumi


" Bu Arini orang yang baik,berapa kali dia memergoki mu melirik suaminya tapi masih dia maklumi tapi kau makin tak tau diri,maaf...aku tak bisa membantu mu...."


" tidak apa bik,memang aku yang salah,sampaikan maaf ku untuk keluarga ini, terutama ibu Arini,aku sempat menyukai suaminya" ucap Mayang terisak

__ADS_1


Bik Sumi mengantar mayang sampai keluar dan menunggunya sampai menaiki taksi


" malang sekali nasib mu Mayang,," gumam Bik Sumi pelan


***


Bagas masuk kedalam kamar,melihat Arini sedang duduk di ranjang sambil menyusui Baby Daffa yang baru bangun


" yank...kenapa jadi kesal dengan ku" tanya Bagas


Arini masih diam tak bergeming


" Yank.....maaf kan aku,nanti akan aku carikan pengasuh yang tua saja" sesal Bagas


" Bagaimana dengan kuliah mu??"tanya Bagas


" aku akan mengambil jalur khusus untuk kuliah di hari Jum'at,Sabtu dan Minggu saja,saat Aku kuliah kamu harus menjaga Daffa...aku tidak ingin ada pengasuh lagi" ujar Arini keras


" baiklah kalau memang begitu mau mu,akan aku turuti" ucap Bagas patuh

__ADS_1


****


malam ini Arini tengah menidurkan Daffa di ranjang mereka


" sayang...maaf kan aku" ucap Bagas masih merengek di belakang punggung Arini


" sudah lah pi,aku tak ingin lagi membahasnya membuat hati ku kesal" ujar Arini terus menyusui Daffa


" yank,,lain kali apa pun yang akan aku perbuat pasti akan meminta persetujuan mu,aku tidak ingin kualat" bujuk Bagas


" alah... sekarang saja baru bilang nya begitu, kemarin-kemarin kemana aja kamu,untung saja nggak keterusan tu pengasuh,kalau nggak kamu bisa-bisa kepincut" geram Arini mengingat peristiwa tadi


" ya allah yank tuduhan mu seperti aku ini lelaki hidung belang saja,,coba lah kamu lihat perjuangan ku yank,kamu rasakan...jangan hanya aku saja yang selalu berjuang untuk mu, sekali-sekali apa salah nya kamu yang merasakan cemburu" ungkap Bagas


" jadi kamu ingin aku cemburu?" tukas Arini mulai memanas


" bukan cemburu tandanya cinta,jadi apa salah sesekali kamu yang cemburu yank"


" jadi selama ini kurang pembuktian kalau aku mencintaimu, dengan ada nya Daffa di tengah-tengah kita kamu belum juga merasakan kalau aku mencintaimu" ucap Arini sedikit emosi

__ADS_1


" tidak...aku yakin kamu mencintai ku,tetapi aku juga ingin kau perjuangkan yank,biar aku bukan menjadi pemain pasif,cinta ku terlalu kuat untuk kamu yank,membuat aku takut...takut akan kehilangan mu" Bagas memeluk Arini


" kalau aku tidak cemburu tidak mungkin aku bisa bereaksi seperti tadi,sudah lah pi,,aku lagi tidak ingin berdebat dengan mu...hanya membuang energi ku saja" Arini meletakan Daffa do box Bayi nya lalu,tidur berbaring memunggungi Bagas


__ADS_2