
malam ini semua berkumpul untuk makan malam,,,semua hening tidak ada suara,,serasa aneh bagi Arini karena biasanya semua akan heboh dengan candaan nya masing-masing..
Intan sudah menceritakan pada Bram apa yang terjadi dengan Tami dan Rangga,saat ini misi Bram ingin mendekatkan Kakak ipar nya ini pada Tami...
selepas makan malam Bram mengajak Bagas dan Arkan untuk mengobrol di balkon atas Villa sedangkan Arini dan Naura serta Intan lebih memilih bermain dengan Daffa dan Raka,Tami sendiri saat ini sedang menyendiri di sudut Villa....
" malam ini Bintang nya indah Lo Tam,mau aku temani jalan-jalan" ucap Vino yang baru datang melihat Tami menyendiri
" angin malam tidak bagus kak untuk kesehatan" ujar Tami
" pake jaket mu,hanya sebentar" ajak Vino
Vino dan Tami berjalan mengelilingi pinggir laut,,,
" kak,,jika kau dikecewakan oleh pasangan mu apa yang akan kau lakukan?" tanya Tami
" hmmm....cuma dua pilihan melepaskan atau mempertahankan" jawab Vino
" tapi itu jika kau mampu" lanjut Vino
" itu yang belum bisa aku lakukan kak, separuh hati ku mengatakan mampu dan separuh lagi tidak"
" itu karena kau belum mencobanya,coba lepaskan dengan ikhlas,pasti akan lebih tenang....lebih baik melepaskan jika tidak merasa nyaman" ucap vino menatap Tami
" saran kakak sepertinya harus di coba" ujar Tami
" jika berhasil temui aku"
" untuk?" tanya Tami singkat
"mengobati yang terluka" sahut Vino menepuk pundak Tami
tak terasa mereka terus berjalan dan tampak di ujung jalan Dinda dan Rangga sedang bicara,Tami mengalihkan pandangannya
" ayo kita kembali ke Villa kak, seperti nya sudah malam" ucap Tami mengalihkan pandangan nya lalu putar balik arah,Vino mengikuti langkah kaki Tami dari belakang, sesekali menatap kebelakang terlihat Dinda memeluk Rangga...
***
" ngga maafkan aku karna egois ingin memiliki mu,aku akan berusaha melepaskan mu ngga" ucap dinda lirih
" memang seharusnya begitu Din,anggap saja antara kita tidak pernah terjadi apa-apa" sahut Rangga
" tapi aku ada satu permintaan pada mu?"
"apa?" tanya Rangga
__ADS_1
" selama di Bali temani aku ngga,, setelah di kota mu aku janji tak akan pernah mengganggu mu lagi,aku hanya ingin mengingat kebersamaan kita dulu,,,hanya di Bali ngga,tidak lama...." mohon Dinda
Rangga berpikir sejenak,hanya beberapa hari ini dia menemani Dinda, sepulang dari Bali dia akan memperbaiki hubungan nya bersama Tami dan akan melamar Tami langsung..
Rangga beranggapan ini sebagai penebus kesalahan mama nya...
" baiklah..hanya di sini saja, selepas itu kau dan aku tidak saling mengenal" ucap Rangga
" terimakasih ngga" Dinda memeluk Rangga
" kalau selama disini kau memang tak menginginkan ku kembali aku akan rela melepaskan mu" batin Dinda menitikkan air mata
cinta nya begitu besar pada Rangga karena Rangga merupakan lelaki pertama yang mengambil ciuman pertama nya dan Rangga lelaki pertama yang berhasil merebut hati nya...
****
" lelah?"tanya Vino dan diangguki oleh Tami
" temani aku nonton drakor kak" ucap Tami
" nanti baper...!!!" seru Vino
"kalau baper pinjam bahu mu untuk menangis" cebik Tami
" baiklah,aku ambil Laptop nya dulu,kamu tunggu di sana...." tunjuk Vino pada Sofa
" aku ganti baju dulu kak,ini sudah bau asap,tadi banyak api unggun di sana" ucap Tami masuk kedalam kamar....
Tami memilih Film drakor kesukaan nya,lalu memutar...
" cari yang komedi saja..aku tak ingin kesedihan mu berlarut.....besok kau akan seperti Zombie jika menangis" canda Vino
akhirnya Tami memutar film romantis komedi...
" kak...apa kau pernah pacaran?" tanya Tami
" pernah,, hanya beberapa kali"
" putus atau masih?" tanya Tami penasaran karena lelaki dewasa ini tidak pernah terlihat menggandeng wanita
" putus,,dia berselingkuh" jawab Vino lemah
" hmmm...kenapa seringkali dalam hubungan percintaan selalu ada perselingkuhan"
" kalau bukan selingkuh apa lagi,mendua???sama saja..." cebik Vino
__ADS_1
" Tam...boleh aku tau kenapa kau mau di jodohkan dengan Rangga?" tanya Vino
" awalnya aku ragu kak,ragu kalau Rangga tidak bisa Move on dari Naura ternyata aku salah,bukan Naura Perempuan yang di cintai Rangga saat ini tetapi...."
" sudah..jangan di teruskan jika tak sanggup" potong Vino
" hmm.... ternyata aku orang ketiga kak" ucap Tami lirih
" maksud mu?"
" aku orang ketiga dalam hubungan Rangga dan Dinda,mereka sepasang kekasih"
" sudah ku duga" gumam Vino pelan
" jadi sekarang bagaimana hubungan kalian?" tanya Vino
" belum ada kejelasan,aku menunggu Rangga untuk menjelaskan nya tetapi sampai saat ini dia tak menemui ku malah makin asik bersama Dinda, berarti memang dia terpaksa menerima perjodohan ini" jelas Tami
" jika kalian berpisah apa kau siap?"
" siap tak siap,mulai hari ini aku harus mempersiapkan hati agar tak rapuh,aku harus mempersiapkan jiwa agar tak guncang...jika Rangga tak mau melepaskan ku,aku yang akan melepaskan nya" tegas Tami
" boleh aku bantu?" tanya Vino
" maksud kakak?" tanya balik Tami dengan menautkan alisnya
" membantu mu agar kau siap dan tak rapuh,bisa kita bersahabat?" tanya Vino memberikan tangan nya
" baiklah mulai saat ini kita bersahabat" jawab Tami tersenyum membalas jabatan tangan Vino
" jika ingin curhat kau bisa hubungi aku,kesini kan ponselmu" pinta Vino
Tami memberikan ponselnya dan Vino mencatat nomer nya lalu menyimpan nya dan menghubungi ponsel nya sendiri agar bisa menyimpan nomer Tami..
tanpa mereka ketahui Intan dan Bram mengintip mereka
Intan tersenyum melihat cara Vino mencoba mendekati Tami,jujur di hati Intan lebih lega melihat Tami berdekatan dengan kakak nya karena dia tau Vino tak pernah bermain-main dengan wanita....
" ayo yank masuk,,,sudah malam..." bisik Bram
" sebentar lagi mas"
" nanti ketahuan kak Vino bisa malu,biarkan mereka dekat dengan sendiri nya" ujar Bram menarik Intan
"aku masih ingin melihat mereka" sanggah Intan
" nanti kalau ketahuan membuat gagal rencana kita mendekat kan mereka" tekan Bram
__ADS_1
" alasan saja...... bilang saja kalau kau sudah tak tahan" kesal Intan mencubit kecil pinggang Bram
"aww.... kamu sudah tau tapi tak juga peka,ayo.....!!!!" kali ini Bram menggendong Intan masuk kedalam kamar