Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan Keluarga


__ADS_3

terkadang kesalahan dalam penulisan tidak di sengaja, menciptakan suatu novel membutuhkan pemikiran yang cukup menguras energi ya say....


kalau yang bilang bertele-tele itu memang di sengaja kalau langsung ke inti setiap novel nggak akan ada gregetnya trus juga cepat tamat....kalau mau nya alur cerita nya singkat berarti bukan novel baca aja cerpen...bukan nya baper atau nggak terima masukan ya...!!!!


kalau nggak mau cerita nya bertele-tele beberapa part lagi saya tamat kan...


***


sesampainya di rumah Arini segera melihat sang buah hatinya


" ma,,Daffa rewel??" tanya Arini melihat Daffa sedang tertidur anteng di atas kasur tidur yang di bentangkan oma nya


" tidak...dia cucu ku yang baik" ucap Oma


" kenapa tidak pulang bersama bagas saja Rin?" tanya oma


" takut Daffa rewel,karena baru kali ini aku tinggal,aku ganti pakaian sebentar ma" jawab Arini berjalan ke kamarnya


selesai mengganti pakaian nya Arini keluar untuk mengambil Daffa..


Naura dan Bagas pulang bersama dan langsung mendekat pada Arini yang sedang menggendong Daffa

__ADS_1


Bagas mencium kening Arini dan Daffa


" hey.... bersih-bersih dulu baru boleh gendong Daffa" ucap Arini saat Naura hendak mengendong adiknya


" bentar aja bun" rengek Naura


" nggak-nggak....biasakan dulu membersihkan diri,kulit bayi tidak sama dengan kita,mereka masih rentan terkena penyakit,,,dari pagi kamu keluar sampai sore berapa banyak kuman yang menempel di baju,sudah sana bersih-bersih dulu,papi juga" omel Arini membuat kedua nya segera masuk ke dalam kamar


***


" Gimana hubungan kamu dan Arkan ra?" tanya Oma setelah mereka makan malam


" oh ya.... Alhamdulillah,berarti secepatnya kalian akan menikah"


" kamu mulai sekarang harus belajar masak ra dari bunda mu,karena seperti yang pernah oma bilang, seorang istri harus bisa melayani suami" lanjut Oma


" iya oma,,bun minggu besok ajarin aku masak ya?" pinta Naura


" iya,sabtu kita belanja ke Supermarket" jawab Arini sambil menggendong baby Daffa


" setelah menikah kamu akan tinggal bersama Arkan,,tidak rela rasa nya oma berpisah dengan mu,tapi mau bagaimana lagi kamu harus mengikuti suamimu"

__ADS_1


"hufff...." oma menarik nafas berat


" tidak terasa oma sudah semakin tua,oma ingin kalian cepat punya anak agar oma bisa merasakan punya cicit,dan kamu Arini secepatnya beri Daffa adik" ujar oma


" apa???yang ini saja belum selesai ma,sudah mau nambah adik saja,aku tidak setuju,biar lah Naura saja yang memiliki anak,Arini tidak usah lagi,aku takut" bantah Bagas


" kenapa??biar rumah ini ramai,oma jadi tidak kesepian di tinggalkan Naura" ucap Oma sedikit marah


" nggak.... nggak...aku nggak setuju pokoknya" kesal Bagas


" tunggu Daffa besar dulu ya ma,untuk saat ini kita fokus saja pada Naura" Arini memberikan pengertian pada mertuanya ini


" kok aku bun,nikah aja belum...udah ngomongin anak aja" protes Naura


" ya....kalau udah nikah ra,sekarang mah jangan" jawab Arini


" kalau aku tinggal di sini aja sudah menikah gimana ma?" tanya Naura


" semua tergantung Arkan,jika dia tidak keberatan oma juga sangat suka,kalau kamu sudah menjadi istri semua yang di katakan suami tidak boleh di bantah,karena Ridho istri ada pada suaminya, sebelum menikah kamu harus banyak belajar ra,kurangi sifat manja mu,karena pernikahan itu bukan mainan,kalau bisa hanya sekali seumur hidup" nasehat Oma....


obrolan Keluarga malam ini di tutup dengan tangisan Baby Daffa yang kehausan...

__ADS_1


__ADS_2