Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
mengungkapkan


__ADS_3

Vino datang dan menunggu di luar,,dilihatnya dari jendela kalau Tami masih bicara pada Rangga,Vino tidak mau mengganggu karena ini rumah sakit kehadiran nya akan menggangu mama Rangga dan akan memperkeruh suasana,dia menunggu Tami do luar...



Tami melirik jam tangan nya sudah hampir satu jam dari Vino menelpon tapi tak kunjung datang Tami keluar dari ruangan mama Rangga berniat menghubungi Vino


" kak....kapan kamu sampai?" tanya Tami


" baru saja" bohong Vino tak mau kalau Tami merasa bersalah karena dia menunggu di luar


" kenapa tidak menghubungiku?"


" baru juga datang,sudah selesai?" tanya Vino


" aku pamit dulu pada Rangga" Tami masuk kedalam


" ngga,,aku pamit dulu,kalau mama mu sadar sampaikan pada nya salam ku,besok aku akan datang kembali" ujar Tami pamit


ingin rasa nya Rangga menarik Tami dan memeluk nya tetapi itu tidak mungkin pasti Tami akan menolak nya,hanya akan menimbulkan keributan..Rangga hanya bisa melihat kepergian Tami..


" kenapa ngeyel sih kak,aku kan bawa mobil" ucap Tami


" aku ingin memastikan kau pulang dalam keadaan baik-baik saja" ujar Vino


" sama saja kan pulang sendiri-sendiri"


" siapa bilang aku tidak bawa mobil,jadi biar aku yang mengantar mu,mobil mu aku pinjam dulu,besok aku antar"ucap Vino


" baiklah ayo pulang" ajak Tami memberikan kunci mobilnya


"Tam,,kita mampir dulu ke taman sebentar" ucap Vino mengarahkan mobilnya ke taman



" cantik ya kak" ucap Tami saat mereka berjalan kaki mengelilingi taman

__ADS_1


" ya..sama cantik nya dengan kamu"sahut Vino


wajah Tami merona malu


" kamu nggak di cari in mama kamu Tam?" ucap Vino


" nggak,dia tau kok kalau aku pergi kerumah sakit tadi" ujar Tami


" bukan..bukan itu"


" terus???"


" kamu nggak di cari in sama mama kamu karna tiap hari lari-lari di pikiran aku" gombal Vino


" hmmmm" Tami menautkan kedua alisnya


" Tam,,,kamu nggak merasa dari kita di Bali aku sudah mendekat kan diri pada mu"


" iya..kita kan sudah jadi Sahabat" sahut Tami


" maksud kakak" jantung Tami sudah berdegub kencang


" kamu pernah bilang akan menerima lelaki yang membuat jantung mu berdegub kencang,akan menerima lelaki yang setia,aku menawarkan kesetiaan pada mu,apa aku mampu membuat jantung mu berdegub kencang" ucap Vino mendekat kan wajah nya pada Tami


" kak......"ujar Tami gugup


" hmmm....aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anak ku Tam,apa kau bersedia?" ucap Vino berlutut


" kak..banyak orang..malu" ujar Tami pelan


" jawab dulu,,"


" bukan kah kau sedang mengejar perempuan lain,kenapa jadi begini kak,jangan bilang kau di tolak dan menjadikan ku pelarian" tuduh Tami


" hey...kau wanita itu nona,,kau wanita yang sedang ku perjuangkan"

__ADS_1


"apa???kenapa kau tak bilang dari awal" ucap tami terkejut


" kau tak peka,sama saja dengan sifat Intan" kesal Vino


" hahaha...kamu bersahabat jadi sedikit banyak nya ada kesamaan,sudah berdiri,aku tak mau jadi tontonan orang malam ini"


" jawab dulu,," sesak Vino


" nanti aku jawab saat di mobil" ucap Tami menahan malu dan berjalan kearah mobil mereka


" kenapa kakak menyukai ku,apa hanya kasihan?" tanya Tami


" tidak,,aku menyukai mu sudah sejak lama,tetapi tidak berani mengungkapkan nya karena kau sahabat Intan,saat aku menemani Intan ke rumah sakit dia bilang kalau kau juga pernah mengagumi ku dulu" ucap Vino


" Intan tak bisa pegang rahasia" gumam Tami lirih


" jangan marah pada nya,dia berani bicara karena kau sudah punya pasangan saat itu,tetapi siapa sangka kalian putus... berarti kau memang di jodohkan untuk ku"


" ck...percaya diri sekali kakak,aku saja belum menerima mu" Potong Tami


" belum bukan berarti tidak menerima kan?" ujar Vino menaikan alisnya


" hmmmm.... bagaimana ya,,," goda Tami sambil berpikir


" ayo lah tam,jangan menggantung ku begini" desak Vino


" aku tak ingin berurusan dengan masa lalu kak,Trauma...!!!" seru Tami


" aku pastikan tak akan ada masa lalu yang mengganggu,hanya ada masa depan kau dan aku" jawab Vino tegas


" baiklah...aku terima...." ucap Tami menunduk malu


" yes....." pekik Vino bahagia


" terimakasih Tam" Ucap Vino memeluk Tami

__ADS_1


__ADS_2