Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Rindu


__ADS_3

Bram memang berupaya menyelesaikan pekerjaan nya hari ini,karena ingin segera pulang besok,,,jam sudah menunjukkan pukul 8 malam Bram masih berada di lokasi proyek nya....


" seperti nya sudah selesai pak,,selebihnya bisa saja yang handel" ucap Pak Agung rekan Bisnis Bram


" baiklah terimakasih pak Agung,jadi saya tidak perlu kejakarta lagi?" tanya Bram


" untuk saat ini sudah aman,kalau ada kendala kembali akan saya hubungi bapak" jelas Pak Agung


mereka berjabat tangan dan Bram setelah itu Bram pulang ke apartemen nya,Bram masih memiliki apartemen di Jakarta tempat tinggal nya dulu,Bram memang sengaja tidak menjual nya,karna berpikir suatu hari nanti anak nya akan kuliah di Jakarta dan sudah memiliki tempat tinggal...


apalagi hunian di Jakarta semakin mahal,bukan semakin murah..Bram juga yakin dia akan menjejakkan lagi kaki kesini karena masih ada urusan bisnis...


setelah mandi Bram merindukan istrinya, beberapa kali dia menghubungi Intan tapi tidak di jawab dan panggilan ke empat baru Intan mengangkat panggilan VC nya


" kemana saja yank? mas sudah mencemaskan mu,kamu sedang apa?" rentetan pertanyaan di lontar kan Bram saat istrinya mengangkat telpon


" assalamu'alaikum dulu mas" ujar Intan yang masih mengenakan mukena


" iya maaf,,mas terlalu cemas sayang, assalamualaikum istri kesayangan mas.." seru Bram melihat istrinya yang berbalut mukena


" waalaikumsalam suami ku,,," jawab Intan malu-malu


" kenapa pipi mu memerah sayang,sakit?" tanya Bram pura-pura tidak tau,dia sudah mulai hafal dengan kebiasaan istrinya ini bila di goda pipi nya mulai memerah


"tidak..." jawab Intan singkat


" dari mana saja?" tanya Bram lagi


" habis sholat mas,tadi aku sudah chat kamu bilang kalau akan sholat"


" masa'??"


" mungkin belum mas baca"

__ADS_1


" mungkin mas nggak fokus sayang karena terlalu merindukan mu,,kamu sudah makan? bagaimana hasil pemeriksaan nya tadi?" tanya Bram lembut


" sudah.... Alhamdulillah mas sudah sembuh,semua nya sudah membaik"jawab Intan


" Alhamdulillah,mungkin ini lah yang di namakan jodoh yank,hanya dengan perantara sakit mu,papa memberikan restu, padahal sakitnya tidak parah..." ucap Bram tersenyum


" iya mas,kamu harus bersyukur semua jalan kita di mudahkan"


" mas selalu bersyukur,kan sudah mas bilang kalau di setiap do'a mas selalu mensyukuri anugerah terindah yang di berikan tuhan,yaitu kamu..."


" mulai gombalnya,nggak deket nggak jauh gombal mulu"


" tapi kamu suka kan,ini lah yang membuat rasa cinta kita semakin bertambah sayang,kamu tau nggak apa ujian terberat mas saat ini?" tanya Bram serius


" apa???memang nya mas ada masalah ya?" tanya Intan cemas


" iya...ini sudah saat nya mas jujur dengan mu.." ucap Bram bertambah serius


" iya yank,hanya cuma kamu yang bisa membantu nya"


" apa mas,katakan saja...aku akan membantu mu"


" ujian terberat mas saat ini yaitu merasakan rindu karena berjauhan dengan mu" ucap Bram sambil tersenyum


" mas....." pekik Intan kesal di sebrang sana


" yank...mas mengaku kalah dari rindu,benar kata Dilan rindu itu berat,saat ini mas merasakan nya, tidak tau malam ini bisa tidur atau tidak karena cuma di temani guling" cebik Bram


" kamu ya.... kebiasaan,,jangan membuat ku cemas mas,sudah sana tidur..besok pulang jam berapa?" tanya Intan yang sebenarnya juga sangat merindukan suaminya ini,Intan juga tidak tau apa malam ini bisa tidur tanpa pelukan mas Bram nya


" secepatnya yank,sudah nggak tahan pengen ketemu kamu,besok kamu di rumah saja,seharian kita di kamar"


" mulai mesum nya keluar" gumam Intan

__ADS_1


" hehehehe nama nya juga pengantin baru yank,tiap hari juga kuat, yank buka mukena nya,aku mau lihat tubuh kamu" pinta Bram


" nggak ah,besok saja, tunggu kamu pulang,biar tambah kangen" goda Intan


" yah .....yankkk......" rengek Bram tapi tidak di hiraukan oleh Intan,saat di salon tadi Intan sedikit memotong rambut nya dan agar terlihat lebih fresh...


" sudah..ayo tidur mas ku sayang,,,suami ku tercinta...I Love You" ucap Intan mesra


Bram membelalakkan matanya karena tidka percaya dengan apa yang di dengar nya,selama ini dia yang selalu merayu Intan mengeluarkan kata-kata mesra,tapi saat berjauhan begini malah Intan berani menggodanya


" huf.....kenapa harus di saat seperti ini sih yank kamu mengeluarkan kata-kata itu,coba saja berdekatan aku pastikan besok pagi kamu nggak bisa berjalan" ancam Bram


" masa' " ucap Intan dengan senyum menggoda


"tenyata hilang sudah kepolosan istriku" ucap Bram frustasi mengguling-gulingkan badan nya di ranjang


" ini semua kan ajaran kamu mas,malam ini tidur di temani guling dulu ya sayang,jangan berani macam-macam...." goda Intan lagi


" aaakkkkk.....pasti akan sangat menyiksa ku yank, bagaimana kalau aku pulang malam ini?" tanya Bram


" jangan yang aneh-aneh mas,kamu tidak ingin membuat ku janda muda kan,apalagi harta ku banyak,sudah pasti banyak yang mengincarku" canda Intan


" enak saja......aku hantui kamu" ketus Bram


" makan nya tidur sekarang, besok biar bisa pulang dan mengurung ku seharian di kamar"


" baiklah,karena kamu sudah menantang ku,jangan salah kan besok kalau kamu tidak bisa berjalan yank,aku tidak akan memberikan ampun pada mu" ucap Bram penuh penekanan


" sudah dulu ya mas,sholat isya dulu sebelum tidur,,besok subuh aku bangun kan,,selamat malam suami ku tercinta.. assalamualaikum" ucap Intan mengakhiri panggilan mereka


" waalaikumsalam honey....istri tercinta ku" jawab Bram menutup ponselnya dan menarik guling di sebelah nya,,


Bram menghela nafas kasar sesudah menghubungi Intan bukan nya rasa rindu nya terobati tetapi semakin rindu....

__ADS_1


__ADS_2