
malam ini suasana rumah penuh dengan gelak tawa,Daffa yang sudah berusia tiga bulan lebih sudah mulai bisa bermain bersama Naura dan yang lain nya,,,
Daffa bayi yang sangat lucu bertubuh padat,dan sedikit gembul...
" jangan di gigit kaki nya dek" ucap Naura saat melihat Daffa memasukan kaki nya ke mulut
" biar saja ra,itu kepandaian yang di dapat nya saat ini,kaki nya juga bersih" ucap Oma yang juga ikut duduk di depan TV
mereka semua sedang ada di ruang keluarga, kecuali Arini yang sedang membuatkan teh untuk Bagas,sedangkan Daffa di baringkan di atas kasur empuk miliknya
" Daffa tambah lucu ya ma,," ucap Naura sambil mencium gemes pipi Daffa
" jangan di cium terus nanti nangis" larang Oma
" habis nya gemes aku oma"
" pih,ini teh nya" Arini membawa segelas teh hijau untuk Bagas
__ADS_1
" makasih yank" ucap Bagas sambil menepuk sisi sofa di sebelahnya menandakan Arini harus duduk di samping nya
"kapan jadi nya Acara Wisuda Arkan ra?" tanya Bagas memulai pembicaraan
" Lusa pih,,," jawab Naura singkat
" jadi rencana kalian menikah kapan?"kali ini oma yang buka suara
" belum tau ma, mungkin seminggu sesudah Wisuda Keluarga Arkan akan datang kemari untuk membahas nya" ucap Naura yang masih sibuk bermain bersama Daffa
" pih,aku mau nanya?mami ada nemuin papi di kantor?" tanya Naura mengalihkan pandangan nya pada Bagas
" ada" jawab Bagas singkat
" kenapa perempuan itu datang menemui mu ra?"Ujar Oma yang sedikit terkejut, pasalnya sudah lama sekali dia tidak mendengar kabar Karin tiba-tiba sekarang datang setelah bertahun-tahun meninggalkan Naura
" cuma mau nanya hari pernikahan aku saja ma,nggak ada yang lain" Naura sedikit berbohong takut kalau Oma malah marah dan memperkeruh keadaan
" semua pernikahan mu sudah papi dan bunda Arini urus jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya lagi ra,Papi ingin kamu Fokus saja pada Acara nya,apapun yang kamu dengar jangan mudah di percaya,ini pelajaran juga untuk mu dalam berumah tangga,jangan mudah terhasut oleh orang lain,cari dulu kebenaran nya baru bertindak kalau tidak mau rumah tangga kalian berantakan" nasehat Bagas
__ADS_1
" iya pih,aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk berubah,karena sebentar lagi akan menjadi seorang istri" jawab Naura dengan sedikit lemah
" kenapa nggak semangat gitu"tanya Arini
" sedih bun, sebentar lagi bakal pisah sama kalian,kita jadi susah buat curhat bareng lagi bun" Air mata Naura jatuh tanpa permisi
"sini..." Arini menepuk sofa yang ada di sebelah nya
Naura bangkit dan duduk di sebelah Arini
" walaupun kamu tidak tinggal bersama kami lagi tetapi kamu tetap akan menjadi Ratu di hati kami,kapan pun kamu ingin datang dan menginap di sini pintu rumah akan selalu terbuka,setiap minggu kamu bisa mengajak Arkan untuk kumpul di sini,semua masih sama....kamu tetap princess untuk papi dan tetap sahabat dan Anak untuk ku" ucap Arini sambil memeluk Naura
" bun,,aku berterimakasih karena kamu sudah hadir di keluarga kami,kamu sudah merubah semua kehidupan ku dan papi serta oma,kamu wanita hebat bun,andai saja aku terlahir dari rahim mu mungkin aku sangat-sangat beruntung" ujar Naura sambil terisak
" sayang,,walaupun kamu bukan terlahir dari Rahim Bunda tapi rasa cinta nya sangat besar untuk mu,kami sangat menyayangi mu ra" ucap Bagas berpindah duduk di samping Naura dan membelai rambut nya
" ya allah betapa beruntungnya keluarga hamba,Arini sosok perempuan yang sangat baik,sangat sulit mencari ibu sambung seperti nya yang mampu menempatkan diri menjadi istri,ibu, sahabat dan menantu di rumah ini dengan usia yang belia,Surti kamu berhasil mendidik anak mu menjadi perempuan hebat" batin Oma sambil menitikkan Air mata
tangisan Daffa pecah karena bayi ini merasa bermain sendiri
__ADS_1
" sayang nya oma,cup...cup....iri dia rin melihat kamu memeluk Naura" ujar Oma mengangkat Daffa do gendongannya
"hahahah......." semua tertawa melihat Daffa yang sudah mewek