
Arini dan Oma sudah di hebohkan dengan belanja Online mereka untuk kebutuhan Pernikahan Naura, mereka saat ini berada di taman belakang sambil menemani Daffa berjemur
" ma..kaya' nya model yang ini bagus deh ma,untuk acara Akad Naura"ucap Arini menunjuk kan salah satu model gamis pesta mewah
" nggak di tempah aja rin,biar lebih pas" jawab Oma
" untuk resepsi aja di tempah ma,akad beli jadi saja,baju jadi juga nggak kalah bagus dari tempahan kok ma,kan sudah banyak toko yang menyediakan seragam untuk keluarga di hari penting" jelas Arini
" terserah kamu,,mama ikut saja yang terbaik,jangan lupa pesan untuk orang tua mu dan keluarga Rindu " ucap Oma
" iya,nanti aku tanya ukuran mereka,kalau untuk resepsi sepertinya hanya bisa memberikan bahan nya ma,mereka yang jahit sendiri,soalnya kan harus pakai ukuran"
"letakan saja di satu penjahit,kita yang bayar, mereka tinggal memberikan ukuran saja,bahannya beli di penjahit itu saja Rin biar nggak repot" usul Oma
" oh ya,,untuk Naura dan Arkan jangan lupa Rin,ajak mereka untuk membuat gaun pengantin nya,kan nggak lucu kalau baju kita selesai pengantin nya belum" lanjut Oma
" kamu harus mulai cari pihak Wedding organizer nya rin,biar kamu tidak begitu kerepotan, Catering nya juga..semua kamu yang atur,kalau mau pergi tinggalkan saja Daffa bersama mama" pesan Oma
__ADS_1
" iya ma,nanti siang aku mau ke kantor mas Bagas,kami sudah janjian sama WO nya di sana" jawab Arini
" jangan sampai karin bisa membujuk Naura untuk mengurus semua persiapan nya rin,mama tau siapa Karin,ambisinya akan mengalahkan apapun,jadi kamu harus lebih berhati-hati" pesan Oma lagi pada Arini
" oma tenang saja,selagi kita menjalan kan sesuatu dengan ikhlas dan melibatkan tuhan pasti semua nya akan di permudah"
" mama selalu berdo'a untuk rumah tangga kalian,cukup sudah kegagalan yang di alami Bagas dulu menjadi pelajaran buat mama maupun Bagas,dulu mama terlalu mengatur hidup Bagas sampai jodoh pun mama yang pilihkan tetapi saat ini mama tidak ingin terjadi kegagalan lagi baik untuk Bagas mau pun Naura" Sudut mata Oma sedikit berair mengingat masa lalu mereka
" tetapi mama tidak boleh menyesalinya karena sudah hadir Naura di tengah-tengah kita,semua yang terjadi di ambil hikmahnya ma,jika tidak ada Naura maka tidak akan mungkin Aku menikah dengan Mas Bagas,dan tidak akan mungkin ada Daffa cucu oma yang lucu ini" hibur Arini sambil menunjuk pada Daffa yang masih berjemur manja di dalam stroller nya.
"ya....tuhan sudah mengatur semua nya,tanpa kita sadari semua mengalir seperti air,Naura yang semula menjadi sahabat mu kini menjadi anak mu" kekeh Oma
" enak sekali tawa nya,sampai kedengaran kedalam" ucap Naura yang baru turun dari lantai atas
" ini lagi lihat-lihat baju untuk persiapan kamu ra" jawab Oma
" ra,,untuk baju pernikahan kamu sudah menemukan butik nya?" tanya Arini
__ADS_1
" sudah bun,kata Arkan ada tante nya yang bisa membuat kan,nanti kami akan pergi kesana" jawab Naura santai
" persiapkan dari sekarang ra,mana yang kurang,dan untuk undangan nya juga di pilih dan cetak sekarang karena tiga minggu lagi kalian harus di pingit" ucap Oma mengingat kan
" kenapa harus ada acara pingitan ma?" protes Naura
" memang begitu adat kita,kata orang tua dulu pamali kalau mau dekat acara masih berdua-duaan,,,"omel Oma
" kan bosan ma kalau mesti di rumah satu minggu" ucap Naura mencebik
" kenapa harus bosan ra,kan bisa di isi dengan masak-masak, perawatan, terus bisa searching di google tentang rumah tangga,biar pas menikah sudah siap,apa lagi buat malam..."
" udah bun,nggak usah di teruskan bisa traveling kemana-mana ini otak,mending aku mandi dulu, sebentar lagi Arkan datang" potong Naura segera pergi
Arini dan Oma terkekeh melihat ketakutan Naura...
" aku mau masak dulu ma,buat makan siang mas Bagas,titip Daffa ya ma" ucap Arini sambil senyam-senyum sendiri
__ADS_1
" bisa-bisa nya aku berpikiran mesum, pasti ketularan papi ,aduhhh kan pagi-pagi sudah mikir kemana-mana..jadi kangen papi nih,," batin Arini