
Ini mereka semua tidur di rumah Naura,,,
Bagas,Arini,Bram,Intan,Arkan,Naura,Rangga,
Tami dan Vino serta Adinda mereka sedang duduk menikmati udara malam di teras belakang...
Daffa tidur bersama Oma nya di dalam, Raka di temani pengasuh nya yang baru tertidur karena menyusu,,
Rombongan Bude Sri dan Bude Sumi sudah pulang...
Mama dan papa Arkan memilih pulang karena malam ini acara anak muda,begitu juga dengan Ayah dan ibu Arini ikut pulang karena Radit besok sekolah
sedangkan Zyin ada pagi-pagi besok di luar kota,jadi Rindu harus segera menyusun baju suaminya, Dinda yang tinggal di rumah Naura besok akan di antar oleh Vino....
Aska sudah pulang saat Iren di bawa pulang oleh ibu nya,percuma saja Aska ikut bergabung karena akan membuat dirinya melongo menatap kemesraan para pasangan ini,kecuali Vino dan Adinda yang memang belum ada status...
***
mereka berkumpul seperti lingkaran,,di sebelah pasangan masing-masing
"Kita buat suatu permainan, memberikan satu pertanyaan pada satu pasangan,yang menjawab boleh wanita atau pria" ucap Tami tiba-tiba
" seperti permainan TOD?" tanya Naura
" nggak hanya mirip saja,berhubung tidak ada botol kita bergantian menanyakan sesuatu tetapi harus di jawab jujur,jika memang tidak berkenan boleh ganti pertanyaan" jelas Tami lagi
" oke" jawab mereka serentak
" bun...boleh aku bertanya dulu pada mu?" tanya Tami
" boleh?" jawab Arini membuat semua diam menatap Tami
__ADS_1
" apakah selama kamu menikah dengan Papi ada yang kamu sembunyikan?" tanya Tami
Arini menatap Bagas
" tidak.... seperti nya semua tentang ku sudah diketahui papi,iya kan pih?" tanya Arini dan di angguki Bagas
Rangga seperti nya agak sedikit gelisah dengan pertanyaan Tami
" hmmm......kali ini aku yang bertanya?" ucap Arini
" apakah selama kalian dekat ada rasa tidak nyaman?" tanya Arini pada Tami
" tidak...sejauh ini nyaman-nyaman saja" Rangga yang menjawab cepat dan di angguki Oleh Tami Ragu
"kali ini aku yang ingin bertanya" ujar Vino
"apa hal yang membuat kamu yakin untuk Menerima Bram Ntan?"
Bram langsung menarik tangan Intan dan mencium nya
" aww........" pekik Tami melihat adegan mesra mereka
" sekarang aku yang bertanya pada Naura?" ucap Intan
" apa kah kamu pernah merasa kecewa selama menikah dengan Arkan?"
Naura menatap Arkan intens
" pernah....." jawab Naura
" kapan??" potong Tami cepat karena yang dia tau kehidupan Naura jauh dari kata sempurna
__ADS_1
" saat dia mencoba menutupi kesalahannya dengan membuat ku salah paham,tetapi untung bunda cepat menyadarkan ku dari ancaman pelakor di luar sana" jawab Naura
mendengar jawaban Naura Intan menatap tajam pada Bram....
"giliran aku yang bertanya" ucap Naura
" kak Vino apakah pernah ada rasa tertarik pada sahabat Intan?" tanya Naura
" hmmm...kenapa itu pertanyaan nya,bukan kah kalian sudah mempunyai pasangan semua" jawab Vino gugup
" ya sudah ganti.....apakah selama nya menetap di Semarang?" tanya Intan kali ini
" sebenarnya ingin pindah kesini,tetapi belum ketemu perusahaan yang pas,maka nya masih di Semarang" jawab Vino
" kalau ikut di perusahaan ku bagaimana?" tawar Bagas
" jadi staff pih,kak Vino kan jabatan nya tinggi di Perusahaan Semarang" ujar Arini
" nggak jadi pengganti Aska,dia sudah siap memimpin perusahaan papa nya,jadi kalau Vino mau jadi Asisten pribadi ku" jelas Bagas
" wah ......keren kak,,ayo pindah kesini saja....!!!" seru Intan
sebenarnya dari awal menikahi Intan, Bram sudah beberapa kali menawarkan Vino untuk pindah di perusahaan nya dan menjadi kaki tangan Bram,karena Bram tau kinerja Vino di Semarang,Bram dan Bagas sama-sama berinvestasi di perusahaan tempat Vino Bekerja,tetapi Vino menolak dengan alasan merasa belum yakin dengan tawaran Bram...
Vino tidak mau mendompleng nama adik ipar nya untuk suatu puncak karier,tetapi dengan tawaran Bagas bisa dia pertimbangkan
" aku merasa belum pantas saja Mas" ucap Vino pada Bagas
" aku tau kinerja mu di sana,jadi jangan menolak, anggap saja aku memaksa, sepulang dari Liburan urus surat pengunduran diri mu lalu pindah ke perusahaan ku" tegas Bagas....
Intan tersenyum lebar, walaupun Vino tidak bekerja di perusahaan suaminya paling tidak mereka satu kota, Perusahaan Bagas sama bagus nya,dan Bagas pasti akan memberikan yang terbaik untuk kakak nya...
__ADS_1
" kali ini aku mau mau bertanya Pada Adinda?" ucap Tami tiba-tiba membuat semua mata tertuju pada Tami dan Dinda