
" minggu depan pernikahan Rangga dan Kirana pih,hadiah apa yang akan kamu berikan?" tanya Arini pada suaminya ini
" seperti nya tidak rumah bun,karena mama Rangga meminta Karina tinggal bersama mereka" sahut Bagas
" lalu???"
" menurut mu apa yang bagus bun?" tanya Bagas
" pih,, berikan Kirana sedikit harta mu,karena sewaktu kau dan Mbak Karin bercerai,mereka tidak mendapatkan sepeserpun,,jangan biarkan Kirana terlihat seperti orang bodoh di keluarga Rangga,aku takut jika terjadi masalah suatu hari mereka akan mengungkit jati diri Kirana" ungkap Arini
" aku yakin keluarga Rangga orang yang berpendidikan bun,tidak akan mungkin membahas masa lalu"
" walaupun tidak akan terjadi tidak ada salah nya berbagi pada anak yatim piatu itu,lagi pula ada hak Mbak Karin selama menjadi istri mu"
" baiklah setelah menikah nanti aku akan memberikan saham yang ada di hotel sebanyak 5% pada Kirana,setiap bulan nya dia akan mendapatkan keuntungan dari hotel" jelas Bagas
" lebih baik begitu pih,,karena keluarga kita tak kekurangan jadi berbagi dengan keluarga tidak ada salah nya,dia juga anak mu pih, walaupun bukan darah daging mu"
__ADS_1
" oh ya bun...kabar Radit bagaimana... setelah lulus SMK aku ingin dia kuliah perhotelan agar bisa mengelola hotel keluarga kita,kau tau sendiri kan Aku,Bram,Arkan dan Vino sibuk dengan perusahaan,saat ini saja kami masih harus gonta-ganti untuk mengawasi..kalau Radit dewasa biar dia yang mengurus nya"
" Dia akan masuk SMA tahun ini pih,nanti aku bicara pada Ibu agar Radit di masukan SMK perhotelan saja.."
" kalau bisa dia tinggal di sini saja bun,biar bisa kita awasi dan aku ajarkan berbisnis"
" baiklah nanti aku bicara kan,ibu dulu pernah bilang kalau Radit sudah mandiri dia mau pulang kampung,Ayah ingin berkebun..kamu tau sendiri kan hobi ayah..."
" kenapa harus pulang kampung,disini juga bisa berkebun,bilang pada Ayah mau tanah berapa hektar nanti aku belikan,dia tidak tau apa kekayaan menantunya ini "canda Bagas menyombongkan dirinya sambil mencium pipi Arini,Bagas tau kalau dia mulai bicara sombong pasti Arini akan berceramah pada nya
" jangan di lanjutkan bun...tidur kan Bianca aku mau kamu temani makan" ucap Bagas menutup mulut Arini dengan tangan nya saat Arini hendak membuka mulutnya untuk mengomentari ucapan Suaminya itu
****
" By...Om Aska dan Irene datang di pernikahan Kirana?" tanya Naura
"mana aku tau yank, Aska kan Om nya kamu,kamu saja yang tanyakan pada mereka" sahut Arkan sambil menonton televisi
__ADS_1
" aku tiba-tiba merindukan Irene, sebesar apa ya perut nya kini" gumam Naura
" Tami dan Irene kan hampir bersamaan menikah,mungkin sama besar kehamilan mereka" jawab Arkan asal
" kapan-kapan kita ke Jakarta ya by,kamu tidak pernah mengajak kami jalan-jalan Lo" Sindi Naura
" apa yang yang tidak pernah,kita sudah dua kali ke Bali,yang pertama bulan madu kita,yang kedua bulan madu Om Bram..itu yang kamu bilang nggak ada jalan-jalan "
" beda lah by,maksud aku tu bukan bulan madu, jalan-jalan ke Jakarta,atau ke Surabaya..kemana kek,bukan Bulan madu,,kalau bulan madu kan memang keinginan kamu.." cebik Naura
" sekarang aku sedang banyak pekerjaan yank,lagi pula setelah Tami dan Irene lahiran kita mau ke Lombok sekeluarga jadi harus kejar terget,biarpun tiket di biayai oleh papi tapi Belanjaan kamu aku yang endorse Lo yank,jadi aku harus kerja keras buat beli tas-tas mahal kamu"
" kamu mulai keberatan by?"
" siapa yang bilang keberatan,,apa pun untuk istri tercinta pasti aku lakukan asalkan jatah ku lancar" cengir Arkan
" sudah..aku mau istirahat dulu, bisa-bisa aku terkena bujuk rayu mu kalau terus di sini" Ucap Naura masuk kedalam Kamar nya...
__ADS_1
***