
Daffa sudah tertidur nyenyak di dalam pangkuan Arini..
" aku masuk kedalam duluan ya ma,ra...Daffa sudah tertidur" pamit Arini bejalan ke arah kamar nya
" belum tidur pih?" tanya Arini saat masuk kedalam kamar masih melihat Bagas duduk di atas kasur sambil memangku laptop nya
" belum yank,masih ada beberapa email yang harus di cek karena tadi aku meninggalkan kantor" jelas Bagas tanpa mengalihkan pandangan nya
Arini meletakkan Daffa di atas kasur lalu ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya..
" kenapa tadi tiba-tiba kamu pulang?" tanya Arini sambil melakukan rutinitas malam nya menggosok krim kewajahnya
" itu karena ada perempuan yang mengganggu pikiran ku untuk pulang" jawab Bagas santai
" maksud nya, perempuan cantik yang bertemu dengan ku di lift tadi pih,yang memakai baju kekurangan bahan?" tanya Arini menyakin kan tebakannya
__ADS_1
" bisa di bilang dia pemicunya,tetapi bukan dia perempuan yang menganggu pikiran ku tapi kamu perempuan nya bunda"
" perempuan itu rekan bisnis mu pih?"jadi benar dia datang untuk menemui mu?" todong Arini
" iya,, tetapi aku tidak meladeni nya yank,aku langsung pulang,tapi sudah aku katakan pada Anita jika dia ingin melanjutkan kerja sama nya saat datang ke kantor berpakaian yang sopan,kalau tidak aku tidak ingin melanjutkan kerja sama ini,,lagi pula kemarin saat pihak mereka menghubungi kantor berbicara kalau atasan nya pak Rizal langsung yang akan datang tetapi hari ini malahan perempuan seperti itu yang di utus,aku saja ngeri melihat pakaian nya,apa lagi kamu...!!!" jelas Bagas bergedik ngeri membayangkan pakaian Sarah
" ngeri apa suka?" tanya Arini memancing
" aku bukan tipe lelaki mata keranjang bun,yang di sajikan makanan pinggir jalan langsung mau,suami mu ini tipe lelaki berkelas,lebih suka makanan yang terbungkus rapi,dan milik sendiri,lebih terasa nikmatnya,dari pada makanan pinggir jalan yang setiap orang bisa memegangnya,bila tidak jadi di letakan kembali,bahkan ada yang mencicipi dulu baru di beli" ungkap Bagas
" itu kan hanya perumpamaan sayang"
" yank...jangan tidur dulu,tunggu aku menyelesaikan ini sebentar" tunjuk Bagas pada laptop nya
" sudah malam pih,,waktu nya istirahat,besok kamu akan kekantor"
__ADS_1
" yank,,kamu curang,tidak sesuai perjanjian tadi sore...masih juga jam 9 lewat yank" Bagas melirik jam nya di atas Nakas
" selesaikan saja dulu pekerjaan mu,jika sudah bangun kan aku" jawab Arini enteng
" mana bisa begitu,pasti kamu tidak mau,lagi pula aku yang tidak tega membangun kan mu jika sudah tertidur,tunggu sebentar lagi saja yank,tidak lama,ini sudah hampir selesai" bujuk Bagas dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya
Arini yang sudah memejamkan mata nya segera berlayar ke alam mimpi
"kan.... tidak sesuai perundingan awal" gumam Bagas yang melihat istrinya sudah tertidur
" untung tadi sempat mengambil jatah ku,kalau tidak bisa karatan si Boy tiga hari puasa" batin Bagas
selesai mengerjakan pekerjaan nya Bagas pun menyusul Arini untuk tidur dengan memeluk tubuh istrinya ini...
mereka memang terbiasa tidur saling memeluk karena Arini bagaikan magnet untuk Bagas,tanpa memeluk tubuh istrinya ini Bagas akan kesulitan tidur,begitu juga dengan Arini...
__ADS_1