
"kamu yang angkat atau aku yank?" tanya Arkan
" sini aku yang angkat" ucap Naura mengambil ponsel Arkan
" hallo Kan,kamu di mana? kenapa sejak aku sudah sembuh kamu tidak menjenguk ku lagi" cerocos Sinta saat Naura mengangkat ponsel Arkan
" hey...wanita jalang,kamu tau kan Arkan sudah beristri kenapa masih kamu ganggu,saat ini aku sedang mengandung Anak Arkan jadi jangan hubungi suami ku lagi" ujar Naura ketus
sebenarnya ingin Naura mencaci maki Sinta dan mengeluarkan semua bahasa kasarnya,tapi Naura masih ingat saat ini dia mengandung,tidak boleh bicara kasar,dia tidak mau mengajarkan hal buruk pada anak nya walaupun itu masih di dalam kandungan
" hey,,yang seharusnya di bilang jalang itu kamu,kamu yang merebut Arkan dari aku dan membuatku mendekam di penjara,jadi jangan kamu pikir aku tinggal diam,akan aku rebut kembali Arkan dari mu dengan cara apa pun" tekan Sinta
" perempuan gila kamu,sudah tau suamiku tidak mau dengan mu masih saja berusaha mengejar nya,sudah kekurangan stock lelaki apa di dunia ini" bentak Naura
" sudah Yank,ingat anak kita" bisik Arkan memeluk dan menggosok perut Naura
__ADS_1
" aku hanya mencintai Arkan kalau aku tidak bisa mendapatkan nya,kamu juga tidak akan bisa" ancam Sinta
" memang benar-benar gila kamu,mau ku kirim ke penjara untuk kedua kali nya,atau langsung aku kirim ke neraka" balas Naura
" sudah... perempuan seperti dia tidak usah di ladeni,tambah membuat pusing kepala" ingat Arkan
Naura memutuskan sambungan telepon nya dan memblokir nomer Sinta
" jangan berani macam-macam di belakang ku by,cukup kemaren aku memaafkan kesalahan mu,tidak akan ada kesempatan ke dua,ketiga dan seterusnya,aku benar-benar akan lari dari hidup mu" tegas Naura
" iya....kemarin saja aku sudah kewalahan yank tanpa kamu,tidak akan mungkin aku mengkhianati mu,apalagi sudah ada anak kita" Arkan mempererat pelukan nya
" mood ku tiba-tiba memburuk akibat perempuan itu" kesal Naura
" sudah lah yank,kan aku bilang tidak usah di pikirkan,kalau aku mau dengan nya baru kamu marah,ini aku melihatnya saja jijik....ayo.." Arkan menuntun Naura keluar kamar
__ADS_1
" Daffa....." panggil Arkan pada Daffa yang sedang bermain di depan Tv
Arkan mengambil Daffa dan membawanya ketaman bersama Naura
" yank....kalau kita dapat yang seperti Daffa gimana ?"
" apa pun aku terima by,mau lelaki atau wanita kan sama saja, kalau lelaki bisa jadi teman mu,kalau wanita bisa menemani ku masak dan dandan" ujar Naura
" kalau lelaki juga bisa jadi teman Daffa bermain,tapi kalau perempuan pasti teman Daffa bertengkar karena mengganggu mainan nya" lanjut Naura terkekeh
" Daffa anteng banget di gendong kamu begitu By, berarti kamu sudah bisa jadi ayah by" goda Naura
" hahaha...bisa nggak bisa ya harus bisa yank,hitungan bulan kamu akan melahirkan" ujar Arkan
" oh..ya... mama sama papa kamu sudah di kasih tau by aku hamil?" tanya Naura
__ADS_1
" belum,,aku takut mereka merajuk karena kita belum pernah menginap di tempat mereka,nanti saja saat kamu sudah kuat kita main kesana" jelas Arkan
Naura merasa bersalah karena memang belum pernah menginap di rumah mertuanya,Naura bersyukur karena mertua nya tidak pernah mempermasalahkan semua nya selagi Naura merasa nyaman di mana mereka tidak pernah menuntut padahal Arkan anak mereka satu-satu nya.....