Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
menjadi opa dan oma


__ADS_3

selesai makan siangnya Bagas berbaring di pangkuan Arini,,


" yank,kalau Naura menikah tahun ini,dan bila dia cepat di beri keturunan tidak lama lagi aku akan jadi opa dan kamu oma,apa kamu siap yank?" tanya Bagas


" siap tidak siap harus siap pih,itu sudah konsekuensi aku menikahi lelaki matang seperti mu,biarpun kamu sudah jadi opa tetapi kulit mu tidak ada sedikit pin kerutan,dan masih tampan" puji Arini sambil menggosok pelan rambut Bagas


" aku menolak tua sejak bertemu dengan mu, hehehe,perasaan ku setiap hari selalu jatuh cinta pada mu yank, beruntung sekali aku cepat melamar mu,kalau tidak pasti saat ini kau sudah di miliki orang, terlalu banyak yang menyukai mu"


" biarpun banyak tetapi rasa cinta ku hanya untuk mu pih, justru aku yang takut kau berpaling,siapa yang tidak akan suka pada mu,lelaki tampan...mapan dan penyayang,semua ada pada mu,saat pertama kali aku melihat mu,aku sudah menyukai mu pih hanya saja waktu itu aku terlalu takut kau menolak ku" ingat Arini saat pertama kali melihat Bagas


" kita sudah di takdir kan berjodoh sayang,jadi kemana pun kau melangkah pasti kita akan bertemu,,,sayang ada kabar dari rumah,aku takut Daffa menangis" ujar Bagas yang menggingat sudah hampir dua jam Arini menemani nya di kantor


" tidak,,tadi aku sudah meletakan stock ASI yang banyak di kulkas,Mayang tinggal memanasinya" ucap Arini

__ADS_1


" apa kau masih masih kurang nyaman Mayang menjadi pengasuh Daffa?" tanya Bagas sambil memainkan ujung rambut Arini


" awal-awal iya aku merasa kalau Mayang seperti nya menyukai mu,tetapi aku percaya pada mu kalau kau tidak akan tergoda oleh nya,ingin memecatnya tetapi aku kasihan,dia tulang punggung keluarga,sangat susah mencari pekerjaan saat ini, inssallah aku bisa mengatasi nya" jawab Arini


" aku tidak akan mungkin memungut kerikil di jalanan untuk mengganti kan berlian di rumah ku yank,kamu dan dia sangat jauh berbeda"


" jadi jika kamu mendapatkan yang sama baru kamu gantikan....!!!" seru Arini


" hahahaha......jangan ngaco yank, tidak akan ada yang bisa menyamai mu,kamu wanita tersabar yang aku temui,karena kamu aku selalu ingin cepat-cepat pulang"


setelah di rasa cukup memanjakan bayi besarnya ini Arini pamit untuk pulang karena di rumah bayi kecilnya sudah menunggu


" Aku pulang dulu ya pih,jangan pulang terlalu larut,aku menunggumu di rumah" pesan Arini mencium kedua pipi suaminya

__ADS_1


" sayang,,kita pulang bareng saja" rengek Bagas


"tidak bisa yank, kasihan oma dari tadi menjaga Daffa"


" kan ada Mayang??"


" oma tidak akan mau memberikan cucu nya pada orang lain,palingan Mayang cuma membantu nya,aku hafal betul kelakuan oma" jelas Arini sambil merapikan Baju nya


" tapi aku masih kangen yank"


"nanti malam kan bisa kangen-kangenan nya" bujuk Arini


Bagas menarik tengkuk Arini lembut lalu mel*mat nya,cukup lama ciuman panas itu berlangsung dirasakan puas baru Bagas mengakhiri nya....Arini sangat memaklumi karena hampir 40 hari suaminya berpuasa...

__ADS_1


Arini membersikan bibir Bagas yang terkena noda Lipstik nya,lalu mengoles lagi Lipstik pink di bibir nya


" Aku pulang dulu yank,,pak Udin sudah menunggu di bawah....kamu jangan nakal..." pesan Arini lalu keluar dari ruangan Bagas dengan senyum mengembang di bibirnya, begitu juga dengan Bagas....


__ADS_2