
pagi ini Arkan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor nya..
" saat makan siang aku menyusul kekantor ya by,,jadi kan kita belanja kebutuhan baby nya,sudah tujuh bulan lo kondisi nya juga baik jadi tidak ada salah nya menyicil sedikit-sedikit dulu" ucap Naura
" jadi ...aku jemput saja ya yank ke rumah nanti?"
" nggak usah,nanti repot kalau kamu harus bolak balik,aku saja yang ke kantor di antar oleh pak Udin,kamu tunggu saja di kantor,sekalian kita makan siang bersama,hari ini aku mau masak makanan kesukaan mu" ujar Naura mencium pipi Arkan
" ya,, hati-hati di jalan yank,aku berangkat" Arkan mengecup bibir Naura singkat lalu keluar dari kamar
Naura memang tak mengantar Arkan sampai kedepan karena cukup lelah menuruni anak tangga,Arkan pun tidak keberatan.
" nggak sarapan dulu kan?" tanya Arini melihat Arkan menuruni anak tangga
" nggak bun,ada rapat pagi ini,nanti sarapan di kantor saja" tolak Arkan lalu pamit pergi
" aku berangkat duluan pih,oma" ucap Arkan lalu di angguki oleh Bagas dan Oma
__ADS_1
" Rin,,nanti tolong buatkan mama kue kering ya,sejak nginap di rumah Rindu mama jarang makan kue buatan mu" ucap Oma yang sudah beberapa minggu ini di rumah Rindu
" iya,siang ini aku mau belanja kebutuhan dapur ma,nanti sore aku buatkan ya" ujar Arini menyiapkan sarapan Bagas dan Oma
" pih,siang nanti aku belanja sendiri saja kalau kamu sibuk,Daffa aku titipkan dengan Oma"
" nanti aku susul saja ya bun,kamu Wa aku kalau sudah di sana" ujar Bagas menghabis sarapan nya..
***
siang ini Naura sudah bersiap akan berangkat ke kantor Arkan
" ya,, hati-hati di jalan,setelah mengantar kan kamu suruh pak Udin langsung pulang ra,aku mau belanja,pak Udin kalau nggak di ingetin bisa keluyuran kemana-mana" omel Arini
" iya bun" Naura mencium pipi Arini
" da...da...Daffa kakak berangkat ya" Naura melambaikan tangan nya pada Daffa yang sedang asik duduk di kursi baby nya...
__ADS_1
Daffa tergelak menanggapi Naura
***
Naura turun dari dalam mobil tepat di depan Kantor Arkan dengan menenteng tas mahal di sebelah kirinya dan rantang makanan di sebelah Kanan nya,senyum Naura terus mengembang karena akan bertemu suaminya..
" lagi-lagi... perempuan sialan itu datang ke kantor Arkan" gumam Sinta yang sengaja hari ini ingin mendatangi Arkan karena sudah seminggu ini Sinta memperhatikan Arkan tetapi tidak ada Naura di sebelah nya..
Sinta memperhatikan Naura yang sedang mengobrol dengan pak Udin dari kejauhan,Saat mobil pak Udin beranjak pergi Sinta menginjak gas Mobil kencang,kali ini Sinta ingin melenyapkan Naura dengan tangan nya sendiri.
" jika aku tidak mendapatkan Arkan,maka kamu juga tidak akan pernah mendapat kan nya" tawa Sinta menggema di dalam mobil
Naura melihat Mobil yang melaju kencang ke arah nya,kaki nya seakan kelu,tidak bisa di angkat lagi karena ketakutan....
" Naura" pekik Seseorang mendekat kearah Naura
" braaaagk....." Rantang yang di pegang Naura berserakan kemana-mana...
__ADS_1
" aaaaaaarrggggg" Pekik Sinta histeris dan menabrakan mobil nya ke tembok,kepala nya membentur stir mobil lalu pingsan...
semua orang berlari kearah sumber tabrakan,melihat lelaki tergeletak bersimbah darah...