Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kehilangan Indomie


__ADS_3

setelah selesai dengan Acara nya Bagas dan Arini pamit duluan karena sudah meninggal kan Daffa lebih dari 2 jam,Arini takut Daffa rewel karena ini pertama kali nya meninggalkan Daffa...


" ibu...ayah ...Arini duluan ya,takut Daffa rewel" pamit Arini pada orang tua nya


" iya,ibu juga mau pulang rin,Radit ibu titip di rumah bude Sri,takutnya dia sudah tertidur,susah nanti di bawa pulang" ucap Bu Surti


" Kan,om duluan ya,nanti jangan pulang terlalu malam" pesan Bagas pada Arkan


" iya om,selesai ini kita pulang" jawab Arkan


Tami dana Intan pamit pulang juga sedang kan Rindu masih mengobrol dengan orang tua Arkan,lebih tepatnya Pak Surya yang sedang membahas bisnis mereka


Arkan membawa Naura berpindah duduk ke pinggir


" ra,makasih ya sudah nerima aku" ucap Arkan saat mereka sudah berdua


" kenapa nggak bilang-bilang aku sih yank kalau kamu buat acara lamaran gini"


" kalau aku bilang bukan supreise namanya, lagi an kan kamu mau nya yang romantis"


" tapi cukup berdua aja,nggak kaya' tadi jadi malu akunya" kesal Naura


" ya,,aku kan mau tunjukkin keseriusan aku ke kamu,tapi untung kamu terima ra,kalau nggak bisa malu aku di depan banyak orang" ujar Arkan dengan kekehan kecil


" makanya kalau apa-apa dulu diskusi...!!"


" iya...iya sayang...maaf sudah buat tuan putri kesal hari ini" Arkan menempelkan kedua telapak tangan nya menandakan permohonan maaf nya

__ADS_1


" iya kau maaf kan kali ini,tapi jangan di ulangi lagi" ucap Naura tersenyum manis


" ayo kita pulang,,keburu malam..nanti malah nggak jadi nikah lagi" ujar Arkan menarik lembut tangan Naura


mereka pamit duluan pada orang Tua Arkan dan menyalami nya serta Rindu dan suaminya


" kakak duluan ya Syifa" cium Naura pada Syifa


" hati-hati di jalan langsung pulang Ra" ingat Rindu yang di angguki oleh Naura


***


"yank...ayah kita belikan mobil saja ya?" tanya Bagas saat mereka sudah di kamar


" tidak berlebihan pih,,aku takut di sangka orang malah memanfaatkan mu" jawab Arini yang baru selesai mengoleskan krim malam nya


" kenapa kamu selalu berpikir negatif yank,biarlah orang beranggapan apapun yang jelas kita saling mencintai,aku hanya ingin membahagiakan keluarga ku saja" ucap Bagas sedikit kesal dengan perkataan Arini


" maaf kan aku pih,, akhir-akhir ini aku hanya tidak percaya diri saja melihat bentuk tubuh ku yang masih membesar sehabis melahirkan Daffa" Arini ikut berbaring di ranjang bersama suaminya


" aku suka dengan tubuh mu begini terlihat lebih seksi" Bagas mencium tengkuk Arini


" sudah pih,aku tidak mau tanggung jawab jika belalai mu bangun,aku ingin segera tidur" ucap Arini memejamkan mata


" yank berapa lama lagi aku puasanya?" rengek Bagas


" Indomie kamu tinggal berapa?" tanya Arini

__ADS_1


" 15 yank" jawab Bagas cepat


" kok cepet banget habis nya pi,bukan nya kamu keluarin satu setiap hari nya"


" iya,,aku juga heran hitungan ku hilang dua"


" ada yang ngambil tanpa izin kamu tu pih,pindahin tempatnya" ucap Arini


" mungkin Naura yank kalau nggak Oma,kalau Bik sumi nggak mungkin soalnya sudah aku larang" ujar Bagas terus mencium punggung mulus Arini


" aku sih pengen nya habis semua hari ini,biar cepat buka Puasanya"


" mana bisa begitu,biar pun tu Indomie habis sekarang tetap saja semua ada proses nya" protes Arini


" tapi udah nggak tahan yank" rengek Bagas


" maka nya tidur pih,ini udah malam besok ke kantor" ingat Arini sedikit kesal


Arini memejamkan mata nya mengakhiri obrolan unfaedah mereka tapi tidak dengan Bagas,dia membolak-balikan badan nya membuat Arini terjaga


" kenapa lagi pih?" tanya Arini merasa kan pergerakan Bagas


" maaf yank mengganggu mu" ucap Bagas mencoba memejamkan mata


Arini tau sekali kelakuan suaminya ini,jika belum mendapatkan kehendak nya dia tidak akan bisa tidur tenang sampai pagi


" sini...." Arini menarik kuat suaminya dan langsung membuka celana Bagas

__ADS_1


dan terjadi lah yang seharusnya terjadi.....


__ADS_2