
Bagas membawa Kirana pulang kerumah nya sesuai permintaan Arini...
" kamu bisa tidur dulu di kamar tamu" ucap Bagas
Arini menyambut Kirana baik dan membawa nya istirahat di kamar tamu
" kamu tidak perlu sungkan di sini,anggap saja rumah sendiri" ucap Arini
" terimakasih bun,aku banyak merepotkan mu,aku minta maaf atas nama mami ku,dulu dia sering menyakiti mu" ungkap Kirana terisak
" tidak....aku sudah memaafkan mami mu dari dulu,saat ini kita keluarga,jangan pernah kecewa kan aku" ujar Arini berdiri lalu pergi keluar membiarkan Kirana beristirahat
" pih...ayo makan" ajak Arini pada Bagas setelah melihat suaminya itu mandi
" bun,,,apa kau tidak keberatan Kirana di sini?" tanya Bagas
" tidak...aku percaya pada mu sepenuhnya,dan aku juga percaya pada Kirana,dia adik Naura pih,kalau meletakkan di rumah Naura yang aku malahan tak percaya" ungkap Arini
" sampai kapan di sini?" tanya Bagas
" sampai dia merasa tidak sendiri lagi,kasihan pih kalau dia harus hidup sendiri di kota besar ini..."
" baiklah terserah pada mu,asal kau tidak merasa risih aku menurut saja" ucap Bagas keluar dari kamar mereka
***
pagi ini suasana rumah sudah ramai karena Raka dan Naura sudah datang,semalam Naura mendapat kabar dari papi nya kalau Kirana ada di rumah nya,selama ini Naura dan Kirana tidak pernah dekat dalam acara apapun mereka tidak pernah melibatkan Kirana...
Kirana keluar dari kamar masih dengan mata sembab nya
" ayo sarapan" ajak Arini
__ADS_1
"kasihan sekali dia,masih muda sudah menjadi yatim piatu" batin Naura
Kirana duduk di kursi makan
"jangan terus bersedih,kami selalu ada untuk mu...bukan kah Naura kakak mu,kami juga keluarga mu" ucap Arini
" terimakasih kalian sudah menerima ku" ucap Kirana pelan
" ya...selagi kau tidak bersikap seperti mami mu semua akan menyayangi mu" tekan Oma
Kirana hanya menunduk
" sudah...jangan di ungkit lagi ma... anak-anak ku tidak ada yang menularkan sifat Karin" ucap Bagas menatap Naura dan Kirana
hari ini hari minggu mereka semua janji untuk berkumpul di rumah Tami
***
" kenapa kemarin buru-buru pulang?" tanya Tami pada Intan
" syukurlah....tidak terjadi apa-apa kan dengan keponakan ku?" tanya Tami lagi
" tidak...mereka sangat sehat di dalam sini"
Naura,Arini serta Kirana masuk kedalam Rumah Tami,mereka melihat Tami sedang asik berbicara di teras belakang,sedangkan Vino,dan Bram di ruang tamu
" belum keluar dari hotel pengantin baru?" tanya Bram
" seperti nya belum,kemungkinan besok katanya,masih menikmati malam pertama nya" sahut Bagas yang baru datang membawa Daffa
" Arkan mana Ra?" tanya Bram saat Naura melintasi mereka
__ADS_1
" nanti juga nyusul om,lagi ada kerjaan di rumah" jawab Naura sambil menggendong Raka
" nya.....kenapa kemarin pulang cepat?" tanya Naura pada Intan
" kecapean" jawab Tami
" hari ini pengen makan- makanan Bunda deh" ucap Intan
" iya kau juga bun,masak yuk bun" ucap Naura
" bahan nya ada?" tanya Arini pada Tami
" ada,kemarin sudah ada bibi baru.jadi langsung belanja,yuk kedapur" ajak Tami
bumil cantik itu langsung masak kedapur,siang ini mereka akan makan besar bersama
" siapa bun?" tanya Tami melihat Karina sedang duduk di kursi makan dengan Naura dan Raka
" adik nya Naura,anak dari alm.mbak Karin " jelas Arini
" kamu bawa tinggal di rumah" bisik Tami
" iya,,dia kan juga anak papi...kasihan Tam,dia sudah yatim piatu,kemarin papi nya meninggal"
" astagfirullah....maaf-maaf aku tidak tau" ucap Tami cepat
" untuk sementara waktu dia tinggal dengan ku,aku yakin pada Rumah tangga kami,apalagi papi semakin tua, sebentar lagi adik Daffa lahir.."
" tapi jangan terlalu percaya pada orang lain bun,apalagi baru di kenal" sahut Intan pelan
" iya ntan...semua sudah aku perhitungkan, insyaallah akan baik-baik saja,semua yang aku lakukan melibatkan Tuhan,aku selalu berdo'a pada nya untuk keluarga ku..jika tuhan berkehendak lain bukan hanya datang pada satu Kirana tapi bisa pada yang lain..." jelas Arini
__ADS_1
" ya bun....aku percaya kau bisa mengatasi nya,tetapi harus tetap hati-hati" pesan Tami
" terimakasih" ucap Arini tersenyum