Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
paman Arkan


__ADS_3

Arini masuk kedalam ruangan Bagas setelah mengetuk pintunya terlebih dahulu..


" maaf aku mengganggu..!!" seru Arini menatap Bagas


" sayang,, baru datang...?" tanya Bagas dan diam angguki oleh Arini


" kenalkan ini paman Arkan,adik dari pak Surya besan kita" ucap Bagas memperkenalkan tamu nya


" Bram..." ucap Lelaki itu memperkenalkan diri mengulurkan tangannya


" Arini...istri mas Bagas" ucap Arini menyambut uluran tangan Bram dan menekan kata istri karena Hendra terlihat menatap Arini kagum


" Bram tidak sempat datang ke acara pernikahan kita dan Naura karena dia sedang berada di luar kota mengurusi bisnis nya" jelas Bagas


" wah ternyata Bagas


menyukai daun muda" gumam Bram


" bukan hanya saya yang menyukai daun muda tetapi sebagian lelaki pasti lebih menyukai daun muda apalagi istri saya sangat cantik dan pintar dalam segala hal" ujar Bagas memeluk pinggang Arini


Arini tersenyum menanggapi pujian suaminya ini...


" sungguh beruntung anda di cintai lelaki seperti Bagas nyonya...." ujar Bram


" jangan panggil saya Nyonya kelihatan terlalu formal,panggil nama saja pak" ucap Arini


" kalau masih ada daun muda yang seperti ini saya juga mau Gas" bisik Bram

__ADS_1


" hahahha.....kalau yang seperti ini langka Bram,tapi kalau yang manja dan suka foya-foya banyak" jawab Bagas membuat wajah Arini merona


" baik lah,kalau begitu lain kali kita sambung kembali obrolan nya,saya tidak mau jadi obat nyamuk di sini" pamit Bram


" kenapa harus buru-buru, sekretaris saya belum sempat menyuguhkan apa-apa,masa ' langsung pulang saja" tahan Bagas


" tidak masalah,lain kali bisa kita sambung kembali,apalagi kalau yang saya cari tadi ada pasti kita akan lebih sering bertemu" ujar Bram menyalami Bagas dan Arini lalu meninggalkan ruangan Bagas


" sayang....kenapa lama sekali kamu datang?" tanya Bagas menarik Arini kedalam pangkuannya


" tadi aku mengobrol dulu dengan Iren,,pih Pak Bram tadi meminta mu mencari kan apa?" tanya Arini penuh selidik


" menurut mu??"


" perempuan" ucap Arini kesal


" lalu apa??" tanya Arini penasaran


" dia baru bercerai dengan Istrinya,padahal usia pernikahan mereka baru Beberapa bulan,dia ingin pindah kesini"


" memangnya sebelum nya dia dimana?"


" di Jakarta,dulu Bram adalah adik kelas ku kuliah,kami sudah lama tidak bertemu, terakhir saat kami ada projects bersama di Jakarta yank,dia tipe lelaki setia,dulu dia mengejar wanita nya sampai berakhir di rumah sakit,nasib percintaan tidak sebagus karirnya,dia di tinggal nikah oleh kekasihnya saat kami masih kuliah,dan dia trauma untuk berpacaran kembali sehingga dia sudah tua tidak juga menikah akhirnya dia di jodohkan oleh ibunya,tetapi karena tidak ada kecocokan akhirnya mereka bercerai....." jelas Bagas sambil menggenggam tangan Arini dan sesekali menciumi nya


" kamu tau kalau dia paman nya Arkan sebelum nya?"


" tidak,,justru aku tau saat kami mengobrol tadi,aku ingin menyambut nya sebagai teman lama ku,tetapi saat berbincang dia bilang kalau mempunyai keponakan juga di sini,, ternyata Arkan,,dunia ini begitu sempit ya,, ternyata teman sendiri besan ku" ucap Bagas terkekeh

__ADS_1


" jadi dia minta di carikan apa??"tanya Arini yang masih belum mengerti dengan penjelasan Bagas


" dia minta di carikan rumah di dekat komplek kita, kebetulan ada beberapa rumah di sebelah rumah kita mau di jual juga,kalau rumah pak Hendra sudah di beli Arkan dan sedang dalam tahap renovasi,nanti aku coba tanya rumah yang di sebelah kanan rumah kita"


" kenapa semua orang bertanya rumah pada mu pih?


" aku kan memang berbisnis properti bun,kamu saja yang tidak ingin tau apa saja bisnis suami mu ini?"


" bukan tidak ingin tau,tapi tidak ada waktu pih, mengurusi mu dan Daffa saja sudah menghabiskan hari ku"


" dulu kan aku sempat ingin menambah bisnis properti ku bersama Bella tapi Naura tidak setuju"


" jadi kamu menyesal karena tidak jadi berbisnis dengan si Bella itu??" ucap Arini melotot kan matanya


" hahaha...kamu tidak pantas seperti itu bun, kamu bukan pemeran Antagonis,," Bagas memeluk Arini erat dan menggigit daun telinga Arini..


" awww.....sakit pih" ringis Arini


"gemes bun" Bagas mencium pipi Arini


" jangan cemburu tak jelas,,aku sudah mati rasa dengan Perempuan lain.....jadi kamu tidak perlu khawatir" tegas Bagas ******* bibir Arini dan menahan nya lama


tok....tok....


bunyi ketukan pintu dari luar....


" mengganggu saja" gumam Bagas kesal

__ADS_1


" aku buka dulu pih" Arini mendorong tubuh Bagas dan segera merapikan dirinya lalu berjalan ke arah pintu...


__ADS_2