
malam ini selepas pulang dari Kantor Arkan datang ke rumah Bagas untuk menjemput Naura..
" bun,dimana Naura?" tanya Arkan pada Arini yang sedang bermain dengan Daffa di depan TV
" ada di atas,dari siang tadi tidak mau keluar" ucap Arini
" kalian ada masalah?" tanya Arini lagi
"nggak bun,nggak ada masalah,Naura pergi juga baik-baik saat itu dia bilang ingin menemani mu di rumah" ungkap Arkan
" tapi aneh dia sering menangis di sini" jelas Arini
"papi mana bun? belum pulang?" tanya Arkan
" sudah,lagi di ruangan kerjanya"
" aku keatas dulu bun" pamit Arkan dan di angguki Arini
Arkan naik keatas dan membuka pintu kamar Naura...
" yank" ucap Arkan lembut sambil menggosok dahi Naura
Naura mengerjapkan mata nya dan menatap Arkan dengan penuh kebencian
" yank,,,ayo kita pulang kamu sudah terlalu lama di sini" ajak Arkan
__ADS_1
" tidak...kamu pulang sendiri saja" tolak Naura menepis Tangan Arkan
" yank..kamu kenapa?" tanya Arkan
" kamu masih tanya kenapa?apa kamu pura-pura amnesia bila bertemu dengan ku" hardik Naura
" pelan kan nafa suara mu yank,kita di rumah papi" ingat Arkan
" kenapa kamu takut kalau ketahuan belang mu dengan keluarga ku"
" apa maksud mu ra? aku tidak mengerti, jangan menguji kesabaran ku,kamu keluar dari rumah baik-baik kenapa jadi marah-marah begini" ucap Arkan memegang bahu Naura
" sudah ketahuan masih juga berkelit,kamu memang aktor yang baik,kenapa tidak menjadi artis saja biar bisa mendapat uang tambahan untuk menghidupi selingkuhan mu"
" Naura jangan menuduh ku sembarangan" bentak Arkan
" kenapa kalian?" tanya Bagas masuk kedalam Kamar Naura
" pih,usir dia dari sini,aku tidak ingin melihatnya" ucap Naura marah
" Naura jaga bicara mu,dia suami mu ra,tidak boleh bicara tidak sopan pada suami" bentak Bagas
" ck suami macam apa yang tega berselingkuh dari istrinya,apa masih pantas di sebut suami" ucap Naura dengan nada meninggi
" ra....aku tidak pernah berselingkuh" Arkan membela diri
__ADS_1
" mana ada maling mau mengaku,aku tidak ingin kau membuat keributan di sini,kepala ku pusing, silahkan keluar" usir Naura
" ra,, dengar kan dulu penjelasan Arkan" ujar Bagas
" tidak ada yang perlu di jelaskan pih,aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri,sekarang suruh dia pulang aku ingin istirahat" pekik Naura
" ayo kan keluar dulu,tidak akan bisa bicara dengan hati mendidih dan emosi meninggi,kita bicara di luar" ajak Arini pada Arkan dan di ikuti oleh Arkan
" ra,,papi keluar dulu " pamit Bagas
Arini memang sengaja membawa Arkan keluar karena dia tau Naura saat ini sedang emosi tidak akan mau di ajak bicara,jika Arkan memaksa akan memperburuk keadaan janin Naura kerena dokter sudah menyarankan tidak boleh stress....
" ayo cerita kan pada ku maksud Naura tadi?" pinta Bagas menatap tajam pada Arkan
" apa pih,ini hanya kesalahan pahaman,aku tidak pernah berselingkuh pih" jelas Arkan
" jadi kenapa Naura menuduh mu selingkuh??" tanya Bagas
" ntah lah Pih aku juga tidak mengerti,tapi sumpah Aku tidak pernah menduakan Naura, jangan kan berselingkuh pih,niat melirik wanita lain saja aku tidak pernah"
" tidak mungkin Naura menuduh tanpa sebab,coba kamu renungkan kesalahan mu,mungkin ada yang membuat Naura kesal?" ucap Arini
" saat ini aku pun tidak bisa berpikir jernih bun,aku ingin bicara pada Naura dimana letak salahku"
" sudahlah,ini sudah malam,kamu pun belum bersih-bersih nanti malah kau yang sakit,malam ini menginap saja di kamar tamu,besok pagi bicara lagi pada Naura" pinta Bagas tang memang tidak ingin ikut campur terlalu dalam pada rumah tangga Putrinya
__ADS_1
Arkan pamit kedalam kamar pikiran nya oun saat ini sedang kalut karena Naura...