
waktu yang di nanti sudah tiba,semua persiapan sudah selesai di tata rapi di di meja prasmanan...
jam sudah menunjukkan pukul enam sore,sudah mau masuk magrib,, Keluarga besar Bagas sudah berkumpul...
ada Rindu dan keluarga nya,Ada papa dan mama Arkan,serta Om Bram dan Keluarga Arini pun sudah datang ada Bude Sri dan Sumi dan Suaminya serta Iren,Ayah dan ibu Arini serta Radit adik Arini...
selepas Sholat magrib Tami datang dengan Calon tunangan nya
" Ra....kenapa Tami datang bersama nya?" bisik Arini pada Naura
" kaget kan bun,aku juga kaget pertama kali melihat mereka di mall,tetapi mungkin memang sudah jodoh nya bun,mau di apakan lagi" ucap Naura tersenyum
" Intan mana tam?" tanya Arini memeluk Tami dan cepika-cepiki
"nyusul di belakang bun,katanya tadi di antar sopir nya,nanti pulang nya serempak kita" jawab Tami beralih memeluk Naura
" ayo masuk...ajak dia masuk,kamu berhutang cerita pada ku Tam" bisik Arini
"Tami menarik calon tunangan nya ini masuk kedalam rumah,di dalam sudah ada tante Rindu dan Syifa serta Daffa yang di gendong oma Surti dan Tami ikut bergabung
" he,,Tami..apa kabar tam?" tanya Tante Rindu
" Alhamdulillah baik tan,tante apa kabar? kangen deh sama Syifa sudah lama nggak ketemu" ucap Tami mencubit lembut pipi Syifa
" iya, terakhir main ke rumah Oma sewaktu Naura belum menikah dengan Arkan" ucap oma Surti
" iya oma,,, sekarang sedang sibuk kuliah"
" sibuk kuliah atau sibuk yang lain" sindir Tante Rindu melihat lelaki disebelah Tami,karena setahu Rindu Tami belum memiliki kekasih dan Tami yang paling bawel di antara keempat sahabat itu...Rindu cukup mengenal baik sahabat-sahabat Naura...
__ADS_1
" kenalin lah ke tante tam" ujar Rindu menggoda
" he iya tan,kenalin ini Rangga,teman satu kampus beda jurusan sama Aku" ucap Tami memperkenalkan Rangga
" Rangga tante,,calon tunangan Tami" ucap Rangga tegas
Tami hanya diam mendengar ucapan Rangga,Tami kira Rangga tidak mau mengakui Tami sebagai calon tunangan nya
" Ajak makan kue nya dulu Tam,itu ada minuman di atas meja,ambil tam buat Rangga" ucap Oma Surti
" iya oma,nanti di ambil sekalian" ujar Tami grogi
" saya ibunya Arini,dan ini Daffa anak Arini" ucap oma Surti dan di jawab Oleh senyuman oleh Rangga
" kenapa baru sadar ya kalau senyuman Rangga manis banget" batin Tami
" Ayo..acara pengajian nya mau di mulai " ujar Bagas memberitahu
" kenapa telat Beb?" tanya Tami saat intan duduk di sebelah nya
" tadi nganterin mama dulu" bisik Intan
selesai pengajian semua menikmati hidangan yang sudah di sediakan
dari tadi Om Bram memperhatikan Intan yang duduk di sebelah Tami,mulutnya tidak henti-hentinya mengunyah..
" kenapa om?" tanya Arkan melihat Om Bram memperhatikan Intan
" perempuan itu makan nya banyak tetapi tidak gendut" ucap Om Bram membuat Arkan sedikit terkekeh
__ADS_1
" dia Intan,sahabat baik Naura... orang nya Asik Om..tetapi memang begitu apa adanya..." jelas Arkan
" om suka??" tanya Akran lagi
" ti-dak... hanya aneh saja" elak Om Bram
tetapi Arkan dapat menangkap tatapan suka dari Om Bram saat menatap Intan tanpa berkedip...
sedangkan di tempat Lain Iren sedang mengobrol dengan Aska di taman,,
" Iren....sini" pekik Bude Sumi
" kenapa bu?" tanya Iren
" disini banyak lelaki kenapa mesti pembantu Bagas yang kamu taksir,apa tidak ada lagi lelaki kaya di kantor Bagas" cerocos bude Sumi
" bu..jangan begitu,,kaya miskin nya seseorang tidak ada bedanya di mata Allah" ucap Iren
" kamu baru anak kemarin sore sudah sok bijak, ibu ini memikirkan nasib mu Ren,jika menikah dengan orang kaya kamu enak,lihat Arini tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah uangnya banyak,barang nya mahal" oceh Bude Sumi lagi
" bude....nasib seseorang itu beda-beda Lo,mungkin nasib nya bunda beruntung dapat Papi dan bisa jadi nyonya,lihat aku,yang papi nya kaya raya dapat Arkan yang merintis dari nol,jadi bawahan papa nya,tetapi keluarga kami bahagia" jelas Naura yang melihat Iren tertunduk di marahi ibunya
" iya sum, jangan membandingkan nasib anak mu,mana tau dengan Aska nanti dia bisa lebih kaya dari Bagas" potong Oma Surti
" alah...mana ada pembantu bisa kaya dari majikan" ketus Bude Sumi
" Aska bukan pembantu bude,dia Assisten mas Bagas, pendidikan nya tinggi dan mapan,gajinya menjanjikan Bekerja dengan mas Bagas,jangan di anggap remeh,,,wajah nya pun cukup tampan"Kali ini Arini yang angkat Bicara
Aska memperhatikan dari jauh perdebatan Keluarga Iren,dia tidak berani mendekat karena saat ini Arkan melarang nya...
__ADS_1
" nasib seseorang beda Sum,,kalau ingin Kaya ya bekerja,kalau hanya tidur-tidur ana di rumah saja harta yang ada pun juga akan habis,biar lah Iren mengenal Aska lebih dalam,kalau memang mereka tidak jodoh pasti akan ada saja halangan nya,tetapi kalau mereka berjodoh siapapun tidak akan bisa menentang nya, Jangan persulit jodoh anak mu,nanti bisa jadi perawan tua" oceh Oma Surti
Bude Sumi kali ini tidak bisa menjawab karena percuma saja,dia pasti akan kalah telah semua yang ada di sana mendukung Aska dan Iren...