Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kumpul keluarga


__ADS_3

pagi ini Tami sudah janjian bertemu dengan mama Rangga di Kafe dekat kampus nya


" sudah lama menunggu tan?" tanya Tami menyalami dan mencium pipi kanan kiri Inggrit


" baru saja...kamu sibuk Tam?" tanya mama Rangga


" lumayan tan,lagi mau ambil cuti kuliah,karena Setelah lamaran akan mempersiapkan pernikahan kami" jawab Tami tersenyum


" Tam...boleh tante bertanya sesuatu?"


" boleh"


" apa benar kamu sudah melupakan Rangga?kalau kamu masih mencintai Rangga kalian masih bisa bersama, belum terlambat Tam"ucap mama Rangga


" tan....Tami minta maaf pada tante dan semau nya,Tami tidak bisa bersama Rangga lagi tan,tante harus terima karena saat ini Tami sudah memiliki pilihan sendiri,begitu juga dengan Rangga, sudah pernah Tami katakan bersama Rangga atau tidak nya kita masih bisa dekat sebagai ibu dan anak jadi Tami minta tante ikhlas kan semua ini,,mungkin kami belum jodoh dan ini yang terbaik bagi hubungan kami" jelas Tami panjang lebar


" tapi jujur sampai saat ini tante belum bisa terima siapa pun yang jadi menantu tante kecuali kamu,karena tante begitu dekat dengan mu Tam" ungkap Mama Rangga menitikkan air mata


" tante coba untuk terima siapapun yang di kenal kan Rangga,jangan menutup diri,,masih ada yang terbaik dari Tami" ucap Tami memeluk mama Rangga


" jadi kapan acara lamaran mu?"


" minggu ini Tan,kalau tante dan om ada waktu Tami berharap kalian bisa datang" ucap Tami


" yank..." panggil Vino yang melihat Tami sedang memeluk mama Rangga



Vino mendekat dan menarik Tami keluar Kafe,tadi sebelum menemui mama Rangga Tami izin dulu pada Vino,tetapi Tami tak menyangka Vino akan menjemput nya secepat itu..


" kenapa lagi kak?" tanya Tami Melihat wajah bete Vino


" kenapa pake' Peluk-peluk segala"ucap Vino kesal


" yang aku peluk mama nya,bukan Rangga nya kak" jelas Tami


" sama saja Tam,aku tak suka" tekan Vino


" kak,,,kita sudah akan menikah...jangan begini,ini bukan kamu yang aku kenal,kenapa akhir-akhir ini kamu terlalu cemburu"


" karena aku takut Yank,takut kamu berpaling,dan takut kamu terbujuk" ucap Vino kesal

__ADS_1


" tidak akan...harus berapa kali aku katakan tidak ada tempat lagi untuk Rangga dihati ku,hati ku sudah penuh oleh mu kak,jangan bahas yang lain lagi,kamu tak suka aku membahas masa lalu mu,tapi kamu terus membahas masa lalu ku"


" masa lalu ku tak pernah menggangu kita,beda dengan masa lalu mu yang selalu datang,tidak dari orang nya malah mama nya" cebik Vino


" tapi aku tak kan tergoda"


" baiklah aku percaya pada mu,tapi aku mau setelah lamaran ini kita menikah secepatnya" pinta Vino


" setidaknya satu bulan dari lamaran kak,aku ingin mempersiapkan semuanya"


" tiga minggu" ucap Vino menatap Tami


"cepat sekali kakak" protes Tami


" aku takut kamu berubah pikiran,kalau protes lagi aku mau 2 minggu"


" apa???gila kamu kak" ucap Tami tak percaya akan menikah secepat itu


" makanya aku kasih waktu tiga minggu,kita persiapkan dari sekarang"


" terserah kamu lah,susah kalau sudah kebelet" kesal Tami


****


malam ini mereka semua berkumpul di rumah Bagas karena akan merencanakan acara lamaran Aska...


" jadi kapan lamaran nya?" tanya Bram pada Aska


" sesudah Vino saja om?" jawab Aska yang ikut memanggil Bram dengan sebutan Om


" kak Vino malam minggu ini kan?" tanya Intan


" iya..." sahut Tami singkat


" bulan madu di mana?" tanya Naura


" Tami nggak mau bulan madu kata nya nggak seru kalau kalian nggak ikut" jawab Vino


" ya..mau gimana lagi,aku pengen banget ikut tapi lagi hamil muda" ucap Arini


" ya,,aku juga...nggak akan mau pergi nih bos" tunjuk Tami pada Bram yang duduk di sebelah nya sambil memeluk pinggang Intan

__ADS_1


" kalian saja yang pergi,disatukan saja sama Aska dan Irene" usul Arkan


" nggak ah,,kalau nggak ada kalian nggak asik" ucap Tami


"kami dulu juga nggak pake' bulan madu,acara bulan madu itu hanya alibi,tiap hari juga kerja nya di kamar saja,kemarin saja di Bali kebanyakan di kamar dari pada jalan-jalan nya"sahut Bagas


" iya....aku nggak yakin nanti Tami bisa keluar kamar" sahut Arini membuat semua terkekeh dan Tami hanya menunduk malu


" sesudah kalian melahirkan kita semua akan liburan ke lombok" ucap Bagas


" beneran pih?" sahut Naura


" iya...tunggu bunda,Intan dan Tami lahiran kita pergi" ujar Bagas


" berarti kamu harus cepetan hamil Tam setelah menikah" ucap Naura


" harus buat tiap hari bro" ucap Arkan memukul pundak Vino


"aku juga mau ikut mas?" ujar Aska


" boleh, setelah Irene lahiran"jawab Bagas


" gimana kalau mereka belum hamil?" tanya Bram


" jalan-jalan nya di undur...kali ini kita pergi kalau semua sudah punya anak" jelas Bagas


" wah....ini namanya kamu kasih tantangan...!!!" seru Bram


" ya....ini semacam motifasi supaya mereka segera punya anak"


" hahaha...yang untung mah Vino dan Aska pih,bisa buat tiap hari" ucap Arkan


" kamu dulu juga begitu by,nggak pake tantangan buat juga tiap hari" celetuk Naura membuat semua menertawakan Arkan


" apa bedanya sama kamu mas,," sahut Intan


" semua lelaki sama.....papi juga,,jadi jangan saling mengebully" sambung Arini


" deal ya mas,,,sesudah istri kita melahirkan kita semua liburan" ucap Aska


" deal......." sahut Bagas

__ADS_1


__ADS_2