Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cerita Naura


__ADS_3

Arini masuk kedalam ruangan suaminya


" kapan datang yank?" tanya Bagas mendekat pada Arini


" baru saja pih,tadi aku bertemu dengan Iren di luar,bagaimana dengan kerja nya?"


" untuk saat ini dia masih bekerja dengan Aska,dia menyiapkan kebutuhan Aska,karena anak itu sering lalai untuk penampilan nya,,dia cekatan dalam bekerja tetapi dalam hal penampilan dia kalah telak dari aku yang sudah beranak dua" ucap Bagas memuji dirinya sendiri


" ck... bisa-bisa nya kamu se PD itu" ejek Arini


" ya bisa lah,,aku terurus...istriku selalu ada untuk ku,sedangkan dia masih jomblo,penampilannya saja terkadang masih sering berantakan" Bagas membawa Naura duduk di sofa


" pih,,kemarin Naura sempat cerita pada ku kalau Arkan terlalu sibuk di Kantor sampai-sampai pulang larut malam" Arini mulai membuka cerita


" iya aku tau itu yank, karena kata Zayn pak Surya memenangkan tender besar dan sekarang Arkan yang di percaya untuk menyelesaikan nya karena Arkan memiliki satu keinginan untuk dia dan Naura" ucap Bagas


" iya,,dia ingin membeli rumah Pih,tetapi pakai uang nya sendiri, tidak ingin kamu bantu,aku jadi kasihan pada Naura yank,beli kan saja dia rumah, bilang pada Arkan itu hadiah dari kita"usul Arini


" biarkan saja yank,Naura itu kan manja sudah terbiasa mendapatkan apa yang dia ingin kan, sedang kan Arkan biarpun anak tunggal dia sudah Mandiri karena didikan orang tuanya yang menginginkan nya mengelola perusahaan nantinya,jadi kita tidak usah ikut campur dalam rumah tangganya kalau tidak mereka yang meminta" ucap Bagas

__ADS_1


" seorang lelaki pantang harga diri nya di injak jika Arkan merasa mampu biarkan saja dulu jangan kita ganggu,bila mereka menyerah baru kita turun tangan dan lagi aku yakin Arkan bisa mengatasinya" lanjut Bagas


" terserah kamu saja aku hanya tidak ingin Naura merasa kesepian di tinggal terus oleh Arkan,bagaiman mau cepat punya cucu kalau tiap hari di tinggal" omel Arini


" saat ini kamu lebih tertarik pada anak kecil Yank,kemarin pengen cepat kasih Daffa adik, sekarang pengen cepat punya cucu"


" ya iya lah nggak kaya' kamu pengen cepet-cepet buat nya aja,tanpa mau hasilnya" sembur Arini marah


" kok jadi sewot sama aku yank?" Arini bangkit dari tempat duduk nya


" mau kemana?"


" sudah jangan marah terus nanti cepat tua,kan nggak lucu aku yang umurnya tua,kamu yang wajah nya keriput" goda Bagas


" ihh.....ngomong nya suka ngasal,ayo cepat" Arini sudah keluar dari ruangan Bagas


Bagas segera berlari menyusul Arini keluar, hari ini Arini memang sengaja datang tidak membawa Makanan untuk Bagas karena dia ingin menikmati waktu berdua dengan suaminya ini di luar


" makan di mana Nyonya?" tanya Bagas saat mereka sudah ada didalam mobil

__ADS_1


" di mall saja pih,aku mau belanja sekalian"


" yank,nanti beli lagi ya Lingerie seperti kemarin,cari warna merah yank" ucap Bagas


" tidak...aku malu memakainya sama saja tidak pakai baju,lagi pula itu pemborosan" jawab Arini


" kok jadi pemborosan?" Bagas bingung menautkan Alisnya


" yang warna pink kemarin kamu robek karena tidak sabaran,harga lumayan mahal yank,enak pake' daster yang harga 60 rb sudah dapat bahan tebal dan tidak mudah di robek" ungkap Arini polos


" hahahaha....itu kan salah kamu sendiri kenapa begitu seksi memakainya,tapi aku suka yank, nyenengin suami sekali-kali apa salah nya bun"


" hey...bukan nya sekali-kali,sudah berkali-kali aku menyenangkan mu,jangan melupakan jasa ku pih,sama saja kamu habis manis sempah di buang" cebik Arini


" iya....iya...maaf....tapi beli lagi yank,yang aku robek kemaren aku ganti sekalian"


" lihat nanti saja,saat ini aku lapar, cepat kan mobilnya, perasaan ku kalau pergi dengan mu lama sekali sampainya" gerutu Arini


"iya bun sabar......" balas Bagas memijak pedal gas mobilnya lebih kencang

__ADS_1


*****


__ADS_2