Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
rumah sakit


__ADS_3

" kondisi pasien lemah,sepertinya kekurangan oksigen dan cairan" ucap sang dokter masih memeriksa Arini


" sus..tolong ambil sampel darah nya, seperti nya nona ini hamil muda" ucap sang dokter


Bagas yang mendengar kan nya diam tertegun,tidak percaya apa yang di dengarnya


" benarkah dok?" tanya nya memastikan


" kita ambil dulu sampel darah nya pak,soalnya pasien belum sadarkan diri jadi tidak bisa melakukan pemeriksaan dengan urine" jelas sang dokter


ada rasa syukur terbesit di pikiran Bagas,tetapi ada juga rasa sedih,harus mengetahui kehamilan istrinya dengan cara seperti ini...


tak lama kemudian oma datang dengan membawa selimut dan baju Ganti seperti yang di bilang Naura di telepon tadi


" kenapa menantuku??" tanya oma


" belum tau oma,kami menemukan Arini tergeletak terkunci di dalam kamar mandi kampus" terang Bagas


" bagaimana bisa" pekik oma


" buk,,,volume suaranya tolong dikecilkan mengganggu pasien lain" tegus sang perawat


" maaf sus..." ucap oma tak enak hati


" Arini masih belum sadar oma,jadi belum bisa di tanya" ucap Bagas

__ADS_1


"astagfirullah sayang,,kenapa begini" ucap Oma mendekati Arini dan mengusap keningnya


" suami pasien boleh ikut saya sebentar" perintah sang dokter


Bagas mengikuti langkah sang dokter masuk kedalam ruangannya


" silahkan duduk pak" ucap sang dokter


" ini hasil pemeriksaan darah pasien,tidak ada tanda-tanda penyakit lain,pasien hanya kekurangan cairan akibat muntah nya,dan kekurangan oksigen, seperti nya dia kekurangan pasokan udara,,,saat ini pasien sedang hamil muda,untuk pemeriksaan lebih lanjut saya rujuk ke dokter kandungan ya pak,biar beliau yang menjelaskan lebih lanjut" terang sang dokter


" Alhamdulillah..... terimakasih dok,jadi kapan bisa di pindahkan?" tanya Bagas


" sebentar lagi pak,, setelah kamarnya siap nanti kita pindahkan,biarkan dulu pasien istirahat sejenak" ucap dokter umum ini


Arini di pindahkan keruangan rawat inap VIP,,Bagas segera mengganti baju istrinya ini,dan menyelimuti nya..


Arini mengerjapkan matanya,Bagas yang setia tertidur sambil duduk di samping ranjang Arini sambil menggenggam erat tangan istrinya ini terbangun karena adanya pergerakan dari Arini


" sayang...kamu bangun" ucap Bagas mengecup telapak tangan Arini


Oma dan Naura sedang tertidur duduk di sofa


" pih,kita di mana??" tanya Arini


" dirumah sakit..." jawab Bagas

__ADS_1


Arini hendak bangkit tetapi kepala nya sedikit pusing


" jangan bangun sayang, berbaring saja,kamu mau apa??makan ya? tawar Bagas


" nggak pi,lidah ku pahit,mau minum air hangat kuku saja" pinta Arini


" sayang mulai sekarang harus banyak makan,karena ada malaikat kecil disini yang butuh asupan makanan" ucap Bagas mengelus lembut perut Arini


" benar pi??? jangan bercanda.."


" iya,,tadi darah mu sudah di ambil untuk di periksa,besok dokter kandungan nya datang" jawab Bagas menyakinkan Arini


" sebentar lagi anggota keluarga kita akan bertambah, terimakasih sayang sudah hadir di keluarga ku dan memberikan kebahagian"


Bagas memeluk erat Arini dan menggosok punggungnya


" aku ambilkan air hangatnya dulu"


Arini meminum hingga tandas Air yang di berikan Bagas


" haus sayang??" tanya Bagas yang di balas Anggukan oleh Arini


" sayang,,aku ingin bertanya kenapa tadi kamu bisa terkurung di toilet kampus??" tanya Bagas lembut agar Arini tidak merasa takut untuk bercerita


Arini menceritakan pada Bagas awal dia menunggu Naura di parkiran dan sampai dia merasa ingin buang air kecil sampai dia di dorong masuk kedalam wc lalu di kunci,tetapi Arini tidak menceritakan dengan apa yang di dengarnya nya,,Bagas mengepalkan tangannya, rahang nya mengeras menandakan dirinya Emosi...

__ADS_1


" pih,di dalam sana gelap,aku takut pih,,,untung kamu cepat menemukan ku" ucap Arini memeluk tubuh Bagas


Siapa yang berani-berani nya mengganggu istrinya ini,besok Bagas berniat akan mencari tau semuanya,kalau sampai ini ada unsur kesengajaan Bagas tidak segan-segan membawa nya ke renah hukum...


__ADS_2