Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
mak comblang


__ADS_3

seminggu ini Om Bram selalu mampir ke kantor Bagas untuk menanyakan Intan,kali ini dia tidak bisa menyembunyikan kalau dia benar-benar tertarik pada Intan..


" ayo lah gas,,minta pada Arini buat jadi mak Comblang" bujuk om Bram


" tidak bisa Bram..harus usaha sendiri,Arini Sekarang sedang sibuk mengurus Daffa dan Naura...kamu lelaki jadi harus usaha sendiri,dulu sewaku aku menyukai Arini juga usaha sendiri tanpa bantuan orang lain" terang Bagas


" apa salah nya kali ini kalian yang menolongku,mana tau kita nantinya bisa besanan" ujar Om Bram


" besanan apa nya,anak ku masih kecil juga...nanti aku coba bicara pada Arini,jangan mengganggu ku terus..pulang sana ke kantor mu" usir Bagas


"baik lah aku akan pulang tapi aku tunggu berita baik nya,kalau tidak tiap hari aku akan mengganggu mu" ancam Bram lalu keluar dari ruangan Bagas


" hey...kalian pacaran saja,cepat menikah" goda Bram saat melewati ruangan Aska melihat Aska duduk berhadapan dengan Iren


"mengganggu saja om,makanya jangan jomblo,cepat cari pasangan" gerutu Aska


" kamu belum tau saja pesona ku,kita lihat saja nanti siapa pasangan ku,kalian pasti tidak percaya"jawab om Bram berjalan menuju Lift

__ADS_1


Bagas benar-benar kesal beberapa hari ini dia terus di teror oleh Bram,kalau bukan besan nya pasti Bagas akan mengusir paksa Bram


***


tak terasa hari sudah larut Bagas baru pulang karena pekerjaan nya menumpuk


" baru pulang pih?" tanya Arini melihat Bagas Baru masuk kedalam kamar


" iya, Daffa sudah tidur bun?" tanya Nya mengecup kening Arini singkat


" iya..sudah beberapa hari ini Bram selalu mengekori ku di kantor jadi tidak bisa bekerja dengan tenang,untung saja dia besan dan sahabat ku kalau tidak sudah aku tendang dia" maki Bagas


" hus...tidak boleh begitu,kenapa dia mengganggu mu pih,pasti ada tujuan nya?" Arini berjalan mengambil Handuk untuk suaminya


" benar,,dia ingin aku comblang kan dengan Intan...."


" apa???om Bram menyukai Intan?" tanya Arini tidak percaya

__ADS_1


" iya...dia ingin mengikuti jejak ku menikahi remaja,dia itu memang tidak pernah mau kalah dari ku bun,dulu saat aku dan Karin dia juga memacari teman sekelas Karin,tetapi malah di tinggal nikah,dan berakhir dengan perjodohan,,sekarang dia tau aku menikahi Remaja malah dia juga ingin memacari Intan..." jelas Bagas menggeleng kan kepala


" aku tidak setuju pih,Intan itu polos...tidak mengerti apa pun,aku takut hanya jadi bahan mainan Om Bram..kan kamu tau sendiri kalau Om Bram masih menyimpan rasa sakit hati di tinggal mantan nya,aku takut Om Bram hanya menjadikan Intan untuk ajang pamer pada mantan kekasih nya,kan kasihan Intan...!!!" seru Arini


" awalnya aku juga berpikir begitu bun,tetapi aku melihat kali ini Bram benar-benar serius kerena usia nya tidak muda lagi bun,tidak ada waktu untuk bermain-main lagi,dia juga butuh keturunan untuk meneruskan perusahaan nya" terang Bagas


" tapi aku tidak yakin Intan mau,secara Om Bram kan dewasa,sedangkan Intan selama ini tidak pernah berpacaran"


" apa beda nya dengan mu dulu yank, kamu juga sangat muda bahkan aku lebih tua dari Bram,punya anak lagi...nyatanya kamu menerima ku dan kita bahagia" ucap Bagas


" beda pih,aku memang dari dulu menyukai pria dewasa sedangkan Intan kita belum tau"


" apa salah nya di coba bun,mana tau cocok dan kamu bisa tetanggaan dengan Intan" bujuk Bagas


Arini tampak berpikir sejenak,benar juga yang dikatakan suaminya jika mereka cocok maka Arini akan tinggal berdekatan dengan Sahabat nya....


" besok aku hubungi Intan,,sana mandi..hari sudah malam....nanti kamu masuk angin lagi" ucap Arini mendorong Bagas ke kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2