
Resepsi berlanjut dengan meriah
Arini berdiri diatas panggung
"selamat untuk kedua mempelai semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah,,dan teruntuk persahabatan kita semua tidak pernah terpisahkan..semoga semakin di dekat kan...amiiinnn"
"satu buah lagu untuk papi nya anak-anak saya yang sudah memberikan arti hidup,dan melengkapi kebahagiaan saya...
teruntuk my husband yang selalu ada untuk ku dan anak-anak kita,jangan pernah berubah...." ucap Arini membuka rangakaian kata nya
Bagas yang mendengar suara istrinya segera menoleh kearah panggung,,dan memberhentikan obrolan nya dengan Bram
Kau satu terkasih
Kulihat di sinar matamu
Tersimpan kekayaan batinmu
Hoo
Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan
Kini dirimu yang selalu
Bertahta di benakku
Dan aku 'kan mengiringi
Bersama
Di setiap langkahmu
Percayalah
Hanya diriku paling mengerti
Kegelisahan jiwamu, kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih, yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu, kasih
Percayalah
setiap nyanyian nya Arini terus menatap lekat pada Bagas,semua penonton seakan terhipnotis dengan suara merdu Arini dan ikut bernyanyi...
Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan
Kini dirimu yang selalu
Bertahta di benakku
Dan aku 'kan mengiringi
Bersama
Di setiap langkahmu
Di setiap langkahmu, hoo
Percayalah
Hanya diriku paling mengerti
__ADS_1
Kegelisahan jiwamu, kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih, yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu, kasih
Percayalah
Mm-mm-mm
Percayalah (mm-mm)
Arini menyudahi nyanyian nya dan turun dari panggung
" papi Balas..." pekik Naura
Bagas menggeleng karena memang tidak bisa menyanyi
"om Bram....untuk tante Intan" pekik Naura lagi
Bram di tarik oleh Arkan,mau tak mau lelaki mapan ini naik ke panggung...
" untuk kedua mempelai selamat menempuh hidup baru,,untuk orang terspesial di hati saya my wife Intan Nugraha,ibu dari anak-anak ku I Love You" ujar Bram tersenyum menatap Intan
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
semua orang ikut menikmati setiap lirik yang di nyanyikan Bram
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandang mu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
__ADS_1
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia…
Intan tersenyum malu menatap suaminya...
***
mama Rangga naik memberikan selamat pada Tami dan Vino
" maaf Rangga tak bisa datang, sedang ada keperluan" ucap Mama Rangga
Rangga memang tak mau menghadiri pernikahan Tami dan Vino,dia takut tak bisa menahan diri..
" terimakasih tante sudah mau datang" ucap Tami
" semoga kamu bahagia dengan pilihan mu ya" mama Rangga sedikit menghapus air di sudut mata nya dan turun dan segera pulang
selesai sudah acara resepsi mereka...
semua keluarga menginap di hotel tersebut karena hari sudah malam dan mereka sangat lelah...
" yank..kamu tidur duluan ya,aku keluar dulu" ucap Bagas mencium kening Arini
Arini yang memang sudah sangat lelah segera menutup mata nya
" Yank....kamu tidur dulu,aku ada urusan sebentar" ucap Bram mencium pipi Intan yang sudah tertidur lelap
begitu juga dengan Naura yang juga di tinggalkan oleh Arkan...
***
" kak...aku ganti baju dulu" ucap Tami berjalan gugup ke arah kamar mandi
Vino tau kalau saat ini Tami sedang gugup karena malam pertama mereka...jika Tami belum siap dia juga tak ingin memaksa
Tami keluar dengan menggunakan pakaian tidur tipis karena koper pakaian nya tak di temukan oleh Tami,hanya ada satu lingerie yang terpajang di dalam lemari...
Tami sudah mengetahui ini ulah Sahabat-sahabat nya,mau tak mau Tami memakainya
" sama saja tidak memakai baju" rutuk nya kesal Melihat baju kekurangan bahan tersebut
Vino menelan Saliva nya karena lekuk tubuh Tami yang terlihat jelas
Vino mendekat dan memeluk Tami
" kamu sengaja menggoda ku" bisik Vino membuat bulu kuduk Tami merinding karena hembusan nafas Vino yang begitu dekat
" tidak ad-a lagi baju la-in" ucap Tami terbata
" koper kita mana?" tanya Vino
"tidak tau..mungkin di sembunyikan mereka" ucap Tami
Vino juga sudah tau siapa mereka yang di maksud Tami
" tidak masalah,tadi nya aku berharap tak ada baju yang di sisa kan oleh mereka" goda Vino menaikan alisnya
" kak...aku malu" Tami memeluk Vino untuk menyembunyikan tubuh nya
" kenapa harus malu,aku suami mu,kau harus terbiasa dengan semua ini yank"
" tapi ini yang pertama bagiku"
" apa bedanya dengan ku,ucapan mu seolah-olah menghakimi ku yank,,ini sama-sama pengalaman pertama untuk kita.." ucap Vino menggosok punggung Tami pelan
Vino mendekat kan wajah nya pada Tami
" tok...tok..."
" siiallll" kesal Vino
__ADS_1