Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Resepsi


__ADS_3

Resepsi berlanjut dengan meriah


Arini berdiri diatas panggung


"selamat untuk kedua mempelai semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah,,dan teruntuk persahabatan kita semua tidak pernah terpisahkan..semoga semakin di dekat kan...amiiinnn"


"satu buah lagu untuk papi nya anak-anak saya yang sudah memberikan arti hidup,dan melengkapi kebahagiaan saya...


teruntuk my husband yang selalu ada untuk ku dan anak-anak kita,jangan pernah berubah...." ucap Arini membuka rangakaian kata nya


Bagas yang mendengar suara istrinya segera menoleh kearah panggung,,dan memberhentikan obrolan nya dengan Bram


Kau satu terkasih


Kulihat di sinar matamu


Tersimpan kekayaan batinmu


Hoo


Di dalam senyummu


Kudengar bahasa kalbumu


Mengalun bening menggetarkan


Kini dirimu yang selalu


Bertahta di benakku


Dan aku 'kan mengiringi


Bersama


Di setiap langkahmu


Percayalah


Hanya diriku paling mengerti


Kegelisahan jiwamu, kasih


Dan arti kata kecewamu


Kasih, yakinlah


Hanya aku yang paling memahami


Besar arti kejujuran diri


Indah sanubarimu, kasih


Percayalah


setiap nyanyian nya Arini terus menatap lekat pada Bagas,semua penonton seakan terhipnotis dengan suara merdu Arini dan ikut bernyanyi...


Di dalam senyummu


Kudengar bahasa kalbumu


Mengalun bening menggetarkan


Kini dirimu yang selalu


Bertahta di benakku


Dan aku 'kan mengiringi


Bersama


Di setiap langkahmu


Di setiap langkahmu, hoo


Percayalah


Hanya diriku paling mengerti

__ADS_1


Kegelisahan jiwamu, kasih


Dan arti kata kecewamu


Kasih, yakinlah


Hanya aku yang paling memahami


Besar arti kejujuran diri


Indah sanubarimu, kasih


Percayalah


Mm-mm-mm


Percayalah (mm-mm)


Arini menyudahi nyanyian nya dan turun dari panggung


" papi Balas..." pekik Naura


Bagas menggeleng karena memang tidak bisa menyanyi


"om Bram....untuk tante Intan" pekik Naura lagi


Bram di tarik oleh Arkan,mau tak mau lelaki mapan ini naik ke panggung...


" untuk kedua mempelai selamat menempuh hidup baru,,untuk orang terspesial di hati saya my wife Intan Nugraha,ibu dari anak-anak ku I Love You" ujar Bram tersenyum menatap Intan


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang ku punya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


semua orang ikut menikmati setiap lirik yang di nyanyikan Bram


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandang mu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini

__ADS_1


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang ku punya hanyalah hati yang setia…


Intan tersenyum malu menatap suaminya...


***


mama Rangga naik memberikan selamat pada Tami dan Vino


" maaf Rangga tak bisa datang, sedang ada keperluan" ucap Mama Rangga


Rangga memang tak mau menghadiri pernikahan Tami dan Vino,dia takut tak bisa menahan diri..


" terimakasih tante sudah mau datang" ucap Tami


" semoga kamu bahagia dengan pilihan mu ya" mama Rangga sedikit menghapus air di sudut mata nya dan turun dan segera pulang


selesai sudah acara resepsi mereka...


semua keluarga menginap di hotel tersebut karena hari sudah malam dan mereka sangat lelah...


" yank..kamu tidur duluan ya,aku keluar dulu" ucap Bagas mencium kening Arini


Arini yang memang sudah sangat lelah segera menutup mata nya


" Yank....kamu tidur dulu,aku ada urusan sebentar" ucap Bram mencium pipi Intan yang sudah tertidur lelap


begitu juga dengan Naura yang juga di tinggalkan oleh Arkan...


***


" kak...aku ganti baju dulu" ucap Tami berjalan gugup ke arah kamar mandi


Vino tau kalau saat ini Tami sedang gugup karena malam pertama mereka...jika Tami belum siap dia juga tak ingin memaksa


Tami keluar dengan menggunakan pakaian tidur tipis karena koper pakaian nya tak di temukan oleh Tami,hanya ada satu lingerie yang terpajang di dalam lemari...


Tami sudah mengetahui ini ulah Sahabat-sahabat nya,mau tak mau Tami memakainya


" sama saja tidak memakai baju" rutuk nya kesal Melihat baju kekurangan bahan tersebut


Vino menelan Saliva nya karena lekuk tubuh Tami yang terlihat jelas


Vino mendekat dan memeluk Tami


" kamu sengaja menggoda ku" bisik Vino membuat bulu kuduk Tami merinding karena hembusan nafas Vino yang begitu dekat


" tidak ad-a lagi baju la-in" ucap Tami terbata


" koper kita mana?" tanya Vino


"tidak tau..mungkin di sembunyikan mereka" ucap Tami


Vino juga sudah tau siapa mereka yang di maksud Tami


" tidak masalah,tadi nya aku berharap tak ada baju yang di sisa kan oleh mereka" goda Vino menaikan alisnya


" kak...aku malu" Tami memeluk Vino untuk menyembunyikan tubuh nya


" kenapa harus malu,aku suami mu,kau harus terbiasa dengan semua ini yank"


" tapi ini yang pertama bagiku"


" apa bedanya dengan ku,ucapan mu seolah-olah menghakimi ku yank,,ini sama-sama pengalaman pertama untuk kita.." ucap Vino menggosok punggung Tami pelan


Vino mendekat kan wajah nya pada Tami


" tok...tok..."


" siiallll" kesal Vino

__ADS_1


__ADS_2