
Pagi ini Arini bagun lebih dulu dari Bagas setelah sholat subuh dia segera ke dapur untuk membuat kan sarapan
"Masak apa buk?" tanya Bik sumi yang berusaha membantu
" biar saya saja bik,hanya membuat nasi goreng seafood saja dan goreng tempe,bibi bisa kerja kan yang lain" tolak Arini lembut
Bi sumi segera membuat kan susu untuk Naura dan teh untuk Bagas,hari ini Bagas tidak ke kantor dia ingin menyelesaikan urusan yang menimpa Naura kemarin,hari ini dia sudah janjian dengan Arkan untuk menyeret Sinta ke kantor polisi dengan bukti yang sudah ada..
Sarapan sudah selesai Naura turun dari lantai atas menuju dapur...
" bun,,nggak kampus??" tanya Naura
" iya,hari ini aku akan mulai mengurus cuti kuliah" jawab Arini sambil menuangkan nadi pada masing-masing piring mereka
Bagas keluar dengan mengenakan baju kemeja dan celana levis membuat kesan maskulin nya keluar,Arini menatap suaminya ini dari ujung kaki sampai kepala..
" mau kemana papi,kenapa kelihatan tampan sekali suami ku ini,apa dia tidak kekantor??" batin Arini
" kenapa bengong bun" tanya Naura membuyarkan lamunan Arini
__ADS_1
" ti-dak...ayo makan" ajak Arini
Bagas duduk dan melahap nasi gorengnya
" lahap benar makan nya pih,kaya' nggak makan dari kemarin" ucap Naura
" memang iya,papi nggak makan dari kemaren,tadi malam udah mau makan,eh.. tau-tau nya ada orang yang lagi ngambek datang,katanya ngambek tapi makan nya kaya' orang kesurupan,semua di lahap habis" sindir Bagas melirik pada istri nya ini
"huk...huks...." Arini tersedak mendengar ucapan Bagas yang menyindirnya
" pelan-pelan Bun" ucap Naura dan Bagas menyodorkan minuman serentak
Arini mengambil Gelas dari tangan Naura dan meminumnya hingga tandas,sudah bisa Naura pastikan pasangan ini sedang tidak akur,semua dapat di lihat dari tatapan sinis Arini...
" sudah siap yank,ayo aku antar" ucap Bagas keluar menuju mobilnya
Arini masuk kedalam mobil dan Naura juga
" ada apa ini kenapa Naura tidak membawa mobil sendiri,papi juga penampilan nya beda" Arini menjadi penasaran
__ADS_1
" kenapa nggak bawa Mobil ra?" tanya Arini
" nggak bun,nanti susah kalau kita mau ke kantor polisi" jawab Naura
" kantor polisi...!! seru Arini kaget
" ya,apa papi belum cerita?" tanya Naura heran melihat kekagetan bunda nya
Arini menggelengkan kepala nya,dan menatap horor pada Bagas
" jangan gitu yank,semalam kamu ngambek nya lama,jadi aku nggak sempat cerita,nanti juga kamu tau" ucap Bagas melirik sekilas Arini lalu fokus pada jalanan
Arini sedikit khawatir apa yang sudah terjadi kenapa harus bawa-bawa polisi....
tetapi lagi-lagi rasa gengsinya lebih besar untuk berbaikan dengan Bagas,jadi Arini memilih diam dengan seribu pertanyaan di benak nya..
mereka masuk ke dalam perkarang kampus,Bagas membuka pintu mobil untuk Arini dan menggenggam tangan Arini menuju koridor kampus,tidak ada penolakan dari Arini mengingat ini di Kampus dan banyak pasang mata yang menatap lapar pada suaminya,mau tak mau Arini ikut mempererat genggaman tangan Bagas...
" pih,aku masuk kelas dulu...nanti hubungi saja ya,kalau papi sudah menemui Rektor nya" ujar Naura berjalan ke arah Kelasnya
__ADS_1
Bagas dan Arini berjalan ke arah ruangan Rektor....
" aku ke TU dulu pi,mau masukan pengajuan cuti" Arini melepaskan genggaman tangan Bagas dan mereka berpisah di persimpangan karena memang beda ruangan...