Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
memasak


__ADS_3

" yank..kamu mengganggu saja" tegur Bram pada Intan


"aku bukan menganggu mas,untung aku datang jadi mereka nggak kebablasan,coba tadi kalau sempai Tami di cium sama kak Vino,trus di lihat oleh Rangga,kan jadi nya Tami yang salah...." jelas Intan


" biarkan saja si Rangga itu lihat,biar dia bisa menentukan pilihan nya pada Tami atau Dinda" kesal Bram


" aku tak ingin sahabat ku disalahkan dengan berselingkuh,,dan kakak ku yang menjadi orang ketiga...hubungan mereka belum selesai,aku memang setuju kak Vino mendekati Tami tapi Tami dan Rangga harus berpisah dulu agar tak ada yang tersakiti dan menyakiti" terang Intan


" semakin pintar saja istri ku" peluk Bram


" jangan macam-macam mas,ini masih magrib" ingat Intan


" berarti kalau sudah malam boleh ya yank" mohon Bram


" lihat nanti mas,,kalau tiap malam begini tanpa program pun aku yakin akan hamil anak kembar,bapak nya hobi nanam benih banyak tiap malam" canda Intan


" hahaha......jadi sia-sia donk program kita yank, buang-buang uang saja, keenakan dokter nya dapat uang dari kita" Bram menimpali candaan istrinya

__ADS_1


" kamu tu ya,nggak siang...nggak malam kalau dekatnya pikirannya itu mulu" kesal intan


" mau gimana lagi yank,namanya juga pengantin baru,dan kesini kan memang tujuan nya buat anak,jadi ya harus tiap waktu" ujar Bram


" sudah...aku kebawah dulu,mau belajar masak sama bunda Arini,nanti cicipin masakan aku ya"


" ok nya....apa yang nggak untuk kamu"


" gombal" ujar Intan keluar dari kamarnya


" bun....mana bahan masakan nya" ucap Intan yang sudah berada di dapur


" itu....kamu mau masak apa?" tanya Arini


" aku tidak pemilih bun,yang penting enak...biar aku yang potong sayuran nya bun" pinta Intan mengambil sayuran dan mencuci nya


" tau cara cuci nya?"canda Arini

__ADS_1


" biarpun manja tapi aku juga sering melihat mama ku memasak bun hanya saja dulu lebih suka mengganggu dari pada membantu" ujar Intan tertawa


" itu lah bedanya kalian dengan ku,tidak dituntut harus bisa, beruntung orang tua kalian masih mampu berbeda dengan ku yang harus membanting tulang dulu baru bisa makan" ingat Arini pada kisah hidupnya dulu


" tapi saat ini kami yang paling bahagia bun,sudah mempunyai suami tajir,anak yang lucu dan keluarga yang baik,aku terkadang pesimis bun dengan penyakit ku tempo hari...!!!"


" jangan berpikiran begitu,kamu juga akan bahagia,,pasti tak lama pagi akan hadir Junior teman nya Daffa di sini" ucap Arini menggosok perut Intan yang Rata


"amminnn....lucu kali ya bun kalau aku punya anak perempuan di jodohin sama Daffa" ucap Intan


" aku tak ingin berjanji tapi sedari kecil kita kenal kan,biarlah sesudah besar mereka sendiri yang menentukan,aku takut jika di jodohkan menjadi bencana pada rumah tangga mereka,kita bisa lihat sendiri kan Papi dan Om Bram yang sudah melewati perjodohan malah berpaling pada kita" jelas Arini


" tetapi aku ingin anak ku kelak mendapatkan mertua seperti mu bun"


" siapa pun mertua nya asal menantu nya bisa menempatkan diri pasti akan bisa di terima,mau mertua nya peri sekali pun kalau menantunya tidak tau diri bakal di benci juga" jelas Arini lagi


" iya juga ya bun....." ucap Intan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2