
Naura pagi ini berangkat ke kampus dengan sedikit menguap pasalnya semalam dia kurang tidur karena ikut menjaga Arini di rumah sakit,apa lagi tidur diatas sofa membuat badannya sedikit pegal karen tidak ada pergerakan...
sesekali Naura menguap saat jam pelajaran
" kenapa Lo ra, begadang semalam?" tanya Tami
" iya beb,bunda Arini masuk rumah sakit" jawab Naura
" ha....bunda Arini di rumah sakit,kenapa Beb" pekik Tami
" pelanin volume suara Lo ogeb,nggak lihat ada dosen di depan"
" maaf beb,gue syock dengerin nya"
sejak merek tau Arini sudah menikah Tami dan Intan ikut memanggil Arini dengan sebutan Bunda
" nanti gue ceritain,ada misi juga buat gue dari papi,kalian harus bantu ya" ucap Naura
****
siang ini Naura,Tami dan Intan berjalan ke arah ruangan CCTV
" mau kemana Ra?" tanya Arkan
" ada urusan Gue" jawab Naura singkat
__ADS_1
" aku ikut ra" ucap Arkan yang melihat Naura jalan tergesa-gesa seperti terjadi sesuatu
" kenapa kesini beb?" tanya Tami
" jadi gini,bunda Naura itu kemaren sore kita temuin tergeletak di dalam toilet yang terkunci, padahal gue udah nyuruh dia nunggu di parkiran,tapi kata nya kebelet pipis,tetapi saat sampai di depan toilet dia di dorong gitu masuk kedalam dan di kunci,tas nya di letakkan di sudut toilet,gue ngerasa ini pasti ada orang yang sengaja mau celaka in bunda,papi nyuruh gue cari tau dulu dari rekaman CCTV,soalnya papi masih jagain bunda di rumah sakit,dia nya belum mau di tinggal" ucap Naura menjelaskan kronologi kejadian
" tapi di toilet nggak ada CCTV ra?" ujar Intan
"di parkiran dan di arah toilet ada kok" timpal Tami
"ya itu maksud gue cari tau siapa yang saat itu ikut masuk kedalam toilet" ucap Naura
" ayo gue bantuin ngomong" ajak Arkan
mereka segera meminta petugas untuk membuka rekaman CCTV nya, setelah dijelaskan petugas segera memutar ulang hasil CCTV kampus kemaren siang
" Bukan aku ra,sumpah....aku memang ngobrol siang itu bareng Arini tapi pas ada kelas aku langsung masuk,cuma menemani nya sebentar buat nungguin kamu datang" jelas Arkan yang takut dengan tatapan Naura
" sudah...lihat dulu sampai selesai rekamannya" potong Tami
" tu....bunda jalan arah toilet" tunjuk Intan
terlihat Arini memasuki toilet dan di ikuti Sinta
" Sinta...." pekik Tami
__ADS_1
" sialan perempuan sundal itu" maki Naura geram
Saat di dalam toilet memang tidak terekam CCTV tetapi mereka memperhatikan Sinta yang keluar dari toilet terlihat senang
" kan bunda nggak keluar lagi" ucap Tami
CCTV masih berjalan tidak ada tanda-tanda orang yang masuk lagi,dan Arini tidak keluar-keluar
" fix ini kelakuan Sinta" Naura mengepalkan tangan nya,ingin sekali dia mendatangi Sinta dan melayangkan tamparan keras karen sudah bermain-main dengan keluarga nya..
Naura hendak keluar,tapi berhenti dengan pekikan Intan
" beb...lihat" pekik Intan
" apa an" ucap Naura kembali lagi
" putar ulang pak di menit ini" tunjuk Intan
terlihat jelas Arya masuk dengan menarik seorang perempuan dan menciumnya beberapa kali di depan pintu toilet yang terlihat sepi
Perempuan yang sama dengan yang di lihat Naura di kafe
Niat hati ingin menangkap satu lalat tetapi malah dua lalat yang terjerat
Naura tersenyum kecut melihat adegan tak pantas itu
__ADS_1
" pak tolong di simpan dalam flashdisk saya pak,untuk barang bukti kejahatan Sinta,masalah ini akan keluarga saya bawa kerenah hukum" ucap Naura
setelah mendapat kan rekaman nya Naura segera keluar ruangan itu dan di ikuti tami,Intan dan Arkan