
" tan,,aku mau kembali kuliah ke Jakarta" ucap Dinda pada tante Rindu
" kenapa,,kamu nggak betah di rumah ini?" tanya Tante Rindu pada keponakan suaminya ini
" betah kok tan,,aku cuma kangen mama,nggak biasa jauh dari beliau,,minggu depan kaka Arkan akan urus kepindahan ku" jelas Dinda
" kenapa cepat sekali din,kalau ada masalah cerita ke tante mana tau tante bisa bantu "
" nggak tan,nggak ada masalah,cuma aku udah nggak bisa kuliah di sini lagi" terang Dinda
" alasan nya apa Din,kalau cuma karena kangen mama kan bisa pulang tiap libur,tante harus tau alasan jelas nya din" sesak Rindu
tapi Dinda tak kunjung buka suara,,
***
hari ini Dinda pamit pulang ke Jakarta dengan om dan Tante nya itu, Zyin tidak bisa menolak keinginan keponakan nya,mungkin dinda tidak menemukan teman yang membuat nya nyaman...
Air mata Dinda menetes,kali ini tekad nya bulat akan meninggalkan cinta pertama nya,,Dinda ikhlas melepas kan Rangga untuk Tami..
" aku yakin mas ada apa-apa nya" ucap Rindu
" mas juga berpikir begitu,tetapi kita tidak bisa memaksa" sahut Zyin
walaupun Dinda anak nya pendiam tetapi Rindu merasa kehilangan juga karena sejak Naura menikah dia jadi jarang mengunjungi rumah Rindu,apa lagi sejak ada Raka Naura semakin sibuk dengan peran mama muda nya..hanya Dinda yang menemani Rindu.
***
"mas malam ini aku ingin melamar Irene,temani aku mas,jelas kan pada keluarga Irene siapa aku" pinta Aska
" lalu??"
" setelah menikah aku akan membawa Iren pindah dan dia tidak kerja lagi di kantor mu"
__ADS_1
" apa kau yakin ka?" tanya Bagas
" yakin.....aku sudah mencintai Irene mas,dia gadis yang baik,sejauh ini dia penurut,aku yakin dia bisa menghandel semua permintaan ibunya seperti yang di katakan bunda" jelas Aska yakin
" baik lah kalau memang itu mau mu nanti malam kita kesana" ucap Bagas
***
" bun,,,bersiap...malam ini kita kerumah bude Sumi untuk melamar Irene bersama Aska" ucap Bagas pada Arini
" orang tua Aska?" tanya Arini
" tidak ikut,Aska takut memperkeruh suasana bun,kalau nanti bude mu menolak pasti orang tua Aska akan sakit hati dan tidak terima sementara mereka berdua tidak mau di pisahkan,jadi kita dulu yang datang menjelaskan,jika memang sudah tidak ada hambatan lagi baru orang tua Aska datang" jelas Bagas
" hmmm...baiklah,aku bersiap dulu,Daffa di bawa saja,biar nanti main dengan oma Surti di sana" ucap Arini
"ya.....jangan terlalu cantik, nanti semua orang memandang mu" gombal Bagas
sesampainya di rumah Irene mereka semua turun,Arini sudah menghubungi ibunya lebih dulu supaya ikut datang kerumah bude nya...
" masuk...." ucap Ayah Irene
semua masuk,Daffa masih di gendongan Arini dan di ambil oleh Oma nya
" cucu oma sudah besar ya" ujar Oma Surti menimang Daffa
" bu...duduk sini" ucap Ayah Irene
Bude Sumi datang dengan wajah cemberut,tadi Irene sudah berkata kalau Aska akan datang tapi Bude Sumi tak menanggapi nya..
" begini maksud kedatangan kami ingin melamar Irene untuk Aska" ucap Bagas
" kenapa kamu yang melamar nya,tidak punya orang tua dia atau malu datang kesini karna tak sebanding dengan keluarga saya" potong Bude Sumi
__ADS_1
" Sum..dengar dulu penjelasan Bagas,jangan main potong" tegur Ayah Arini yang juga ada di sana
Bude Sumi terdiam
" begini bude,,saya selaku kakak nya Aska berhak menyampaikan maksud kami"
" kakak..bukan nya kamu hanya punya adik Rindu" potong bude Sumi lagi membuat Bagas sedikit jengah
" huf....." Bagas menghela nafas panjang karna menahan emosi
" apa kamu kuat nanti menghadapi mertua seperti ini ka,,kalau pun di terima bukan akhir dari perjuangan mu,malah ini awal kehidupan mu" batin Bagas
" Aska ini anak dari adik mama saya,dia keponakan satu-satunya yang mama saya punya karena dia anak tunggal dari pak Anggara yang pernah datang sewaktu acara saya melamar Arini" jelas Bagas membuat mata Bude Sumi melotot
" tidak mungkin,kamu jangan mengada-ada gas,hanya untuk membuat ku setuju" ujar Bude Sumi
" semua keputusan ada di tangan Bude dan pakde kami hanya datang menyampaikan maksud dan tujuan kami,jika di terima kita lanjutkan jika di tolak ya mau bagaimana lagi,terpaksa Aska kami cari kan jodoh perempuan lain" tegas Bagas menakut-nakuti Bude Sumi
" bu...sudah lah terima saja,mereka saling mencintai,kamu jangan egois begitu bu,Iren berhak menentukan pilihan nya" ujar ayah Irene
Bude Sumi sudah ingin mengatakan iya tetapi masih malu,jadi dia masih mengulur waktu
" apa yang bisa kamu berikan pada anak saya?" tanya Bude Sumi
" kebahagiaan...hanya itu yang bisa saya janjikan bu" jawab Aska lantang
" kalau Irene tak bahagia dengan mu,akan aku ambil dia kembali jangan harap kamu bisa menemui nya" tekan Bude Sumi
" iya bu,,,saya janji" jawab Aska
" baiklah,,,bawa orang tua mu kemari" ucap bude Sumi
walaupun sedikit kesal tetapi Mereka semua merasa lega karena sudah di terima...
__ADS_1