Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kematian Karin


__ADS_3

tak terasa seminggu berlalu,Naura sedikit bersitegang dengan Arkan karena Arkan menolak untuk mengadakan Syukuran Raka membuat Naura sedikit bingung dengan suaminya ini...


" jadi kita tidak mengadakan syukuran by?" tanya Naura


" iya yank tapi tidak sekarang,sabar ya" ucap Arkan yang tak kunjung memberikan alasan pasti membuat Naura jengah


" terserah kamu saja lah,aku bingung dengan sikap mu" ucap Naura kesal


sore ini Bagas pulang sedikit tergesa karena mendapat kan telpon dari pengacara nya kalau Karin mami Naura di temukan meninggalkan di kamar hotel....


"ra...Naura...." pekik Bagas


" kenapa teriak-teriak begitu pih" tegur Arini


" Naura mana bun?" tanya nya


" palingan ada di kamar"


"kenapa pih?" tanya Naura bingung melihat papi nya cemas


" ra,ganti baju kita harus kerumah mami mu,mami mu di temukan meninggal di kamar hotel" ucap Bagas

__ADS_1


" apa????" pekik Arini dan Naura bersamaan


" ayo cepat,papi belum tau berita lengkap nya" perintah Bagas


" pih,,aku ikut" ujar Arini yang tak kalah cemas


Bagas berpikir sejenak


" tidak masalah pih,aku ikut" ucap Arini menyakinkan suaminya ini


" iya,ganti baju mu,titipkan Daffa pada mama" ujar Bagas yang pergi menemui mama nya


setelah mereka semua bersiap, mereka berangkat dengan satu mobil menuju rumah Karin


di sana sudah banyak pelayat yang datang,dan juga ada beberapa polisi yang ikut menangani kasus kematian Karina yang tidak wajar ini.


Naura turun di tuntut oleh Arkan..


" yank,,pelan kamu baru sudah melahirkan" ucap Arkan mengingat kan


terlihat mayat karin terbujur kaku di ruang tamu rumah nya Naura mendekat dan menangis di sebelah mama nya, bagaimana pun juga karin adalah wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia,hanya saja cara Karin memperlakukan nya yang salah...

__ADS_1


" mi...maaf kan aku sempat menolak mu dulu" bisik nya


terlihat juga anak perempuan yang hampir sebaya dengan Naura,hanya berjarak 2 atau 3 tahunan,Naura memang tak pernah mengenal anggota keluarga mami nya,karena menurut Naura itu tidak terlalu penting..


" ra.....sudah sayang biarkan mami mu tenang di sana" bisik Arkan memeluk istrinya


" by..... walupun di selalu jahat padaku tapi dia mami ku by,dia yang membuat ku melihat dunia ini" isak Naura


" mungkin ini sudah takdirnya yank,saat ini kita kebumikan mami mu dengan layak"


ada juga lelaki sebaya dengan mami nya yang sedang menyambut tamu,dan di yakini Naura itu ayah tirinya,karena dia sudah beberapa kali bertemu walaupun tidak dekat...


" pih,cari tau kenapa mami bisa meninggal padahal beberapa bulan lalu aku masih melihat nya sehat di mall" ucap Naura


" ya,polisi sedang mengusut kasus nya saat ini Ra,semoga bisa segera di temukan Titik terang nya,hasil pemeriksaan juga menunjukan kalau mami mu saat ini sedang mengandung,hanya papi tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka" jelas Bagas


" ra..kamu langsung pulang dengan Arkan,tidak baik jika ikut ke makam karena kamu menyusui,biar aku dan papi yang mewakili mu" ujar Arini menggosok pelan lengan Naura


" iya yank,ayo pulang kasihan Raka di tinggal lama" ucap Arkan menuntun Naura menuju mobil


Bagas dan Arini ikut dengan pelayat lain nya ke makam,Bagas memperhatikan suami Karin yang seperti nya tidak begitu terpuruk dengan kematian Istrinya lain halnya dengan putri mereka yang terus-menerus menangis....

__ADS_1


__ADS_2