Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
membangun usaha


__ADS_3

" yank...kamu jangan keluar lagi,ayo istirahat.." ajak Rangga saat mereka selesai makan malam


" iya beb,,sabar..perut ku masih penuh" jawab Kirana


" semuanya kamu makan na,balas dendam kamu?" ujar Naura melihat Kirana tadi makan dengan lahapnya


" iya kak,sudah tiga bulan muntah mulu,,baru di sini aku punya nafsu untuk makan"


" wah...keren anak kamu ngga,jauh milih tempat makan nya" ujar Arini


" iya bun,, memang betul-betul memanfaatkan endorse nya papi" ucap Rangga terkekeh


" setelah ini tidak ada lagi liburan...kita harus fokus pada anak-anak,dan membangun kan mereka usaha keluarga" jelas Bagas


"iya mas...bagus itu..agar mereka punya rasa tanggung jawab " sahut Vino


" jangan untuk anak-anak saja yang kamu pikirkan pih,untuk kami pada mama nya juga harus punya usaha...aku ingin membuka toko kue Pih,,," rengek Arini


" di rumah saja nyonya,,uang yang ada saja tidak tau kapan habis nya sudah mau buka usaha pula"


" apa salah nya pih,ini juga untuk menghilangkan jenuh ku di rumah,,kalau Intan,Tami dan Naura mau join juga bisa" ungkap Arini


" aku dan Intan mau buka butik bun" ucap Tami


" wah..kalian sudah punya rencana sendiri...curang kenapa tak mengabari ku" kesal Naura


" bukan tidak mau,kami tidak tau kau menyukai bidang apa, kalau bunda kan tau sendiri menyukai kuliner,pasti tidak akan jauh dari membuka toko kue atau restoran" jelas Tami


" aku mau ikut bunda saja, hitung-hitung mencicipi makanan setiap hari"


" iya kau juga mau bun,tapi setelah lahiran ya" seru Kirana...

__ADS_1


" terserah pada mu na,,nanti kau kabari saja,aku juga ingin mencari tempat yang pas..agar tak salah sasaran"


" bersebelahan saja bun,biar kita masih bisa ngerumpi,," usul Tami


" boleh Tam,,, sesudah berbelanja ke toko mu, bisa melihat kue di toko ku,,"


" setuju...." pekik Nuara senang


***


pagi ini mereka sedang duduk bersantai menikmati hamparan pantai dan di temani secangkir teh....


" membeli salah satu Vila di sini seperti nya bagus om?" ujar Arkan


" ini terlalu jauh kan dari kota kita" jawab Bram


" tapi bisa di jadikan ladang usaha,mana tau besok Kembar D mau menetap di sini"


"jangan hanya karena cemburu membuat peluang uang mu berkurang tante,,kami para lelaki tau mana lokasi yang bisa untuk menambah pundi-pundi uang kalian,toh ini juga untuk kalian nikmati" jelas Arkan


" sekali tidak tetap tidak,aku tak ingin berurusan dengan masa lalu" tolak Intan


" jangan membujuk om mu dengan mengorbankan perasaan ku Kan" lanjut Intan sinis


" hahahaha.....ku kira kau lebih mementingkan uang dari pada perasaan tante" goda Arkan


" aku tak sematre itu,lebih memilih uang dan menjerumuskan suami ku ke lobang buaya betina" ketus Intan


Bagas hanya tertawa melihat kekesalan Intan


" seperti nya dia sangat menyayangi mu Bram" goda Bagas

__ADS_1


" tentu.... memiliki istri yang muda bukan hanya harus pandai mengimbangi gaya mereka tapi juga harus bisa menjaga perasaan nya Gas,materi saja tidak cukup kalau tidak di imbangi dengan perhatian,,aku lebih mendengar kan ucapan nyonya ku ini dari pada yang lain karena kesejahteraan ranjang ku lebih penting dari apa pun" ucap Bram berbisik pada Bagas sambil mengangkat Alisnya


Bagas sedikit terkekeh mendengar penuturan Bram yang ternyata takut pada Isterinya...


" jangan membuat kami berpikiran macam-macam,cari saja yang di dekat kota kita,, bekerja jauh dari istrinya tidak baik untuk kesejahteraan rumah tangga" oceh Arini


" iya by...kamu mau jauh dari ku?" pelotot Naura


" kenapa aku yank,aku hanya menawarkan om Bram,karena uang nya tak berseri, dari pada di habiskan yang tidak jelas lebih baik berinvestasi di sini" ucap Arkan takut pada tatapan Naura


" selama ini uang Om habis untuk apa?" tanya Naura pada Bram


" jangan tanyakan om,tanyakan pada Nyonya di sebelah mu,dia cukup pintar mencatat semua pengeluaran nya" jawab Bram


" untuk tante Intan kan?" tanya Naura memastikan


" iya...memang nya untuk siapa lagi,kenapa kalian seperti memojokkan ku,tanya kan juga pada papi mu itu,dia juga banyak uang" tunjuk Bram pada Bagas


" kalau mas Bagas jangan di tanya lagi,semua rekening nya sudah di alihkan atas nama bunda Arini,dia hanya mendapat uang cash berjatah tiap minggu nya, kecuali uang perusahaan" jelas Aska


"kenapa kau tau detail?" tanya Arkan


" karna dari dulu itu tugas ku,dan saat ini di gantikan oleh Vino" terang Aska


" jadi kalau ingin menanyakan kemana uang mas Bagas harus langsung pada bendahara nya" lanjut Aska


" baru aku sadari kalau peran istri-istri kita jauh di atas kita..hidup kita pun bisa di kuasai mereka" geleng Bram


" hahaha....tak apa lah Bram toh yang menikmati juga keluarga kita bukan orang lain,apalagi yang bukan anggota keluarga..." ucap Bagas


" membahagiakan istri itu pahala lo,jangan hak kalian saja yang di tuntut, rezeki kalian para Suami berada dalam do'a tulus seorang istri" ucap Arini

__ADS_1


mendengar ucapan Arini Vino seketika menggenggam tangan Tami dan tersenyum pada istrinya itu...


__ADS_2