
tidak terasa hari sudah berganti hari dan weekend telah tiba,hari ini Bagas da Arini bersiap untuk kerumah Bu Surti
" oma ikut??" tanya Arini
" nggak oma di rumah saja ya,siang nanti oma ada acara arisan kompleks" jawab oma
" kalau begitu kami berangkat ya oma" Pamit Arini mencium kedua pipi mertua nya ini
" pih,,bun tunggu aku ikut mobil kalian" pekik Naura yang baru turun dari lantai bawah
Naura mengikuti langkah kaki Bagas dan Arini yang berada di depan nya
" sayang,mampir dulu di toko roti beli oleh-oleh buat ibu" ucap Arini
Bagas memasukan mobilnya di parkiran toko kue yang lumayan ramai pengunjung nya...
" tunggu sebentar ya pih,aku turun dulu,kamu mau roti rasa apa?" tanya Arini pada suaminya ini
" terserah kamu yank,apa pun aku makan" jawab Bagas sambil meraih ponselnya di saku celana
" pih,aku ikut bunda ya...!!" ucap Naura juga ikut turun dan mengikuti langkah Kaki Arini
" bun,,mau ini...ini...sama ini" tunjuk Naura saat Arini sudah memegang keranjang tempat roti
Arini memasukan beberapa roti permintaan Naura dan Roti kesukaan nya,sesudah memilih roti Arini mengantri untuk membayar,saat mengantri seseorang yang berada tepat di depan nya membalik kan badan,,,
"Tama" panggil Arini Lirih
" Arini..." ucap nya
" apa kabar,kamu sekarang lebih gendut an ya" ucap Tama menjulurkan tangan pada Arini
" Alhamdulillah baik,,kamu apa kabar,katanya kuliah di Jakarta ya" tanya Arini
" iya rin,,,kuliah di sana,kamu kuliah di mana?"
__ADS_1
" bun,,tambah yang ini ya" ucap Naura baru datang membawa satu buah cake keju
" iya..." jawab Arini lembut
" hey,, Tama....apa kabar??" sapa Naura
" baik ra,,kalian memang soulmate sejati ya,masih saja bersama" ucap Tama mulai maju membayar belanjaannya
" bukan hanya soulmate Tam,tapi aku sudah jadi Anak nya bunda Arini,,sekarang malah mau punya adik" jelas Naura
" maksud nya?" tanya tama yang memang tidak mengerti maksud Naura
"Arini ibu sambung ku,dia sudah menikah dengan papi ku" ucap Naura santai
" apa??? yang benar kamu Ra" ujar Tama tak percaya
" iya,,yang waktu kamu bertemu ku tempo hari adalah papi Naura,suami ku" ucap Arini menyakini Tama
" oh,,jadi kamu sudah menikah" Tama sedikit kecewa karena Arini wanita yang ingin di kejar telah di miliki orang lain,Tama sengaja kuliah ke Jakarta untuk mengejar cita-cita nya dan saat lulus ingin memberikan supreise untuk Arini dengan mengajak nya ta'aruf,karena dulu Arini pernah bercerita tidak ingin pacaran dulu,kini pupus sudah harapan Tama...
Bagas yang masih menunggu di luar melihat sosok Tama keluar dari toko roti
" seperti pernah melihat nya" gumam bagas pelan
Arini dan Naura keluar berbarengan lalu masuk kedalam mobil
" yuk pih,jalan..." ucap Naura
Bagas menjalankan mobilnya pelan memasuki pekarangan rumah Arini
" pih, seperti nya salah rumah deh" ucap Naura
" iya yank,,rumah ibu bukan yang ini" sela Arini
Bagas tersenyum tipis dan mengajak mereka turun
__ADS_1
" assalamualaikum" ucap Bagas
" waalaikumsalam" jawab Bu Surti dari dalam
"he.....ada Naura,,,ayo masuk,,yah...yah...Arini datang" pekik Bu Surti
Arini menyalami ibu nya lalu di ikuti oleh Bagas dan Naura,Arini masih pangling melihat sekeliling rumah nya
" bu...kapan di renovasi??" tanya Arini masih berkeliling rumah
" seminggu setelah kamu menikah nak Bagas merenovasi semuanya,katanya biar lebih nyaman kalau kamu pulang kemari" jelas Bu Surti
benar saja kamar Arini Sekarang lebih besar dan dapur lebih luas muat menampung tiga-empat keluarga,ruang tamu nya juga lebih lapang dari sebelumnya,karena sewaktu acara lamaran agak sedikit sesak membuat Bagas merenovasi bagian depan nya juga,bila ada acara hajatan akan lebih nyaman..
" yank,,kenapa nggak bilang dulu kalau mau renovasi" tanya Arini pada Bagas
" kalau bilang dulu ke kamu pasti banyak aturannya,nggak boleh ini itu,lebihan dikit mubazir,ya jadi ngikutin ide aku aja" oceh Bagas
" huf....kan memang Mubazir ini ada kebesarannya yank,kasian ibu buat bersihin nya" omel Arini pula
" nggak kok,,ada bude Sri yang bantu-batu ibu setiap minggu,palingan bentar lagi juga datang bude mu, nak Bagas ngasih usaha sama ibu dan Bude Sri,dia buka pabrik pekyek di ujung simpang sana,membuka lapangan usaha buat kami ibu-ibu yang pengangguran"kata Bu Surti menjelaskan
" bener yank??" tanya Arini menatap Bagas
" iya,,, kebetulan aku menambah usaha ku di bidang perkebunan dan Kuliner,aku melihat potensi dari mertuaku,apa salah nya membantu,ayah yang hobi berkebun,jadi aku memiliki ide untuk membuka lahan kacang tanah dan umbi-umbian dan ibu yang hobi memasak aku buka kan pabrik tempat membuat pekyek,kacang nya langsung dari hasil panen ayah....dan umbi-umbian bisa di olah ibu untuk membuat kue nya,jadi tidak ada yang mubazir,karena masih banyak nya ibu-ibu yang pengangguran jadi aku berinisiatif membuka lapangan usaha untuk mereka" jelas Bagas mendekat pada Arini
" hmmmm.....makasih sayang makin cinta sama kamu" peluk Arini manja pada Suaminya ini
Bagas mencium kening Arini mesra
" assalamu'alaikum" ucap Tami dan Intan yang baru datang dan di ikuti langkah Arkan
tatapan mata Bagas tajam menatap Arkan
" alamak...baru juga mesra-mesranya, sebentar lagi bakal perang-perang nih" gumam Naura pelan
__ADS_1
"bukan aku yang undang bun" bisik Naura pada Arini...