Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
bertemu karin


__ADS_3

pagi ini Arini dan Bagas serta Oma sudah berada di restoran hotel, mereka Sarapan duluan,menunggu pengantin baru sama saja menyiksa perut mereka..


" nggak nunggu Naura pih?" tanya Arini


" udah makan aja bun,nunggu mereka malah kita mati kelaparan,kaya' nggak pernah jadi pengantin baru aja" ucap Bagas sedangkan oma tersenyum mendengar ucapan Bagas


" iya Rin,ayo makan...kita pulang duluan saja,mama sudah kangen rumah,biar pun disini kasur nya empuk mama lebih suka tidur di kasur sendiri,lebih berasa nikmatnya" oceh oma sambil menikmati sarapan nya


setelah selesai sarapan mereka langsung pulang meninggalkan pengantin baru yang belum kunjung keluar...


" pih,,hubungi Naura dulu,nanti dia malah kebingungannya mencari kita" pinta Arini


" nggak usah di telpon bun,percuma.. nggak bakalan aktif,kamu Wa saja bilang kalau kita sudah pulang,nanti pas mereka bangun juga akan mengaktifkan Ponselnya" ujar Bagas


" paham betul kamu pih" Sindir Arini


" iya lah,, orang sudah pengalaman dua kali" balas Bagas pelan


oma hanya menggelengkan kepala melihat sepasang suami istri ini..


" pih, berhenti sebentar di mini market depan ya,ada yang mau di beli" ucap Arini


Bagas meminggir mobilnya dan masuk ke parkiran mini market

__ADS_1


" bentar ya ma,beli alat kue dulu,mau buat cemilan siang ini" ujar Arini turun dari dalam mobil Daffa di berikan nya pada Bagas


tak berselang lama Arini pergi Oma pergi menyusul dia ingin membeli susu kalsium nya yang hampir habis


" rupanya ada orang kaya baru yang sedang belanja banyak" Sindir Karin melihat Arini sedang memborong belanjaan


Arini tidak menyangka akan bertemu Karin di sini


" saya tidak punya urusan dengan anda,mau belanja banyak atau dikit toh tidak pakai uang Anda" jawab Arini santai


" saya sudah menyangka kalau kamu menikah dengan mas Bagas cuma ingin harta nya,buktinya sampai menghasut Naura untuk tidak memberikan saya uang" Sinis Karin


" asal kamu tau ya,saya tidak pernah melarang Naura atau pun Mas Bagas untuk memberikan uang pada kamu, mereka sendiri yang memilih tidak ingin berhubungan dengan kamu,kalau soal uang mas Bagas memang saya yang pegang itu atas kemauan Beliau sendiri" ujar Arini yang emosi nya mulai terpancing


" jangan ngelak kamu,buktinya sejak mas Bagas menikah dengan mu dia tidak mau bertemu lagi dengan ku,dulu sebelum menikah kami masih sering bertemu bahkan masih bermesraan dikantor,mas Bagas tidak pernah menolak nya" bohong Karin


" kurang ajar kamu,,tampang mu saja lugu tapi mulut mu pedas,tidak cocok bersama mas Bagas" maki Karin


" jadi siapa yang Cocok...kamu??? jangan mimpi dia suami ku bukan suami mu lagi" tukas Arini


Karin mengangkat tangan nya hendak menampar Arini...


" Karin...." pekik Oma marah

__ADS_1


" jangan sekali-kali kamu menampar menantu ku,kamu pikir kamu siapa berani-berani nya mengangkat tangan pada menantu ku,kamu itu hanya masa lalu Bagas, Arini masa depan nya,kamu tidak berarti apa-apa bagi Bagas dan keluarga kami,jangan coba-coba menganggu rumah tangga anak ku,atau pun cucu ku" tegas Oma yang baru datang


" tetapi dia tidak pantas untuk mas Bagas ma" bantah Karin


" bukan kamu yang bisa menilai pantas atau tidak pantas nya,Bagas yang memakai Arini,,Arini adalah menantu yang baik bagi keluarga saya, justru kamu yang tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga kami,saya menyesal pernah menjodohkan Bagas dengan mu" ucap Oma menarik tangan Arini untuk pergi


" Ayo Rin,jangan meladeni wanita seperti dia"


Arini dan oma segera menuju kasir untuk membayar belanjaan nya lalu meninggalkan mini market


" awas saja kamu nenek tua,karena kamu hidup ku jadi berantakan,kamu selalu mencampuri kehidupan ku,akan ku rebut kembali Naura dari kalian" marah Karin


" kenapa lama bun?" tanya Bagas karena Daffa sudah mulai rewel


" ada nenek lampir di dalam "jawab Arini ketus dia masih sedikit marah dengan ucapan karin tadi yang menyebutkan Bagas dan Karin sering bermesraan di kantor


Arini mengambil Daffa dari Tangan Bagas


" kenapa ma?" tanya Bagas pada Oma


" ada wanita ular itu" jawab Oma singkat


" aneh...nenek lampir,wanita ular...siapa?" tanya Bagas

__ADS_1


" Karin.." jawab Oma dan Arini serentak membuat Bagas menutup telinganya karena terlalu berisik


Bagas tak melanjutkan lagi pertanyaan nya,dia memilih menyalakan mobil dan segera pergi dari tempat itu...


__ADS_2