
siang ini Vino sudah datang ke rumah Arini untuk menjemput Tami...
" kalian mau kemana?" tanya Arini
" makan siang di luar" jawab Vino
" kenapa harus di luar,makan di sini saja sama-sama,bik Sumi sudah masak banyak, sesekali kalian makan siang di sini...nanti sesudah menikah akan susah ngumpul seperti ini" ucap Arini
" tidak akan susah bun,suruh kak Vino beli rumah di sini jadi suami kerja kita bisa bersama...." sahut Intan
" enak ya...suami cari uang istri asik-asikan ghibah..." potong Bagas yang baru datang
" jadi ini yang membuat mu tidak sabar lagi untuk pulang" goda Bagas pada Vino
Tami tersenyum malu
" sudah ayo makan bersama" ajak Arini
" Bram tidak pulang tan?" tanya Bagas
" nggak pih kata nya minggu ini banyak kerjaan di kantor" sahut Intan
" iya... dia sedang menjalan kan proyek bersama Arkan" ucap Bagas
mereka makan siang bersama dan setelah itu Vino mengantar kan Tami untuk pulang..
" malam nanti aku kesini,,,aku ingin menemui orang tua mu" ucap Vino saat mengantar Tami pulang
" tidak terlalu cepat kak?"
" lebih cepat lebih baik,hubungan yang halal lebih manis" ujar Vino lalu pamit pergi ke kantor lagi
__ADS_1
" bun,,aku pulang dulu ya" pamit Intan
" tan..kalau suami sibuk di kantor, sesekali kamu datang,bawa kan makan siang nya,pasti dia merindukan mu...apalagi kalau dia sering pulang malam,manjakan suami mu Ntan,jangan sampai di manjakan oleh pelakor di luar sana" ingat Arini
" iya bun,,besok aku ke kantor mas Bram" jawab Intan lalu pamit pulang
Bagas kembali lagi ke kantor dan Naura pulang ke rumah nya...
*****
malam ini Vino sudah berada didepan Rumah Tami,jantung nya sedikit berdegub kencang karena gugup...
" ayo masuk kak,mama masih di dalam" ucap Tami mempersilahkan Vino masuk
" kakak mau teh atau kopi?" tanya Tami
" air putih saja" sahut Vino pelan
" tidak ada dalam pilihan kak"
" aku menawarkan bukan merepotkan" kekeh Tami
" membuat teh atau kopi lebih lama dari air putih jadi akan membutuhkan waktu,aku tak ingin berlama-lama jauh dari mu" ucap Vino membuat pipi Tami merona malu
" sudah..tunggu di sini" Tami berjalan kebelakang memanggil mama nya dan menuju dapur
Mama Tami keluar dan di salami oleh Vino
" om nya mana tan?" tanya Vino yang tidak melihat papa Tami
"om keluar kota pagi tadi,dua hari lagi baru kembali,kamu sudah lama mengenal Tami?" tanya Mama nya
__ADS_1
" iya tan,sudah cukup lama...dulu Tami sering bermain dengan Intan adik saya" jawab Vino sopan
" tante sudah banyak mendengar cerita mu dari Tami,tante hanya ingin hubungan Tami dan Rangga benar-benar berakhir dulu baru kalian bisa bersama"
" tapi aku sudah pisah ma dengan Rangga" sanggah Tami yang baru datang membawa satu gelas air putih
" Tam..kok air putih?" tanya Mamanya heran
" lebih sehat tante...." sahut Vino cepat tak ingin Tami di salahkan
" hmmm"
" mama bukan melarang hubungan kalian terlebih kalian sudah saling mengenal dan nak Vino sudah cukup dewasa,pasti jenjang pernikahan yang menjadi prioritas utama, tetapi nak Vino tau sendiri keadaan Tami sebelum kalian bersama,Tami sudah dulu menjalin hubungan dengan Rangga dan hampir bertunangan,untuk saat ini pun mama Rangga belum mengetahui apa pun karena beliau sedang sakit,tidak etis rasanya di saat mereka bersedih kalian tertawa walaupun kami orang tua tidak mengetahui pasti penyebab perpisahan mereka tetapi saat ini mama minta Vino lebih sabar menunggu Tami karena masih ada permasalahan yang harus di selesaikan" jelas Mama tami panjang lebar
" saya mengerti tante,tante pasti ingin yang terbaik untuk Tami,tidak ingin kedepannya menjadi bumerang untuk keluarga kami" sahut Vino
" kamu cukup dewasa untuk menyikapi nya,tante sangat berterima kasih kamu bisa mengerti....untuk hubungan kalian tidak ada yang melarang selagi kalian nyaman silahkan,,jika semua masalah selesai segera di percepat" ucap mama Tami
" tante tinggal dulu ya,silahkan ngobrol nya di lanjutkan" pamit mama Tami
" di taman depan saja kak,," ajak Tami
" jadi kamu maunya bagaimana?" tanya Vino
" kita jalani saja dulu kak,sampai mama Rangga sembuh dan aku bisa menjelaskan pada nya" ucap Tami
" Tam....aku bukan orang yang sempurna tapi sebisa mungkin kau akan ku buat bahagia,aku bukan orang yang kaya tapi sebisa mungkin semua keinginan mu akan selalu ada dan aku bukan lelaki yang mampu untuk menampung kekecewaan, jangan beri aku harapan jika kau belum mampu mewujudkan....aku beri kau kebebasan bukan berarti aku merela kan,,jaga kepercayaan ku Tam,karna aku tak ingin kehilangan mu" ucap Vino menatap intens Tami
" kak.....aku tidak bisa berjanji apa-apa tapi untuk saat ini hati ku nyaman bersama mu,aku tak kan pernah kembali pada Rangga karna kau sudah mampu mengalihkan dunia ku,aku tak meminta kekayaan tapi aku minta kesetiaan" ucap Tami
" pasti.....aku akan berikan kesetiaan untuk mu, selesai urusan mu segera kita akan menikah" ujar Vino menarik tami kedalam pelukan nya membuat Tami tak bisa berkata lagi mungkin Vino adalah orang yang tepat untuk pelabuhan terakhir nya...
__ADS_1
" terimakasih kak,kau datang di saat yang tepat dan membuat ku selalu bahagia" ujar Tami