
" pih,tadi ibu menelpon ku,dia bilang bik Sumi menanyakan soal pekerjaan Iren tempo hari" ujar Arini saat mereka hendak tidur
"hubungi ibu beritahu pada Iren lusa datang ke kantor" ucap Bagas
" pagi besok saja pih aku sudah mengantuk" Arini memeluk Bagas erat
****
" by...bangun katanya mau antar aku ke kampus" ucap Naura memukul pelan lengan Arkan yang masih bergelung di bawah selimut
" hmmm 5 menit lagi sayang" jawab Arkan dengan suara serak khas bangun tidur
" dari tadi lima menit mulu,aku berangkat sendiri nih" ancam Naura
Arkan langsung membuka matanya" jangan...sudah ku bilang kalau kemana-mana harus dengan ku" ujar Arkan melotot
" makanya cepet bangun,ini sudah jam berapa,belum lagi nanti macet nya,kamu juga yang bakal telat ngantor nya"omel Arini
" iya...iya..bawel" Arkan masuk kedalam kamar mandi
Naura merapikan kasur dan menyiapkan baju kantor Arkan
" by....mau pake' jas warna apa?" teriak Naura
" terserah kamu yank,apa yang kamu pilih aku pake" balas Arkan dari kamar mandi
selesai dengan tugas nya di kamar Naura keluar menuju meja makan,sudah di siapkan nya kopi untuk Arkan dan satu potong Roti...
setelah sarapan mereka berangkat bersama
" nanti tunggu aku jemput, jangan main pulang saja" pesan Arkan saat Naura hendak turun dari mobil
" iya,,," jawab Naura singkat sambil mencium punggung tangan suaminya dan Arkan mencium kening Naura
***
__ADS_1
" pengantin baru udah masuk?" goda Tami saat melihat Naura di dalam kelas
" hahaha....udah basi kali Tam,,,sudah bosen di rumah gue" ujar Naura
" Intan mana tam?"
" mungkin di kelas nya,nanti juga nongol tu anak,Bunda belum selesai ya cuti nya,udah masuk semester baru belum juga masuk" ucap Tami
" nggak tau gue,soalnya dia lagi menikmati peran ibu,itu aja udah ada rencana nambah adik,papi aja yang belum boleh"
" wih....keren bunda,udah mau main gas aja langsung,Lo udah ngisi?"tanya Tami
" gila Lo,mana tau lah gue,nikah aja belum sebulan,kalau udah ngisi berarti udah nanam saham duluan gue" kesal Naura
" hahahaha...mana tau aja,kan sekarang banyak tu yang invest dulu,pas sudah nikah langsung dapat hasil"
" gue beda" Naura melempar tisu bekas ke muka Tami
" jorok Lo" marah Tami
***
" hmmm...boleh duduk" ucap Rangga
" boleh..." jawab Intan cepat
" selamat ya Ra,aku denger kamu udah nikah,tetapi nggak dapat undangan aku nya" sindir Rangga
" he..iya ngga makasih,,maaf ngga acara nya cuma kecil-kecil an,cuma Keluarga saja" Elak Naura yang memang sengaja tidak mengundang Rangga
" apa kabar Tam?" tanya Rangga yang melihat tami sedang menikmati bakso nya
" huks....huks.... " Tami terbatuk
"ini..." sodor Rangga segelas Air minum
__ADS_1
" pelan-pelan tam,nggak ada yang mau ambil makanan Lo" ujar Naura
" iya....mungkin kebanyakan cabe nya" elak Tami
" kemana saja Lo ngga jarang nampak?" tanya Intan
" ada kok,kalian saja yang sudah menjauh,sudah menemukan pasangan masing-masing,padahal dulu sewaktu SMA kita akrab sekarang malah pada sombong" ucap Rangga
" bukan gitu,kita kan beda jurusan,jadi udah sibuk sama tugas masing-masing,apa lagi sejak Bunda Arini menikah udah jarang kumpul,ditambah pula Naura...nak besok di susul Tami...gue tinggal sendiri" curhat Intan
" huk...huk...." Tami terbatuk kembali
" tam...batuk mulu,,,makan yang benar donk" marah Intan
" udah ah,gue kenyang...gue masuk dulu" Tami langsung lari meninggalkan kantin
" kenapa tu Anak?" tanya Naura
" nggak tau,yuk susulin" ajak Intan
" duluan ya ngga" pamit mereka
****
sore ini Arkan sudah menjemput Naura di kampus
" by...mampir dulu ke restoran,mau beli makan malam,aku capek by,nggak kuat masak" ucap Naura
" iya,,tapi jangan sering-sering ya yank,nggak bagus buat kesehatan" ujar Arkan menggosok kepala Naura
" iya...hari ini aku capek by"
" yank,,kalau proyek aku tembus,kita beli rumah ya, apartemen nggak bagus untuk perkembangan anak kita nanti,dan lagi aku kasihan lihat kamu kalau nggak ada pembantu"
" kamu mau beli rumah by,minta sama papi aja" usul Naura
__ADS_1
" nggak,,aku nggak mau ya beli rumah kita hasil minta sama orang tua,kalau aku mau minta sama papa juga bisa,tapi aku mau nya uang kita sendiri yank,sekarang aku masih nabung,tapi bulan ini aku ada proyek besar mudah-mudahan bisa buat beli rumah kita..."
" aminnnn,,semoga ya by,nggak perlu besar bi, yang penting cukup buat kita dan anak nanti" Naura memeluk erat suaminya ini...