Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
PHP


__ADS_3

" pih,,,sudah pulang?"tanya Arini melihat Bagas turun dari lantai atas


" ya ..tadi menemui Naura dulu"jawab Bagas singkat


" mau aku buat kan air dingin Pih?" tawar Arini


" boleh,mau es jeruk ya yank,untuk menyejukkan hati ku yang sedang panas ini" jawab Bagas segera ke kamar


" kenapa lagi di ma?" tanya Arini heran melihat Bagas sedikit jutek


" ntah lah,,cepat buat kan,biar Daffa bersama mama" Oma segera mengambil Daffa dari pangkuan Arini


setelah selesai membuat kan Arini segera mengantar kan kedalam kamar


" pih,,ini es jeruk nya" Arini meletakkan di atas meja hiasnya


" kenapa jutek gitu pih?" tanya Arini


" gimana nggak jutek aku yank,malam tadi ada orang yang tidak tepat janji, terus sore ini aku di sembur sama Karin dengan ocehan tak jelas nya..." adu Bagas

__ADS_1


" mbak Karin marah pada mu...!!!kenapa??"tanya Arini


" kamu lebih tertarik pada cerita Karin dari pada cerita orang yang PHP kan diriku?" tanya Balik Bagas


" ihhh pi,,aku lagi tak ingin bercanda,, cepat cerita kan,aku harus lebih waspada pada pelakor-pelakor di luar sana dari pada orang yang PHP kan diri mu" Arini mencolek dagu Bagas gemas


" tapi aku lebih tertarik bercerita perempuan yang memberi kan ku harapan palsu dari pada dunia masa lalu" terang Bagas dengan mimik wajah di buat serius


" ayo lah pih,jangan buat aku mati penasaran" desak Arini


" kenapa harus mati sayang,aku tidak kuat bila kamu tidak ada di sisi ku" gombal Bagas


" gombalan mu tidak mempan,makin tua makin menjadi kamu"Cubit Arini kecil di pinggang Bagas


" iya...iya....biarkan suami mu meminum air dingin itu dulu,agar emosi ku tidak ikut mendidih" tunjuk Bagas pada segelas Air jeruk yang di atas meja hias


Arini mengambilnya dan menyerahkan pada Bagas dan di teguk Bagas menyisakan setengah Gelas


" tadi sewaktu di kantor Karin menghubungi ku marah-marah" ucap Bagas memulai bercerita

__ADS_1


" dia menyangka kamu dan aku menghasut Naura untuk tidak menghargai nya sebagai ibu,karena sudah melarang nya ikut campur dalam proses pernikahan Naura" jelas Bagas sambil menuntun Arini untuk duduk di sebelah nya


" bagaimana kalau kita hubungi saja dia pih,kalau dia mau menyumbang kan ide nya silahkan" ucap Arini


" aku sudah mengerti arah pembicaraan nya sayang dia hanya butuh uang ku, tidak yang lain karena saat kami bercerai mama benar-benar marah dan tidak memberikan sedikit pun harta untuk nya,karena dia yang pergi meninggalkan Kami,jadi itu pelajaran untuk nya" ujar Bagas mengingat saat Karin lebih memilih Kekasihnya dari pada dirinya


" terus kita harus bagaimana pih,aku tidak ingin di katakan orang menguasai Keluarga mu"ucap Arini


" kenapa kau harus takut dengan ucapan orang,bukan kah seharusnya kamu harus melindungi keluarga mu dari terkaman binatang buas di luaran sana, jangan memberikan celah sedikitpun bagi orang yang ingin menghancurkan keluarga kita yank,susah payah aku mendapat kan mu seenaknya saja dihancurkan orang "


" cobalah bersikap egois untuk kebahagian Keluarga kita,toh aku bekerja menafkahi kalian semua tanpa minta pada orang lain" ungkap Bagas


" aku tidak akan pernah mengalah pih kalau soal kebahagian keluarga ku,apalagi pada pelakor-pelakor di luaran sana,asalkan kamu selalu menjaga hatimu untuk ku"


" tenang saja sayang,aku akan selalu setia pada bidadari ku ini" Bagas mencolek pipi Arini


" ayo kita keluar,takut Daffa menangis" ajak Arini


" tetapi nanti malam jangan memberikan ku harapan palsu lagi yank" rengek Bagas

__ADS_1


" iya...iya,,ayo" tarik Arini


mereka segera keluar kamar....


__ADS_2