Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
lamaran


__ADS_3

tak terasa malam ini acara lamaran Tami dan Vino...


Keluarga Vino sudah datang membawa seserahan,,,mama Vino yang sebelumnya juga sudah mengenali Tami sangat bahagia,apalagi usia anak nya juga sudah cukup matang untuk berumah tangga...


keluarga Tami menyambut baik kedatangan keluarga Vino..


" jadi keputusan nya tiga minggu setelah hari ini acara pernikahan akan di gelar" ucap ayah Tami


setelah di tentukan acara pernikahan mereka yang tiga minggu setelah hari ini,semua anggota keluarga pulang.....


****


" kak,,kaya' nya dekorasi yang seperti ini bagus deh" Tami menunjuk ponselnya pada Vino



saat ini Vino berada di rumah Tami seusai menjemput Tami mengambil surat Cuti kuliah nya..


" aku ikut kamu saja yank,kalau kamu suka kita buat seperti itu saja" sahut Vino yang ikut melihat ponsel Tami


" setelah menikah kamu mau tinggal di mana yank?" tanya Vino


"aku ikut kamu, kemana pun kamu bawa aku mau,setelah menikah bukan kah kamu imam ku" ucap Tami menatap Vino


" jadi makin cinta sama kamu yank" ucap Vino mencubit gemas hidung Tami


***


"pih... tiba-tiba aku pengen makan Spaghetti deh" pinta Arini

__ADS_1


" nggak baik bun,makanan siap saji untuk anak kita"


" tapi aku mau itu pih,kalau kamu nggak mau pesan buat kan saja pih,kan lebih terjamin bumbu nya" mohon Arini


" tunggu aku minta bibi membuat kan" ucap Bagas berdiri


" kenapa bibi,kamu saja pih" rengek Arini


" kamu tau sendiri masakan ku tidak enak bun"


" siapa bilang tidak enak,enak kok,dulu waktu hamil Daffa kamu mau masak untuk ku,masa' kehamilan yang ini tidak mau" rajuk Arini


" baik lah,,tunggu sebentar...." ucap Bagas mengalah


Arini mengekori bagas kedapur


Bagas memasang celemek nya dan mulai merebus mie nya



Arini senyam-senyum sendiri melihat suaminya memasak...


tidak butuh waktu lama Spaghetti buatan Bagas sudah jadi..


" ini bun.."ucap Bagas memberikan sepiring Spaghetti


Arini tersenyum dan memakan nya


"pih....aku merasa hamil kali ini sedikit cengeng pih,bawaan nya pengen nangis terus kalau yang aku pinta nggak kamu penuhi" ungkap Arini sambil memakan Spaghetti nya

__ADS_1


" memang kamu cengeng bun,nggak hamil aja sering mewek,apa lagi hamil" ejek Bagas


" enak saja kamu" kesal Arini


"enak bun?" tanya Bagas


" hmmm...sudah ku bilang kamu bisa masak" puji Arini


" istrinya pintar masak, suaminya juga harus pintar"


" pih,, setelah lahiran aku boleh membuka usaha?" tanya Arini


" usaha apa? memang nya uang dari ku kurang?" tanya Bagas balik


" cukup,,,malahan sangat cukup pih,hanya menghilangkan kejenuhan ku, seperti nya aku tidak akan melanjutkan kuliah lagi pih,aku ingin selalu dekat pada Daffa dan adik nya" terang Arini


lalu kenapa mau punya usaha?"


" untuk menghilangkan suntuk ku pih,aku bisa mengolah nya sambil membawa Daffa dan adik nya"


" boleh tapi setelah adik Daffa besar ya bun,minimal 6 bulan lah,jadi sudah aman di bawa-bawa" jelas Bagas


" ya pih.... terimakasih kamu memang Suami yang terbaik"


" iya,,,ayo kita tidur sudah malam,tidak baik tidur terlalu malam untuk mu" Bagas menggendong Arini kedalam kamar


di ciumnya pucuk kepala Arini yang sudah terpejam


" bertapa beruntung nya aku menikahi gadis kecil seperti mu,yang penuh dengan kelembutan" batin Bagas

__ADS_1


__ADS_2